fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


7 Ramadhan 1442  |  Senin 19 April 2021

Pengamatan Pada Emiten

Pengamatan Pada Emiten(*)-MENGAMATI SEKURITAS AFILIASI DENGAN EMITEN DI BEI
Tips :     Jika sekuritas tersebut tiba – tiba melakukan transaksi pembelian dalam volume besar dengan frekuensi kecil dibanding dengan sekuritas lain.
        Maka, saham yang dibeli sekuritas tersebut layak dikoleksi.
Contoh : PT. Danatama Makmur Sekuritas dengan Grup Bakrie (BUMI, UNSP, BTEL, BNBR, ENRG, ELTY) Read More......

(*)-MENGAMATI PSIKOLOGIS INVESTOR TERHADAP SUATU SAHAM TERTENTU
Tips :     PT. BISI International Tbk (BISI) merupakan satu – satunya emiten penghasil benih jagung dan padi hibrida yang terdaftar di BEI & penguasa pasar benih jagung di Indonesia. Investor secara psikologis melihat grafiknya secara keseluruhan naik terus sejak IPO akhir Mei 2007 . Alasannya karena perkiraan kebutuhan ethanol dunia & pengganti bahan pangan yang semakin besar, peningkatan produksi, berani iklan di media, afiliasi dengan Charoen Pokphan, kebutuhan pakan ternak semakin besar, adanya pembeli siaga dari grup afisiliasi, maka prospeknya semakin besar. Jadi mereka yang sudah memegangnya akan terus bertahan, sehingga harganya naik terus.

(*)-MENGAMATI KERJASAMA EMITEN DENGAN EMITEN
Tips :     PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) membuat perusahaan patungan dengan PT. Kereta Api Indonesia untuk menyuplai batu bara ke PT. Pembangkit Listrik Negara. Dengan demikian, maka efisiensi biaya semakin besar.

(*)-MENGAMATI CALON PERUSAHAAN YANG AKAN DIAKUISISI
Tips :     Jika calon perusahaan yang diakuisisi mendukung kegiatan usaha emiten dari hilir ke hulu, maka sahamnya tersebut layak di koleksi. Karena biaya yang dikeluarkan perusahaan akan semakin efisien.
Contoh : PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

(*)-MENGAMATI TANGGAL STOCK SPLIT
Tips :     Koleksi saham sebelum stock split, karena saham yang setelah stock split, maka likuiditas di pasar semakin besar, sehingga minat investor untuk koleksi semakin besar.

(*)-MENGAMATI EMITEN YANG DIAKUISISI OLEH EMITEN LAIN DENGAN HARGA PREMIUM
Tips :     Demi melindungi investor minoritas, BAPEPAM mewajibkan emiten yang mengakuisisi memperlakukan pembelian dengan harga yang sama seperti ke pemilik saham mayoritas. Jadi, setelah ada ada pengumuman resmi dan jika harganya di pasar masih dibawah harga akuisisi yang ditetapkan, maka saham tersebut layak dikoleksi.
Contoh : PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) di akuisisi oleh Philip Morris, PT. Bank International Indonesia Tbk (BNII) oleh Maybank.

(*)-MENGAMATI PERGANTIAN SEKTOR USAHA EMITEN YANG DIDUKUNG KEUANGAN YANG KUAT
Tips :     Jika suatu emiten berganti ke sektor usaha yang berprospek bagus dan didukung oleh keuangan dan afiliasi yang kuat, maka saham tersebut layak di koleksi.
Contoh : PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) berubah dari sektor usaha travel ke pertambangan batu bara.

(*)-MENGAMATI EMITEN PENGENDALI HARGA GLOBAL
Tips :     PT. Timah Tbk (TINS) merupakan penghasil timah terbesar di dunia, jadi emiten tersebut bisa menjadi pengendali harga agar tetap stabil. Misalnya dengan menjadi satu – satunya pengekspor timah yang diperbolehkan pemerintah Indonesia, mengurangi kuota ekspor, dan mengurangi penambangan liar.

