fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


7 Ramadhan 1442  |  Senin 19 April 2021

Jadi Analis Karena Bisa Menolong Orang Lain

Bagi analis sekuritas asing Gema Goeyardi, berkecimpung di pasar modal memiliki banyak kesenangan dibandingkan duka. Apalagi ketika melihat klien mendapatkan gain setelah mengikuti rekomendasi. "Kalau duka tidak ada, paling kalau kita kehabisan bahan. Sedangkan sukanya jadi analis itu kita belajar melayani pembaca. Misal ketika market flat, maka kita memperkirakan market flat selama satu minggu," ujar Gema.
 
Menurutnya, pelaku pasar memiliki pro dan kontra. Hal ini karena mereka berasal dari berbagai kalangan dan kepentingan. Pihaknya pun harus belajar memfasilitasi kepentingan pelaku pasar dan mengarahkan pelaku pasar kepada arah tren yang kemungkinan besar akan terjadi.
 
Gema mengaku suka dirinya senang bisa membagikan ilmu kepada orang lain. Ia pun tertarik dengan profesi analis, karena dapat menolong orang lain,” Ini lebih ke arah moral. Kita memberikan arahan agar klien selamat dari krisis dan bisa keluar dari posisi menyangkut," papar analis sekaligusPresident Director dari PT Stocksforliving Indonesia dan Founder Astronacci ini.
 
Pria yang sudah berkecimpung selama tiga tahun sebagai analis ini mengaku senang melihat klien yang mendapatkan untung di pasar ketika mengikuti rekomendasinya. Ia pun memakai astronacci yaitu penghitungan pergerakan saham dengan mengikuti pergerakan planet.
 
“Dengan astronacci dapat menghitung tanggal saham naik atau turun,” katanya.Ia pun berharap astronacci diharapkan dapat semakin dikenal banyak orang. "Astronacci juga dapat diajarkan kepadaanak yatimpiatu dan anak cacat,”ujarnya.
 
Gema menceritakan, ada hal menarik selama jadi analis yang tidak akan dilupakannya. Yakni pernah membantu klien yang ngangkut di saham PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR). Pihaknya membuat trading plan untuk penyelamatan harga modal di atas, “Dengan puluhan ribu lot, ia akhirnya bisa keluar dengan selamat, bahkan bisa mendapatkan untung sedikit,”ujarnya.
 
Ia pun menuturkan bahwa beberapa waktu lalu, banyak orang kecewa dengan saham PT Garuda Indonesia Tbk. Ia pun membuat trading plan agar kliennya mendapatkan trading di harga bawah untuk average cost price-nya. "Setelah itu, beberapa klien hampir impas atau balik modal. Ini merupakan harta tak ternilai buat saya," katanya. [ast]
Gema Goeyardi
 
Agustina Melani | pasarmodal.inilah.com