23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Calon Jamaah Umrah Pilih Uang Kembali untuk Bertahan Hidup

Calon Jamaah Umrah Pilih Uang Kembali untuk Bertahan HidupFiqhislam.com - Direktur Utama Adinda Az-Zahra Tour and Travel, Priyadi Abadi mengatakan pemberangkatan jamaah umroh yang di-reschedule masih menunggu pengumuman dari otoritas Arab Saudi.

Hingga saat ini, Kerajaan Arab Saudi masih menutup sementara negaranya dari kunjungan jamaah yang hendak umroh.

"Kami masih menunggu (pengumuman Arab Saudi) kan banyak yang sudah daftar tapi harus kita reschedule. Jumlahnya (jamaah) ratusan," ungkap Priyadi dalam sambungan telepon, Kamis (2/4).

Priyadi menuturkan, belum tahu kapan akan memberangkatkan jamaah umrohnya itu. Pihaknya hanya menunggu pengumuman Arab Saudi, sehingga kemudian bisa langsung memberikan informasi kepada jamaahnya ketika umroh telah dibuka kembali. 



Yang memprihatinkan sambungnya, ada juga calon jamaah yang ingin membatalkan perjalanan umrohnya. Padahal mereka telah membayar lunas namun karena harus menunggu di tengah kondisi Pandemi Covid 19 membuat mereka memilih menggunakan uang tersebut untuk bertahan hidup.

"Ada yang minta uangnya dikembalikan dulu karena posisi sedang sulit, kantor tutup mereka mau ambil uang untuk bertahan hidup, banyak yang cenderung begitu ya bisa dimaklumi juga, kondisinya sulit sekarang. Jadi mereka berpikir ya sudah beli sembako dulu," ungkap Priyadi.

Jumlahnya kata dia, ada sekitar 20 calon jamaah yang memilih refund. Meskipun pihaknya kesulitan karena bagaimanpun tiket telah dibayarkan, hotel juga telah lunas. "Ya kami kembalikan karena kami juga memahami kondisi jamaah. Tapi kalau kembalikan uang full agak sulit juga jadi kami cari solusi terbaik untuk jamaah kita," tuturnya.

Saat ini yang bisa disampaikan kepada jamaah umrohnya kata Priyadi, bahwa uang milik jamaah masih aman. Setelah jalur umroh dibuka kembali, maka jamaah akan segera diberangkatkan sebagaimana paket umroh yang dipilih pada awal pendaftaran.

"Kalau sudah dibuka, kita infokan tentunya dan mereka akan diberangkatkan dengan paket yang sama. Misalnya dia ambil paket bintang 4 atau 5, mereka nanti dapatnya ya bintang 4 atau 5 sesuai dengan harga yang dibayar," terang Priyadi.

"Kan ada musimnya juga, misalnya dia bayar musim low season jadi engga mungkin dia minta berangkat di Desember yang high season, kan harganya beda. Jadi kami reschedule sesuai dengan harga dan paket yang sama yang dia bayarkan," sambungnya. [yy/ihram]