fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


10 Ramadhan 1442  |  Kamis 22 April 2021

Sekolah Pasar Modal untuk Semua Orang

Sekolah Pasar Modal untuk Semua OrangFiqhislam.com - Bagi Anda yang ingin mengetahui produk-produk investasi di pasar modal dan ingin memahami bagaimana cara bertransaksi saham, obligasi, dan instrumen investasi lain di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diadakan secara rutin sepanjang  tahun. Sekolah non formal ini didirikan untuk mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat agar nantinya dapat ikut berpartisipasi di pasar modal Indonesia.

Untuk tahun ini, Sekolah Pasar Modal 2013 dibuka pada awal April lalu. Direktur Utama BEI, Ito Warsito, saat membuka sekolah pasar modal mengatakan bahwa dengan adanya sekolah ini, diharapkan baik investor dan calon investor di Indonesia tidak hanya sekedar mengetahui, namun turut menjadi pintar dan andal dalam berinvestasi di pasar modal.

Sekolah Pasar Modal Indonesia menyediakan dua level pendidikan. Level pertama adalah pengenalan mengenai cara berinvestasi di pasar modal. Pada level kedua, investor atau calon investor sudah harus memiliki rekening efek dan mendapatkan nomor SID (Single Investor Identity). "Dalam sekolah ini, investor dan calon investor akan diperkenalkan apa itu pasar modal, produk investasi di BEI, bagaimana berinvestasi di pasar modal, dan bagaimana menganalisa saham secara fundamental dan teknikal," jelasnya.

Lebih lanjut, Ito mengatakan bahwa setelah mengikuti sekolah ini, investor akan mendapatkan pencerahan dalam memilih serta mengenali saham. Investor dan calon investor diharapkan dapat mengetahui karakter saham-saham yang dipilih nantinya sehingga investor dan calon investor tidak seperti membeli kucing dalam karung ketika berinvestasi di pasar modal.

Melalui  Sekolah Pasar Modal diharapkan jumlah investor pasar modal bisa bertambah secara signifikan. Saat ini, baru ada sekira 400 ribu subrekening efek atau hanya 0,16 persen yang menjadi investor di pasar modal dari sekira 240 juta penduduk Indonesia. Bandingkan dengan Bursa Malaysia yang telah mencatat jumlah investor pasar modal sebanyak 10 juta atau mencapai 35% dari sekitar 28 juta penduduknya.

Pada intinya, Ito menegaskan bahwa BEI mendorong investor dan calon investor domestik untuk berinvestasi guna menyemarakkan pasar modal Indonesia. "Kami tidak menargetkan jumlah investor yang akan terjaring dari Sekolah Pasar Modal ini. Yang penting bisa mengenalkan kepada masyarakat bagaimana cara berinvestasi, dan berharap semakin banyak anggota masyrakat yang berpartisipasi melalui sekolah ini,” paparnya.

BEI juga turut bekerjasama dengan sejumlah perusahaan sekuritas sebagai fasilitator Sekolah Pasar Modal. Siapa saja bisa mengikuti sekolah ini, tanpa dipungut biaya. Selain memperoleh materi berupa buku Sekolah Pasar Modal, makan siang, peserta juga akan memperoleh sertifikat bagi yang  mengikuti semua sesi pelajaran yang diadakan selama dua hari sejak pagi hingga sore.

Jadwal Sekolah Pasar Modal yang diadakan di Gedung Bursa Efek Indonesia tahun ini yaitu sebanyak tiga kelas atau tiga angkatan untuk SPM Level 1. Kelas-kelas ini diadakan pada  minggu keempat April, minggu keempat Juni, dan minggu ketiga September. Sementara itu, untuk SPM Level 2 akan diadakan pada minggu keempat September.

Materi yang diajarkan pada SPM level 1 di hari pertama meliputi Pengenalan Pasar Modal, Produk Investasi di BEI, Investasi Pasar Modal, dan Analisa Fundamental. Pada hari kedua, peserta SPM akan diajarkan materi Mekanisme Transaksi Efek di BEI, Analisa Teknikal, Pentingnya Memiliki Kartu AKSes, Simulasi Perdagangan Saham, dan Market Update. Sementara untuk SPM Level 2, para peserta akan mendapatkan pelajaran Pengenalan Pasar Modal Syariah, Pengenalan Produk Reksa Dana, Pengenalan Produk Derivatif, dan Instrumen Fixed Income. [yy/tim bei/
okezone.com]