fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

Kunci Investasi di Pasar Modal: Jangan Serakah!

Kunci Investasi di Pasar Modal: Jangan Serakah!Fiqhislam - Kondisi di lantai bursa yang masih fluktuatif belum bisa diprediksi kapan akan kembali stabil. Untuk itu, bagi Anda yang baru saja terjun berinvestasi di pasar modal semestinya memiliki pedoman dalam melangkah.

Analis Pasar modal Nico Omer menilai jika Anda ingin memulai berinvestasi dipasar modal jangan cenderung serakah. Untuk itu sebaiknya Anda hanya cukup mengkoleksi lima sampai 10 saham dalam portofolio dari berbagai sektor.

"Jangan serakah untuk berinvestasi. Cukup koleksi lima hingga 10 saja dari berbagai sektor. Supaya Anda fokus," ungkapnya sebagaimana dikutip dari Okezone, Minggu (9/10/2011).

Menurut Nico, jika investor terlalu banyak mengkoleksi saham dalam portofolionya, dapat dipastikan investor akan kewalahan dalam memperhatikan fundamental perusahaan tersebut. Untuk itu dirinya meminta investor agar jangan malas untuk membaca laporan keuangan emiten

"Bayangkan saja, Anda koleksi 60 saham dalam portofolio Anda. Bisa kesulitan Anda untuk membaca laporan keuangan karena anda juga harus memperhatikan fundamental dari perusahaan tersebut," paparnya.

"Bagaimana Anda akan untung kalau Anda sendiri tidak mengerti bagaimana fundamental perusahaan/emiten yang anda akan koleksi sebagai portofolio daripada investasi Anda, maka dari itu jangan bosan untuk membaca laporan keuangan," tambahnya.

Disisi lain, Nico kembali mengingatkan bahwa dalam mengambil keputusan dalam berinvestasi harus mengambil keputusan berdasarkan fakta dan jangan sekalipun membiarkan emosi investor terlibat.

"Selain itu pusatkan perhatian pada perusahaan dengan pertumbuhan penjualan dan laba yang bersih, cash flow yang positif, return of equity yang tinggi," ucapnya.

Tambahnya, ada tiga hal yang penting yang harus diperhatikan dalam memperhatikan laporan keuangan sebuah emiten. Yang pertama yaitu The Balance Sheet atau neraca. Dimana aset perusahaan harus seimbang dengan utang atau modal yang dimiliki oleh perusahaan harus seimbang.

Yang kedua tentunya laporan laba atau rugi suatu perusahaan/emiten tersebut. Tentunya erseroan harus memiliki laba bersih untuk dipilih untuk berinvestasi.

Ketiga, yaitu cash flow perusahaan tersebut. Dimana uang yang masuk haruslah seimbang dengan uang yang keluar.

Maka dari itu, Nico pun berpesan bahwa agar investor berhasil dalam berinvestasi maka belilah saham dengan fundamental yang kokoh dan membeli dalam harga yang rendah. Nico menekankan bahwa yang paling terpenting adalah fokus terhadap yang penting yaitu bisnis dari emiten itu sendiri dan harga sahamnya akan mengikutinya. "Jangan lihat untungnya dulu lihat juga risikonya," tuntas Nico.

Andina Meryani
sindonews.com