fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Kewajiban Manajer Investasi

Kewajiban Manajer InvestasiFiqhislam.com - Seringkali masih terjadi kerancuan berkaitan dengan pemahaman tentang manajer investasi. Ada sebagian yang menganggap manajer investasi adalah sebuah profesi seperti halnya pialang, sehingga ia lebih menunjuk kepada individu.

Profesi ini tugas utamanya adalah mengelola dana dengan keahlian strategi investasi yang dimilikinya. Sebagian lain merujuk bahwa manajer investasi adalah sebuah lembaga, institusi atau perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan dana masyarakat atau aset manajemen dan karenanya lembaga ini memiliki banyak tenaga ahli di bidang investasi.

Dua sudut pandang ini sebenarnya tidak ada yang salah. Seperti halnya perusahaan-perusahaan broker. Sebagai perusahaan broker atau perusahaan pialang, ia memiliki banyak karyawan yang berprofesi sebagai pialang atau broker saham. Begitu juga dengan manajer investasi.

Sebagai perusahaan manajer investasi mempekerjakan banyak orang yang ahli di bidang investasi atau pengelolaan dana. Sebagai individu, profesi orang-orang ahli mengelola dana atau ahli investasi ini adalah sebagai manajer investasi.

Dalam khazanah pasar modal, para individu yang menyandang profesi ini disebut wakil manajer investasi. Tidak setiap orang bisa memainkan peran sebagai wakil manajer investasi. Ia harus benar-benar menguasai dan ahli di bidang investasi yang dibuktikan dengan sertifikat wakil manajer investasi dari Bapepam-LK.

Sebagai perusahaan, manajer investasi bisa menerbitkan unit-unit reksadana untuk dijual ke masyarakat. Dana masyarakat tadi dikelola untuk diinvestasikan ke instrumen investasi yang dianggap menguntungkan. Gambarannya begini, PT Untung Aset Manajemen yang bergerak di bidang manajer investasi menargetkan untuk mengelola dana sebanyak Rp1 triliun. Untuk itu ia menerbitkan unit reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK) sebanyak 1 (satu) miliar lembar dengan nominal Rp1.000.

Jika semua unit reksa dana yang ditawarkan terjual maka akan terkumpul dana masyarakat sebanyak Rp1 triliun. Untuk dimengerti bahwa unit reksa dana yang 1 miliar lembar itu tidak harus terjual semua sekaligus. Bisa saja pada tahap awal hanya terjual 500 juta sehingga uang yang terkumpul Rp500 miliar.

Nah, unit reksa dana yang belum terjual tadi bisa dijual pada kesempatan  berikutnya. Artinya, investor yang belum sempat membeli unit reksa dana tadi bisa membeli pada kesempatan lain. Hanya saja, harga unit reksa dana saat ditawarkan perdana berbeda dengan harga reksa dana ketika sudah dikelola. Ketika ditawarkan perdana, harga reksa dana hanya Rp1.000 per unit, yang sekaligus menunjukkan nilai aset bersih (NAB) reksa dana.

Seiring dengan berjalannya waktu NAB reksa dana tumbuh. Jadi jika investor membeli unit reksa dana di pasar sekunder bisa jadi harganya sudah di atas Rp1.000 per unit. Dana masyarakat hasil penjualan unit reksa dana itulah yang dikelola oleh manajer investasi. Manajer investasi tidak bisa mengelola dana sembarangan. Ada sejumlah aturan yang harus menjadi rujukannya. Ada batasan investasi yang harus diikuti oleh manajer investasi. Jika aturan ini dilanggar, maka manajer investasi akan kena penalti Bapepam-LK.

Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. IV.B.1 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, ada sejumlah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap manajer investasi.

Ada delapan kewajiban yang harus dipatuhi oleh manajer investasi, yakni:

1. Mengelola portofolio efek reksa dana menurut kebijakan investasi yang dicantumkan dalam kontrak dan/atau prospektus serta memenuhi kebijakan investasinya paling lambat dalam waktu 120 (seratus dua puluh) hari bursa setelah efektifnya pernyataan pendaftaran.

2. Menyusun tata cara dan memastikan bahwa semua uang para calon investor disampaikan kepada bank kustodian paling lambat pada akhir hari bursa.

3. Menetapkan nilai pasar wajar dari efek dalam portofolio setiap hari bursa dan menyampaikannya segera kepada bank kustodian.

4. Melakukan pembelian kembali (pelunasan) unit penyertaan.

5. Menyimpan semua kekayaan reksa dana pada bank kustodian.

6. Menyimpan dan memelihara semua pembukuan dan catatan penting yang berkaitan dengan laporan keuangan dan pengelolaan reksa dana sebagaimana ditetapkan Bapepam-LK serta memisahkan pembukuan dan catatan tersebut dari pembukuan dan catatan manajer investasi sebagai perusahaan efek dan/atau nasabah lain dari manajer nvestasi.

7. Memberitahukan secara tertulis kepada bank kustodian setiap ada perubahan anggota direksi dan komisaris serta pemegang saham pengendali manajer investasi.

8. Menyampaikan kepada Bapepam-LK, mengumumkan kepada publik melalui satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional serta menyediakan kepada para pemegang unit penyertaan atas rencana dan perubahan kontrak investasi kolektif dan/atau prospektus reksa dana.

Kewajiban tersebut merupakan pagar bagi manajer investasi, sehingga dalam mengelola dana masyarakat tadi benar-benar dilakukan sesuai dengan prospektus yang dibagikan kepada investor atau pemegang unit penyertaan. (Tim BEIyy/okezone)