fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Investasi di Pasar Modal? Kuasai Dulu "5 I"

Ingin belajar bermain saham? Bingung memilih saham apa yang dibeli atau kapan kita harus melepaskan saham-saham tersebut? Kuasai 5I ini dulu. "Berdasarkan pengalaman saya bermain saham selama bertahun-tahun, bermain saham hanya hanya harus memperhatikan lima 'I'.

'I' yang pertama adalah informasi. Bacalah koran, internet, laporan keuangan perusahaan dan sebagainya agar pengetahuan Anda banyak tentang saham itu sendiri," ujar Asosiate Director Lautandhana Securindo Sanny Gunawan ketika menjadi pembicara di Indonesian.

'I' selanjutnya adalah intelegensi. Ia mengatakan bahwa kepintaran kita harus terus dilatih, khususnya dalam membaca laporan keuangan. Intuisi juga diperlukan dalam menentukan langkah apa yang harus kita ambil dalam menghadapi pasar.

"Makanya kita harus jeli dan pintar baca laporan keuangan, kalau kita tahu selama dua kuartal laporan keuangan emiten itu jelek, jual saja sahamnya. Kebalikannya meskipun sahamnya jeblok, tapi laporan keuangannya bagus masih bisa diperdagangkan," lanjutnya.

'I' yang selanjutnya adalah interpretasi. Interpretasi diperlukan pemain saham untuk melihat semua sentimen yang sedang berkembang di pasar.

"'I' yang terakhir adalah kalau sudah melakukan itu semua maka Insya Allah saham Anda akan naik" lanjutnya.

Ia juga menyatakan bagi pemain pemula, sebaiknya jangan memulai dengan dana yang besar. "Mulailah sedikit-sedikit agar hidup anda tidak terganggu. Nikmatilah. Taruh saham anda di empat sektor yang berbeda misalnya perbankan, pertambangan, plantations dan properti misalnya. Jadi kalau satu saham rugi, kerugian anda hanya 25 persen saja" papar Sanny.

Yang tak kalah penting dalam bermain saham menurutnya juga melihat pasar global yang sedang terjadi.

"Bermain saham itu membuat kita senang, jadi kalau kita jadi sedih karena bermain saham mungkin uang kita kebanyakan yang kita taruh di saham" tutupnya.

Gina Nur Maftuhah - Okezone