19 Safar 1443  |  Senin 27 September 2021

basmalah.png

Peran Corporate Secretary Emiten

Peran Corporate Secretary EmitenFiqhislam.com - Setiap emiten atau perusahaan publik yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki fungsi Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary). Istilah sekretaris berasal dari kata secretaries (bahasa latin) yang berarti menjaga keberhasilan (secret). Seorang sekretaris perusahaan harus menjaga segala informasi mengenai perusahaan sebelum informasi tersebut disampaikan ke masyarakat.

Sekretaris perusahaan memiliki peranan kunci dalam pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), terutama pada perusahaan publik. Sekretaris perusahaan menjalankan fungsi memastikan kepatuhan dan administrasi pengambilan keputusan di dalam perusahaan, serta melakukan fungsi komunikasi dalam rangka membangun aset tak berwujud seperti reputasi yang baik (goodwill) perusahaan.

Apabila dijabarkan, ada empat fungsi utama seketaris perusahaan. Pertama, fungsi office of the board, yaitu memastikan ketersediaan informasi dalam pengambilan keputusan oleh dewan komisaris dan direksi. Pengambilan keputusan yang baik juga didukung oleh usaha sekretaris perusahaan memastikan kehadiran peserta rapat agar kuorum dapat tercapai sehingga keputusan yang dihasilkan legitimate (sah) dan kredibel.

Sekretaris perusahaan juga bertanggungjawab pada pendokumentasian hasil rapat  yang akan menjadi salah satu bukti pendukung, apabila suatu ketika perusahaan menghadapi kondisi sulit akibat suatu kebijakan perusahaan ataupun untuk keperluan direksi atau dewan komisaris menghadapi tindakan hukum.

Kedua, fungsi kepatuhan (compliance). Kepatuhan perusahaan terhadap peraturan yang berlaku merupakan pondasi penting untuk menjamin implementasi GCG. Untuk itu, sekretaris perusahaan harus selalu memperbaharui informasi tentang peraturan atau regulasi yang harus dipatuhi oleh perusahaan berikut pengadministrasiannya.

Sekretaris perusahaan juga bertanggung jawab menyampaikan informasi tindakan perusahaan (corporate action) kepada regulator. Saat ini, pengawasan pasar modal berada di bawah kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam rangka menjalankan fungsi kepatuhan, sekretaris perusahaan perlu menjalankan fungsi hubungan pemerintah (government relations) yang bertujuan untuk menciptakan dan memelihara goodwill (kemauan baik) perusahaan di mata regulator. Fungsi hubungan dengan pemerintah (government relations) ini harus berada dalam koridor kepatutan dan etika bisnis.

Ketiga, fungsi hubungan dengan investor (investor relations). Investor merupakan salah satu pemangku kepentingan (stakeholders) strategis yang dalam proses pengambilan keputusannya sangat dipengaruhi oleh kualitas dan ketepatan waktu (timeliness) dari informasi yang diterimanya. Sekretaris perusahaan dapat membantu memastikan informasi material tersampaikan kepada investor pada waktu yang tepat.

Informasi pada waktu yang tidak tepat dapat menguntungkan sebagian pihak secara tidak wajar. Sekretaris perusahaan bertugas membangun komunikasi yang baik dengan komunitas pasar modal, khususnya para analis. Karena ulasan analis akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan investasi para investor.

Keempat, fungsi komunikasi perusahaan (corporate communications). Sekretaris perusahaan membantu pelaksanaan program strategi komunikasi perusahaan. Interaksi yang baik antara perusahaan dengan para stakeholders akan  memberi kontribusi bagi kinerja bisnis perusahaan. Di Indonesia, para sekteraris perusahaan tergabung dalam wadah yang bernama ICSA (Indonesia Corporate Secetary Association). [yy/tim bei/
okezone.com]