21 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 31 Juli 2021

basmalah.png

Gelapkan Uang Jamaah Calon Haji, Menantu Pimpinan KBIH Dibui

Gelapkan Uang Jamaah Calon Haji, Menantu Pimpinan KBIH Dibui


Fiqhislam.com - Seorang pria bernama Awaludin terpaksa meringkuk di balik jeruji besi akibat aksi nekatnya melakukan tindak pidana penggelapan uang milik sebuah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang merupakan pimpinan dari ayah mertuanya, di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Awaludin yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, harus mendekam di sel tahanan Polresta Bekasi karena nekat menggelapkan uang pelunasan para jamaah calon haji sebesar Rp215 juta milik KBIH pimpinan mertuanya yang harusnya disetorkan olehnya ke bank.

Wakapolresta Bekasi, AKBP Sonny M Utomo mengungkapkan, aksi nekat pelaku terungkap setelah korban yang merupakan ayah mertuanya mendapatkan kabar dari sejumlah kliennya, kalau KBIH pimpinannya belum melunasi biaya haji para jamaahnya.

“Kasus yang dilakukan tersangka sebenarnya sudah terjadi pada 2014 silam, tapi baru diketahui korbannya beberapa waktu lalu, setelah menerima teguran dari KBIH Pusat soal pelunasan haji para jamaahnya,” kata Sonny saat gelar perkara di Polresta Bekasi, Selasa (16/8/2016).

Kala mengetahui hal itu, kata Sonny, korban yang merasa sudah menyetorkan uang pelunasan haji bagi para jamaah haji binaannya itu, kesal dan menanyakan uang tersebut kepada seluruh keluarganya, hingga diketahui kalau ternyata uang tersebut tidak disetorkan oleh tersangka.

“Jadi saat menanyakan uang yang harusnya sudah dibayar ke bank kepada seluruh keluarganya dan petugas KBIH pimpinannya, ketahuan kalau uang itu disetorkan oleh tersangka yang merupakan menantunya. Namun, olehnya tidak disetorkan,” ungkap Sonny.

Lantaran kesal dengan ulahnya itu, sambung Sonny, korban lalu melaporkan kasus tersebut ke pihaknya dan langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi dan bukti-buktinya. Bahkan, kepada tersangka yang akhirnya memang mengakui perbuatannya.

“Berdasarkan laporan dan hasil penyelidikan dan pengakuan tersangka. Akhirnya kemarin malam, kami langsung melakukan penahanan terhadap tersangka dan bakal dijerat Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman kurungan penjara empat tahun,” ujarnya.

Dari pengakuan tersangka, Sonny mengatakan, aksi tersangka menggelapkan uang pelunasan haji pimpinan dari ayah mertuanya, pada 2014 silam itu setelah istrinya menyuruhnya menyetor uang ke bank. Tapi bukan disetorkan oleh tersangka malah dimasukan ke rekeningnya.

“Pengakuan tersangka pun uang yang masuk ke rekeningnya digunakan olehnya digunakan hanya untuk keperluan pribadinya. Dan sempat juga digunakan untuk foya-foya di sebuah tempat hiburan malam di wilayah Jakarta Barat,” ujarnya.

Diakui Sonny, usai kasus itu terungkap setelah aksinya pada 2014 silam. Pihaknya melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekening milik tersangka. Saat dicek, ternyata sisa uang yang ada di rekeningnya hanya tersisa Rp3,5 juta saja dari total uang yang dilaporkan korban.

“Karena uang pelunasan haji yang dipakai oleh tersangka, korban pun sudah menggantinya sehingga proses hukum terkait kerugian yang dialami jamaahnya tidak kami proses,” tandasnya. [yy/okezone]