5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Adakah Pengaruh Melemahnya Utang Amerika pada Pasar Property Indonesia?

Adakah Pengaruh Melemahnya Utang Amerika pada Pasar Property Indonesia?Ditengah gejolak perekonomian global sat ini khususnya dari kawasan Eropa dan Amerika, maka timbul pertanyaan seberapa amankah perekonomian kita di Indonesia ini ? Ada beberapa komponen yang perlu kita lihat. Melihat akan perkembangan GDP kita dalam beberapa tahun terakhir, kemungkinan pada tahun ini akan ada pertumbuhan GDP riil sebesar 6,5% dan tingkat investasi yang bertumbuh 9,2%, sementara suku bunga acuan Bank Indonesia akan dipertahankan pada level 6,75% dan tingkat inflasi diperkirakan akan berada pada level 6% sampai akhir tahun 2011.

Dari aspek Investasi misalnya kita melihat pada Obligasi, maka Indonesia termasuk dalam kelompok negara emerging economies saat ini telah menjadi satu negara tujuan para investor global untuk berinvestasi dikarenakan tingkat return yang masih lebih menjanjikan dibandingkan dengan jenis investai yang serupa di Eropa dan AS.

Pertumbuhan ekonomi sektor industri serta investasi sedemikian umumnya akan mendorong tingkat konsumsi domestik. Dan sektor yang umumnya berbanding lurus dan berkorelasi kuat yaitu sektor property dan kendaraan bermotor.

Gejolak keuangan di AS dan Eropa, yang masih terus berlangsung, telah membawa dampak positif pada arus modal, dimana ada arus dana masuk mengalir ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 237, 6 juta, negara keenam terbesar dalam pertambahan penduduk di kawasan Pasifik, yang dampaknya akan terlihat pada pembangunan perumahan. Pembangunan sektor property seperti Perumahan , Apartement, Perkantoran dan kawasan industri diperkirakan akan bertumbuh pesat.

Terlihat bahwa gairah perkembangan sektor property di kawasan Asia Pasifik terus meningkat, begitu juga terjadi di Indonesia, seiring dengan derasnya aliran “ Cash Inflow”, yang juga akan menarik arus masuk investor-investor asing di sektor property sebagai sektor investasi yang menarik dan memberikan return menarik. Namun faktor ketidak siapan developer lokal, infrastrukutur dan sistim legalitas yang belum jelas akan dapat menjadi halangan yang memperlambat aliran dana pada sektor Property.

Untuk mengatasi kendala ketidaksiapan developer lokal sangat diperlukan adanya kerjasama antara beberapa kementerian baik dari Kementerian Perumahan, Kementerian Hukum, Kementerian Transportasi, Kementerian Ketenaga Kerjaan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Telekomunikasi, dan lainnya terkait sehingga membuat lahan di Indonesia menjadi lahan yang menarik dan tidak terlalu berat bagi pengembang international untuk menggarap nya sebagai lahan property.

Hal ini terkait dengan pola pembangunan property terkini yang berupa kawasan terpadu, dimana kompleksitasnya memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Pada masa sekararang, kawasan yang seperti ini termasuk baru dibangun oleh para ahli property lokal.

Masih adakah saat manis Investasi di Property ?
Kesempatan atau peluang berinvestasi di Indonesia masih ada dan panjang. Hal ini perlu diperhatikan sehubungan dengan adanya siklus industri property yang terkait erat dengan kondisi perekonomian. Seperti dikatakan diatas keadaan ekonomi global mengakibatkan derasnya aliran dana masuk ke negara Emerging Market, termasuk Indonesia di dalamnya. Dengan kondisi demikian ditambah dengan harga tanah di Indonesia yang lebih murah dibanding dengan tanah di negara emerging market lainnya, tenaga kerja juga masih lebih murah dan jumlah penduduk yang cukup besar, membuat pasar property yang tersedia adalah besar.

Hal ini menggairahkan para Investor untuk menjadi pelakunya. Dimana bank juga telah mengambil posisi untuk mendukung pengajuan-pengajuan kredit para Investor. Disamping para pengembang juga mempunyai alternatif pendanaan lain, yaitu melalui Lembaga-lembaga Keuangan Non Bank.

Menariknya pasar Property antara lain adalah beragamnya motif dan tujuan pebelian asset property. Pembeli property bukan membeli hanya untuk kebutuhan primer/utama sebagai tempat tinggal, tapi bisa untuk menjadi rumah alternatif, rumah investasi, rumah untuk warisan, ruko untuk tempat usaha atau industrial estate guna menarik para pabrikan masuk pada area industri yang siap dengan segala eko-sistim limbah buang, misalnya.

Mengatasi Keterbatasan
Ada beberapa peraturan yang menjadi keterbatasan dalam perkembangan sektor property. Antara lain peraturan melarang kepemilikan warga negara asing atas tanah dan bangunan di Indonesia. Larangan “pre-selling” bagi para pengembang serta keterbatasan sistim kerja antar kementerian terkait dengan properti. Peraturan seperti larangan kepemilikan akan orang asing untuk memiliki tanah dan bangunan di Indonesia, apabila larangan tersebut diperpanjang jangka waktunya akan membuat banyak orang asing tertarik membeli apartment atau rumah di Indonesia. Hal ini jelas akan mendongkrak pertumbuhan properti berikutnya. Dengan menghindarkan rasa takut akan hilangnya eksistensi bangsa sendiri terhadap tanah dan bangunan di Indonesia. Disamping itu dampak dari kepemilikan orang asing untuk memiliki rumah dan apartment di Indonesia juga akan dapat mendongkrak perekonomian melalui sektor-sektor lain diluar properti.

Diharapkan pemerintah akan menyelesaikan peraturan ini ditahun 2011. Demikian akan larangan ”pre-selling” yang tertolong jika dilakukan persentase pelunasan pembangunan, dan jika larangan ini diberlakukan akan dapat mempengaruhi cash flow selama Constuction yang dapat memperlambat pembangunan.

Dengan lebih terbukanya kerjasama antar kementerian secara terpadu, baik itu sisi transportasi, jaringan listrik dan telkom, aspek legal serta pariwisata kiranya itu semua akan dapat mendongkrak minat investor asing untuk membangun kawasan-kawasan terpadu yang berstandard internasional .

Oleh Juanita Batubara
vibiznews.com
 
 
Tags: Utang