(*)-MENGAMATI PERGERAKAN HARGA KOMODITAS
Tips :     Jika harga komoditas seperti tambang, energi, pertanian global naik, sedang emiten saham di BEI belum naik, maka saham tersebut layak di koleksi.
Contoh : Jagung – PT. Bisi Internasional Tbk (BISI)
Batubara – PT. Bumi Resources Tbk (BUMI)
CPO – PT. Astra Argo Lestari (AALI)

(*)-MENGAMATI SAHAM YANG DI CADANGKANN EMITEN (GREEN SHOE) DAN WAKTU EKSEKUSINYA
Tips :     Jika sahamnya lagi tren turun, jumlah yang dicadangkan untuk lepas ke pasar banyak, waktunya eksekusinya sebentar lagi. Maka hindarilah, karena setelah eksekusi, saham beredar semakin banyak, dan harganya akan semakin turun.
Contoh : PT. Polysindo Eka Perkasa Tbk (POLY) pada tahun 2007

(*)-MENGAMATI TREN SAHAM YANG LAGI DIMINATI
Tips :     Jika saham batubara dan CPO lagi tren naik, maka ikutilah dan sebaliknya.

(*)-MENGAMATI HARGA AKUISISI INTERNAL OLEH PERUSAHAAN INDUK
Tips :     Cari tahu harga saham akuisisi internal oleh perusahaan induk terhadap anak perusahaannya serta kombinasikan dengan tanggal yang kira – kira sudah mendekati tanggal eksekusi. Karena jika harga anak perusahaannya masih di bawah harga akuisisi, maka harganya akan naik.
Contoh : PT. Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengakuisisi PT. Bumi Resources Tbk (BUMI), PT. Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT. Bakrieland Development Tbk (ELTY) pada April 2008

(*)-MENGAMATI SAHAM IPO YANG DIIKUTI BONUS WARRANT
Tips :     Jika ada saham IPO yang diikuti bonus warrant, serta jumlah lembar bonus warrant-nya lebih banyak dari jumlah saham yang diterbitkan. Maka saham tersebut layak dikoleksi, karena seandainya jika saham tersebut jatuh di pasar sekunder, setidaknya ada pengurangan risiko di bonus warrant.
Contoh : IPO PT. Darma Henwa (DEWA) tahun 2007

(*)-MENGAMATI PER SEKTOR SAHAM SEJENIS
Tips :     Jika PER sektor saham sejenis seperti batubara & CPO rata-rata sebesar 25x, maka carilah saham penguasa pasar, berkinerja bagus, dan PER – nya di bawah rata – rata tersebut. Karena harganya masih lebih murah.
Contoh : PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) & PT. Astra Argo Lestari Tbk (AALI)

(*)-MENGAMATI PERGERAKAN HARGA SEKTOR SAHAM SEJENIS HARIAN
Tips :     Jika beberapa harga saham sejenis dalam pertambangan batu bara naik seperti PT. Bumi Resources Tbk (BUMI), PT. United Tractors tbk (UNTR), PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) sehari dalam persentase yang besar, sedangkan PT. Indo Tambangnya Megah Tbk (ITMG) tidak ada pergerakan. Maka ITMG, layak dikoleksi, karena potensi untuk naik di hari bursa berikutnya lebih besar & risiko aksi profit takingnya lebih sedikit.

(*)-MENGAMATI EMITEN BLUE CHIP YANG BUY BACK
Tips :     Jika emitennya penguasa pasar & kinerjanya bagus, maka buy back akan mengurangi saham yang ada di pasar, sehingga jumlah saham beredar semakin sedikit & harganya semakin tinggi. Jadi sahamnya layak di koleksi.
Contoh : PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) pada Januari & Februari 2008

(*)-MENGAMATI PERGERAKAN HARGA SEKTOR SAHAM SEJENIS HARIAN
Tips :     Jika beberapa harga saham sejenis dalam pertambangan batu bara naik seperti PT. Bumi Resources Tbk (BUMI), PT. United Tractors tbk (UNTR), PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) sehari dalam persentase yang besar, sedangkan PT. Indo Tambangnya Megah Tbk (ITMG) tidak ada pergerakan. Maka ITMG, layak dikoleksi, karena potensi untuk naik di hari bursa berikutnya lebih besar & risiko aksi profit takingnya lebih sedikit.

(*)-CARILAH EMITEN YANG MELAKUKAN BUYBACK
Kalau ada perusahaan yang mengumumkan untuk membeli kembali sahamnya (melakukan buybackI, bagaimana sikap investor sebaiknya? (Logika sederhana menyatakan bahwa “kalau emiten saja ingin membeli tentu saham tersebut layak dibeli investor,” Benarkah rencana buyback berarti tanda baik bagi investor?

