fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Mengenal Lebih Dekat Emergency Fund

Mengenal Lebih Dekat Emergency FundDalam dunia perencanaan keuangan, dana darurat atau biasa disebut dengan Emergency Fund (EF), sangat sering dibahas. Pada artikel ini, penulis akan membahas perihal Emergency Fund yang selanjutnya penulis menggunakan singkatan EF.

Pada artikel sebelumnya, Penulis membahas bahwa perbankan bukanlah solusi bagi kita untuk melakukan investasi. Namun pertanyaannya, apakah kita tidak memerlukan bank? Jawaban dari pertanyaan tersebut yaitu adalah kita tetap memerlukan bank sebagai sarana kita melakukan transaksi sehari-hari dengan frekuensi yang sering dan likuiditas yang tinggi.

Nah, pertanyaan selanjutnya, yaitu sebaiknya berapa banyak dana yang harus disimpan di dalam bank? Di sinilah peran EF sangat penting sekali untuk menjawab pertanyaan di atas.

Perhitungan EF sebenarnya secara perencanaan keuangan menggunakan 3-6 kali dari penghasilan kotor kita. Ingat! Penghasilan kotor bukan penghasilan bersih.

Contoh, jika Bapak Budi memiliki penghasilan kotor setiap bulan (sebelum dikurangi dengan pengeluaran) sebesar Rp10 juta, maka, sebaiknya dana EF yang harus dipersiapkan Bapak Budi di rekeningnya sebesar 3-6 kali atau sebesar Rp30 juta sampai dengan Rp60 juta.

Pada kesempatan ini, Penulis menyarankan idealnya menggunakan 6 kali sebagai EF yang perlu dipersiapkan oleh Bapak Budi.

EF, menurut Penulis, sama halnya dengan kita membangun suatu rumah yang memerlukan pondasi yang kuat. Demikian pula halnya dengan EF merupakan tahap pertama dalam perencanaan keuangan yang sangat penting kita lakukan dalam kehidupan keuangan kita.

Adapun fungsi EF sebenarnya lebih merupakan sebagai dana darurat yang digunakan untuk kepentingan mendesak atau keperluan sehari-hari dengan disiplin diri untuk selalu memenuhi dana 6 kali penghasilan kotor tersebut kembali jika kita menggunakan dana tersebut.

Fungsi EF lainnya dapat diilustrasikan pula sebagai berikut menggunakan contoh di atas, jika Bapak Budi karena sesuatu hal berhenti bekerja, atau tidak memiliki penghasilan, setidaknya selama 6 bulan ke depan Bapak Budi masih bisa menghidupi dirinya sendiri sambil mencari peluang bisnis atau pekerjaan lainnya.

Adapun produk investasi yang tepat untuk EF adalah tabungan, deposito atau reksa dana pasar uang (akan dijelaskan dalam materi selanjutnya) yang memiliki rentang waktu kurang dari 1 (satu) tahun.

Hal ini dikarenakan fungsi EF yang digunakan untuk kebutuhan mendesak sehingga dana tersebut harus memiliki likuiditas yang cepat dan tinggi.

Jimmy Dimas Wahyu
imq21.com