14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Mengenal Dire, Instrumen Investasi Baru

Mengenal Dire, Instrumen Investasi BaruFiqhislam.com - Pertumbuhan pasar modal tidak hanya ditentukan dari pertumbuhan jumlah investor dan peningkatan transaksi perdagangan. Penambahan produk-produk investasi baru juga dibutuhkan untuk memberikan alternatif investasi yang semakin banyak bagi investor dan calon investor.
 
Akhir tahun lalu, salah satu manajer investasi mengeluarkan produk baru  Dana Investasi Real Estate (DIRE). Di luar negeri instrumen ini dikenal dengan istilah REIT (Real Estate Investment Trust). Aturan mengenai DIRE sebetulnya sudah lama diluncurkan, sejak lima tahun lalu, melalui Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang kini  menjadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Peraturan Bapepam-LK Nomor IX.M.2 diterbitkan 18 Desember 2007 mengatur tentang Pedoman Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Real Estate Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Kebijakan yang mengatur penerbitan DIRE ini jauh lebih dulu keluar sebelum produk diterbitkan, untuk mengantisipasi perkembangan pasar modal Indonesia.
 
Pengembangan produk ini memang agak terlambat di Indonesia. Di negara lain,  perkembangan investasi REIT sudah sangat maju dan berkembang. Beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, Hongkong, Malaysia, dan Singapura  mengunakan instrumen ini untuk mendorong pertumbuhan industri real estate atau properti di negaranya. Untuk di Asia, Singapura termasuk negara yang cukup maju untuk pertumbuhan produk REIT.  Nilai aset bersih REIT Singapura diperkirakan mencapai USD38 miliar per akhir 2012.
 
Sebagai instrumen investasi portofolio, REIT memberikan keuntungan yang berbeda dibandingkan dengan investasi di properti secara langsung. Selain memberikan imbal hasil yang hampir mirip dengan produk reksa dana, REIT juga memberikan keuntungan stabil dan terus bertumbuh. Komposisi portofolio (underlying asset) REIT bisa berupa  pusat perbelanjaan, perkantoran, kawasan industri, ataupun hotel. Di banyak negara, REIT tidak hanya dapat membeli aset properti saja, namun juga saham atau obligasi yang diterbitkan perusahaan properti baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri.
 
DIRE yang ada di Indonesia termasuk dalam kerangka Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Sehingga investor bisa menikmati keuntungan seperti investasi lain yang  menggunakan kerangka KIK. DIRE juga menawarkan keunggulan likuiditas seperti reksa dana. Investor dapat membeli dan menjual kapan saja.
 
Namun, berbeda dengan REIT, dalam DIRE, underlying properti dibatasi  hanya  real estat yang menghasilkan sewa, sehingga hasil sewa tersebut bisa dinikmati  pemegang unit penyertaannya. Manajer investasi yang mengelola DIRE dilarang membeli tanah kosong atau berinvestasi pada properti yang masih dalam tahap pembangunan. OJK  juga mengatur aset real estat hanya untuk yang berada di wilayah Indonesia.  
 
Dalam pemilihan subyek properti, manajer investasi juga tidak boleh asal memilih. Aset properti yang telah dipilih harus diuji kelayakan dan telah dievaluasi. Proses ini perlu dilakukan supaya ke depannya aset properti yang dipilih tersebut memberikan imbal hasil yang memuaskan. Properti tersebut akan menjadi aset DIRE dan selanjutnya income dari aset tersebut akan dibagikan ke pemegang unit DIRE.
 
Sesuai dengan peraturan Bapepam-LK tentang tata cara pengelolaan DIRE, salah satu pasal dalam peraturan IX.M.2 mensyaratkan manajer investasi wajib mendistribusikan minimal 90 persen dari laba bersih setelah pajak kepada para pemegang unit penyertaannya. [yy/okezone]