fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Rasio Penting Laporan Keuangan

Rasio Penting Laporan KeuanganFiqhislam.com - Laporan keuangan perusahaan menjadi informasi penting dalam melihat kondisi perusahaan. Investor dapat mengambil keputusan investasi dengan melihat kinerja perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan.
 
Selain indikator utama pada laporan keuangan yaitu Neraca dan Laporan Laba Rugi serta Arus Kas, ada rasio-rasio penting dalam laporan keuangan yang layak dicermati. 
 
Rasio ini dihitung dari laporan keuangan yang sudah ada, baik neraca maupun laba rugi, yang mempermudah upaya pembandingan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun atau  dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Rasio-rasio tersebut terdiri dari antara lain earning per share ratios, sales per share, price ratios, dividen yield, payout ratio, return on equity, dan credit ratios.
 
Earning Per Share Ratios Rasio ini didapatkan dengan membagi laba bersih perusahaan dengan jumlah saham beredar. Rasio ini ingin menyampaikan mengenai bagian dividen yang akan didapatkan oleh pemegang saham untuk setiap sahamnya. Jumlah saham telah dirata-ratakan secara tertimbang. Jumlah saham beredar yang dipergunakan sama dengan yang tercantum dalam balance sheet.
 
Sales per Share menunjukkan bagian dari penjualan yang akan didapatkan oleh rata-rata tertimbang saham beredar. Rasio ini menghitung bagian arus kas yang dapat diterima oleh rata-rata tertimbang saham beredar. Arus kas yang dipergunakan sebagai numerator berasal dari aktivitas operasi sebagai representasi produktivitas perusahaan dalam kegiatan utamanya.
 
Price Ratios atau sering disebut price earning ratio adalah perbandingan harga saham dengan laba per saham yang kemudian menjadi ukuran penting yang menjadi landasan pertimbangan seorang investor membeli saham sebuah perusahaan. Biasa disebut   rasio P/E sebagai pembanding untuk menilai pertumbuhan suatu perusahaan. Artinya, pertumbuhan sebuah perusahaan dinilai tinggi jika rasio P/E perusahaan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rasio P/E perusahaan dalam industri yang sejenis.
 
Dividen Yield adalah persentase dari harga saham perusahaan dengan besarnya dividen yang dibayarkannya. Misalnya, jika sebuah perusahaan membayarkan dividen Rp10  dalam 1 kuartal dan harga sahamnya diperdagangkan Rp1.000 per lembar, maka yield dividennya adalah 4 persen.
 
Payout ratio  ingin menjelaskan berapa besar porsi dividen dari net income perusahaan. Apabila rasio ini makin besar, artinya perusahaan memang mengalokasikan keuntungannya saat itu untuk para pemegang sahamnya. Sebaliknya jika rasio ini makin kecil, artinya perusahaan mengalokasikan sebagian besar laba bersihnya untuk berinvestasi lagi atau memenuhi keperluan perusahaan yang lain.
 
Berikutnya Return on Equity (ROE) adalah sebuah ukuran besarnya jumlah laba dari sebuah perusahaan yang dihasilkan dalam setahun terakhir dibandingkan dengan nilai ekuitasnya.
 
Sedangkan Credit Ratios mengukur kemampuan aktiva lancar memenuhi kewajiban lancarnya. Semakin tinggi rasio ini menunjukkan perusahaan memiliki kemampuan memenuhi kewajiban lancarnya. Dengan kata lain, likuiditas perusahaan bisa dikatakan cukup tinggi. [yy/tim bei/
okezone.com]