12 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 19 Oktober 2021

basmalah.png

Berapa Lama Investasi Jangka Panjang di Pasar Saham

Fiqhislam.com - Investasi saham kerap disarankan untuk jangka panjang. Pertanyaan yang kemudian muncul, berapa lama sebetulnya jangka panjang yang dimaksud pada investasi di pasar saham? Ada beberapa pendapat seputar jangka waktu panjang ini. Untuk yang biasa menyimpan uang di deposito, jangka waktu setahun mungkin sudah dianggap panjang.
 
Itulah yang kemudian memunculkan beberapa versi jangka waktu panjang dalam berinvestasi saham, yakni 1,3,5 sampai 10 tahun, dan seterusnya. Untuk melihat jangka waktu yang ideal berinvestasi di pasar saham, bisa dianalisa dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
Data menunjukkan, apabila berinvestasi di saham sejak tahun 2006 hingga tahun 2012, maka IHSG rata-rata naik sebesar 29,4 persen.  Apabila hanya berinvestasi dalam setahun saja contoh, dari tahun 2006-2007, ketika  pasar saham sedang dalam kondisi bagus, maka kenaikan IHSG tercatat sebesar 55,3 persen. Namun, kalau investor berinvestasi selama setahun di tahun 2007-2008 maka ia akan mengalami kerugian sebesar 50,64 persen. Artinya berinvestasi dalam setahun masih memiliki risiko yang tinggi.
 
Naik dan turunnya IHSG dipengaruhi kenaikan dan penurunan harga saham yang tercatat di BEI. Penurunan harga saham terjadi karena lebih banyak pihak yang menjual saham tersebut dibanding yang melakukan pembelian (net sell). Bisa jadi karena investor melakukan aksi profit taking atau ambil untung, atau karena ada proyeksi penurunan kinerja perusahaan yang sahamnya dicatat di bursa.
 
Sebaliknya, kenaikan harga saham didorong pembelian yang lebih tinggi (net buy) karena proyeksi kinerja yang membaik. Faktor makro ekonomi dan sentimen di dalam serta di luar negeri ikut mempengaruhi persepsi investor atas saham-saham tertentu. Sentimen ini menyebabkan naik dan turunnya harga karena aksi beli dan jual investor.
 
Siklus kenaikan dan penurunan harga saham biasanya terjadi dalam 5,7 dan 10 tahun. Artinya semakin panjang berinvestasi, investor lebih memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan, ketimbang investasi dalam jangka waktu yang pendek. Secara teori disebutkan, semakin panjang jangka waktu investasi, semakin sempit pergerakan antara imbal hasil tertinggi dan terendah, yang menunjukkan risiko fluktuasi yang semakin menurun secara konsisten.
 
Apabila dihitung menggunakan standar deviasi, maka angka standar deviasi semakin mengecil untuk jangka waktu investasi yang lebih panjang. Jumlah kejadian positif return  semakin meningkat dan kejadian negative return makin menurun dengan meningkatnya jangka waktu investasi.
 
Kalimat bijak yang disampaikan investor terkenal di dunia Warren Buffet sepertinya bisa dijadikan panduan. Ia mengatakan, berinvestasilah untuk 10 tahun ke depan, bukan 10 menit ke depan. [yy/okezone.com]