fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Mengupas Kontroversi Teori Pasar Efisien

Mengupas Kontroversi Teori Pasar EfisienDi pasar modal ada dua pandangan yg berbeda mengenai teori pasar efisien (efficient market hypothesis). Teori ini mengatakan bahwa kegiatan para analis dan manajer investasi melakukan riset dan analisis utk mencari saham yg undervalued atau murah adalah kegiatan yg sia-sia.

Kadang-kadang biaya utk melakukan riset ini sedemikian besarnya sehingga walaupun sebenarnya hasil riset dapat memberikan return di atas rata-rata namun setelah dipotong biaya riset, return tsb menjadi lebih kecil dari tingkat return rata-rata.

Karenanya hingga kini teori pasar efisien menjadi bahan perdebatan apakah kegiatan riset dan analisis benar-benar dapat meningkatkan return sebuah investasi. Perdebatan masih terus berlanjut dan tidak ada kesimpulan apapun yg dapat diperoleh.

Ada tiga faktor mengapa perdebatan mengenai teori pasar efisien hingga kini masih terus berlanjut dan bahkan mungkin tidak akan selesai sampai kapanpun. Ketiga faktor tsb adalah The Magnitude Issue, The Selection Bias Issue, dan The Lucky Event Issue.

THE MAGNITUDE ISSUE

Pada umumnya seorang manajer investasi mengelola dana dalam jumlah besar, dari ratusan miulyar hingga trilyunan rupiah. Jika manajer investasi tsb mengelola dana sebesar 5 trilyun rupiah dan ia dapat memberikan return di atas rata-rata (atau mengalahkan pasar) sebesar 0.01% per tahun maka investasi tsb akan memberikan return tambahan sebesasr 500juta rupiah.

Mengalahkan pasar sebesar 0.01% artinya bila selama satu tahun return pasar (IHSG) adalah 10% maka berarti manajer tsb menghasilkan 10.01% per tahun dalam investasinya.

Angka ini bila dilihat secara terpisah tentu cukup besar dan akan menganggap bahwa riset dan analisis yg selama ini dilakukan oleh manajer tsb berhasil dan ada manfaatnya. Namun bila dilihat secara statistic, apakah kontribusi yg telah diberikan oleh manajer tsb memang bernilai. Mungkin tidak. Bila volatilitas pasar adalah 30% maka return sebesar 0.01% yg dikontribusikan oleh manajer tsb mungkin tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dgn tingkat volatilitas pasar selama periode tsb.

Terhadap tingkat fluktuasi sebesar 30%, kenaikan sebesar 0.01% tentu sulit utk mengatakan bahwa manajer tsb telah memberikan kontribusi yg bernilai. Namun nilai 500juta rupiah tetaplah kenaikan yg cukup bernilai.

Inti dari issue ini adalah bahwa teori pasar efisien mungkin memang benar berlaku di bursa karena sebenarnya hasil riset dan analisis manajer tsb, yg telah mengalahkan pasar sebesar 0.01%, dapat dikatakan tidak ada manfaatnya.

Menghasilkan kenaikan sebesar 0.01% di tengah pasar yg berfluktuasi sebesasr 30% bukan merupakan suatu prestasi. Bagi penentang teori pasar efisien akan mengatakan bahwa hasil riset dan analisisnya telah menghasilkan kenaikan sebesar 500juta rupiah per tahun dan kegiatan riset mereka tidak sia-sia.

THE SELECTION BIAS ISSUE

Misalkan anda menemukan suatu pola investasi yg benar-benar dapat menghasilkan uang dalam arti dapat memberikan keuntungan abnormal return  (keuntungan di atas rata-rata). Ada dua pilihan : anda publikasikan teknik tsb di media masa utk memperoleh kemasyhuran sesaat atau anda simpan teknik itu utk diri sendiri dan menggunakannya utk menghasilkan milyaran rupiah.

Pada umumnya hampir semua orang akan memilih opsi kedua. Pelajaran yg dapat dipetik dari sini adalah bahwa hanya para investor atau menajer investasi yg teknik investasinya tidak dapat memberikan keuntungan di atas rata-rata baru akan mau mempublikasikan penemuannya atau tekniknya tsb ke media masa.

Jadi hasil riset maupun analisis ataupun teknik investasi yg dipublikasikan di media masa yg merekomendasikan saham-saham yg dapat memberikan keuntungan sebenarnya mungkin sudah pernah dicoba dan digunakan dan tidak berhasil. Karena tidak berhasil maka mereka baru mau mempublikasikannya ke media masa.

Karenanya, penentang teori pasar efisien (yg tidak setuju bahwa harga saham tidak dapat diprediksi) mempunyai suatu alasan yg kuat dgn mengatakan bahwa teknik investasi yg dapat memprediksi harga saham dan memberikan abnormal return sebenarnya ada, hanya tidak dipublikasikan.

THE LUCKY EVENT ISSUE

Kadang-kadang dalam periode tertentu (baik itu mingguan, bulanan, atau tahunan) ada manajer investasi yg dapat menghasilkan tingkat return yg fantastic. Hasil ini tentu menyangkal teori pasar efisien. Namun fakta ini harus dipertanyakan lagi.

Seperti analogi berikut ini : ada sebuah kontes melempar koin utk melihat siapa yg terbanyak melempar koin tsb dgn posisi angka di atas. Peluang setiap peserta sama yaitu 50 : 50.

Namun jika ada 10,000 orang yg mengikuti kontes ini tentu tidak mengherankan bila paling tidak ada satu dari sepuluh ribu orang yg menghasilkan 75% atau lebih dgn posisi angka di atas walaupun sebenarnya peluang setiap orang adalah sama yaitu fifty-fifty.

Perhitungan statistic menunjukkan bahwa kemungkinan kontestan yg melempar 75% atau lebih dengan posisi angka di atas adalah dua orang. Apakah kedua orang ini dapat dinobatkan sebagai “juara melempar koin dgn posisi angka di atas paling banyak ?” Rasanya tidak. Karena sebenarnya kedua orang ini adalah kontestan yg kebetulan beruntung (lucky) pada saat itu yg melempar dgn posisi angka di atas terbanyak.

Analogi ini bila dikaitkan dgn teori pasar efisien cukup jelas. Jika menurut teori pasar efisien setiap saham telah mencerminkan harga wajarnya, berbagai analisis yg merekomendasikan saham tertentu ibarat spt melempar koin. Semua analisis mempunyai probabilitas yg sama utk benar atau salah.

Jika semua analisis ini diikuti oleh para investor, bukan tidak mungkin satu atau dua investor yg beruntung akan memperoleh untung besar dari salah satu banyak analisis yg dipublikasikan tsb.

Analisis yg membuat investor untung tsb akan dipublikasikan di media masa sementara analisis-analisis lain yg jumlahnya lebih banyak tidak terdengar lagi kelanjutannya.

Intinya adalah paling tidak pernah ada suatu pola investasi atau teknik investasi yg berhasil memberikan keuntungan di atas rata-rata. Pendukung teori pasar efisien akan mengatakan bahwa itu hanya kemujuran (luck) sementara penentang teori ini mengatakan hal bahwa hal itu dapat terjadi krn skill dan hasil dari riset dan analisis yg baik.

Ketiga issues di atas menjadikan perdebatan mengenai teori pasar efisien tidak pernah berhenti. Mungkin pertanyaan yg paling bijak yg perlu dilontarkan saat ini sehubungan dgn teori pasar efisien adalah bukan “apakah pasar efisien?” melainkan “seberapa efisienkah pasar tsb?”

 

***