fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Sya'ban 1442  |  Minggu 11 April 2021

Investor Harus Pandai Analisa

Investor Harus Pandai AnalisaBagi pengamat pasar modal yang satu ini, investasi bukan hanya masalah beli dan jual di pasar modal. Seorang investor dinilai harus mampu menganalisa, agar keputusan bukan bersifat sekadar spekulatif. “Investasi itu bukan hal yang mudah, paling penting dari suatu keputusan investasi adalah pengelolaan risiko,” ujar Felix Sindhunata kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pasar saham sangat dinamis dan faktor yang bervariatif. Oleh karena itu, ia kerap memperdalam ilmunya, dengan terus belajar mengenai pasar modal dan ekonomi.

Lulusan S2 Ekonomi dari Universitas Padjajaran ini mengawali karir di pasar modal dengan menjadi analis Pacific 2011 Futures pada 2004. Ia memulai karir menjadi analis dari titik nol. Felix mengaku, pada saat itu dirinya bahkan belum bisa membaca grafik.

Dirinya pun belajar otodidak dengan membaca buku, belajar dan melihat media massa. Selama menggeluti pekerjaan sebagai analis futures, Felix menuturkan mendapatkan banyak ilmu khususnya ekonomi global. Pria berkulit putih ini harus menganalisa ekonomi Korea Selatan, Hongkong, China, Amerika dan Jepang. "Dari buku, dari internet, tv, bloomberg, reuters, koran juga, intinya waktu itu baca dan baca, belajar dan belajar," ujar Felix.

Setelah bekerja selama satu tahun sebagai analis futures, Felix mulai tertarik untuk mempelajari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)."Saya melihat bursa saham itu merupakan tempat kita dapat mengelola dan mengembangkan dana kita secara transparan dan legal dan resikonya pun tidak setinggi pasar derivatif," tutur Felix

Felix menggeluti pekerjaan sebagai analis saham mulai 2006 di PT Mega Capital. Ia mengaku menemui berbagai pengalaman menarik setiap hari di pasar modal. Menurutnya, selama bekerja sebagai analis di pasar modal merupakan pengalaman yang menyenangkan.

"Bagaimana market bereaksi terhadap suatu berita itu adalah pengalaman yang sangat menarik bagi saya. Bagaimana market bereaksi, bagaimana melihat kepanikan pasar saat krisis 2008, bagaimana melihat perilaku investor, itu adalah pengalaman menarik bagi saya, menjadi analis pasar modal lebih menyenangkan karena kita terlibat dalam perjalanan suatu ekonomi dan pasar modalnya, " tegas Felix.

Menurutnya, seorang analis tidak hanya menganalisa pasar Indonesia saja tetapi harus melihat juga ekonomi dan pasar negara maju. Selain itu, hal terpenting menjadi analis pasar modal adalah bagaimana memberikan edukasi, bagaimana melakukan investasi secara benar kepada investor, dan bukan spekulasi.

"Kita sebagai analis hanya dapat memberikan saran tetapi keputusan akhir tetap pada investor,investor yang cerdik adalah investor yang memperhatikan risiko sehingga mereka benar-benar menyadari keputusan yang mereka ambil," tutur Felix.

Felix menuturkan, crash-nya pasar modal pada 2008 menjadi pengalaman tak menyenangkan. Saat melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun drastis dan investor banyak mengalami kerugian membuat masa itu menjadi tak menyenangkan."Melihat bagaimana market colaps, melihat kerugian besar investor itu memang tak menyenangkan," ujar Felix yang aktif di perusahaan sekuritas selama empat tahun ini.

Felix memiliki impian untuk pasar modal. Bapak satu anak ini ingin melihat pasar modal maju sejalan dengan membaiknya ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat sehingga pengetahuan masyarakat terhadap pasar modal juga lebih baik. Ia mengharapkan bursa dapat terus melakukan edukasi ke masyarakat tentang pasar modal supaya masyarakat jauh lebih mengenal dengan baik. "Bursa harus berjalan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi sehingga pada satu titik nanti bursa saham Indonesia akan menjadi salah satu bursa yang utama di Asia Pacific," kata Felix yang saat ini bekerja di Deloitte.

pasarmodal.inilah.com