(*)-APA PENGARUH BUYBACK BAGI FUNDAMENTAL EMITEN
Terlepas dari upaya mencegah kemerosotan harga, buyback tidak menyebabkan terjadinya transfer aset secara langsung kepada pemegang saham. Pasalnya dana yang digunakan adalah laba emiten, yang pada hakikatnya hak pemegang saham. Selain itu adaaperaturan yang membatasi kenaikan harga selama aksi buyback berlangsung. Peraturan menentukan bahwa saham harus dibeli kembali di bawah atau pada harga yang sama dengan harga perdagangan sebelumnya. Selain itu ada batasan lain : pembelian dibatasi hanya 10% dari saham yang beredar untuk menjaga agar setelah buyback likuiditas di pasar tetap ada.

Langkah buyback dimaksudkan untuk meningkatkan nilai (value) pemegang saham. Karena saham yang dibeli tidak mempunyai hak suara dan hak atas deviden maka hak atas suara dan dividen menjadi hak pemegang saham yang ada. Dengan demikian value saham tersebut meningkat, jika tidak ada faktor lain yang mempengaruhi. Mungkin emiten mempunyai alasan lain ketika melakukan buyback, yakni untuk tujuan investasi. Nantinya, kalau harga sahamnya bagus saham tersebut bisa dilepas kembali di pasar dan menikmati gain.

(*)-BERITA BAIK DAN BURUK
Pengumuman rencana buyback seringkali disertai dengan pernyataan bahwa saham tersebut di pasar cukup murah dan layak untuk dijadikan investasi. Tetapi mempertimbnagkan dampak dari pengumuman buyback tersebut, timbul tanda apakah pengumuman tersebut hanya window dressing atau memang betul – betul akan dilakukan?

Sebetulnya, pembelian kembali saham oleh perusahaan mempunyai sisi baik dan buruk sekaligus. Majalah Forbes edisi November 1997 misalnya melaporkan bahwa menyusul adanya koreksi DJI sebesar 508 poin pada Oktober 1987, lebih dari 700 perusahaan mengumumkan pembelian kembali saham. Dampak segera dari langkah tersebut adalah berkurangnya jumlah saham beredar. Dengan asumsi permintaan tetap ada, maka ada kelebihan permintaan dan jelas mendongkrak harga ke atas. Karena banyak emiten yang melakukan maka buyback banyak membantu pemulihan pasar secara keseluruhan.

Di sisi lain, perusahaan sering mengunakan buyback jika mereka mempunyai berita buruk yang harus dilaporkan. Misalnya saja, rencana buyback diumumkan pada saat melaporkan berita negatif, misalnya penurunan laba. Perusahaan berita tentang buyback akan menandingi berita buruk sehingga dampaknya pada harga akan berubah dari negative menjadi netral.

(*)-BAGAIMANA UNTUK INVESTOR JANGKA PANJANG?
Melihat harga saham naik beberapa persen poin dalam beberapa hari adalah impian para investor jangka pendek.

Analisis saham menghitung nilai intrinsik saham berdasar potensi pertumbuhan laba per saham. Dengan adanya buyback maka “nilai intrinsik” saham tersebut akan meningkat. Pada gilirannya ini akan mengangkat harga saham tersebut di pasar. Tetapi kenaikan harga harus sebanding dengan tambahan nilai yang masuk menyusul adanya buyback. Membayar harga yang tinggi saat buyback dapat menyebabkan masalah : pertama merusakkan value saham dan kedua, menggunakan dana perusahaan dengan cara yang tidak mendatangkan hasil besar.

Adalah selalu bagus untuk selalu bersikap waspada di pasar modal. Dalam kondisi normal, perusahaan yang mempunyai uang kas lebih akan berekspansi, apakah membuka gerai baru atau membangun pabrik baru. Langkah ini akan menimbulkan rasa nyaman di kalangan investor dan pelanggan karena mereka percaya di tangan emiten uang mereka dapat berkembang lebih baik daripada mereka kelola sendiri. Atau kalau emiten tidak mampu memberikan hasil yang lebih besar (daripada kalau dana tersebut dikelola para pemegang saham), emiten bisa mengembalikan labanya kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Tetapi bagaimana jika perusahaan membeli sahamnya sendiri? Apakah manajemen tidak mempunyai rencana lebih baik untuk memanfaatkan uang yang ada? Apakah mereka kehabisan ide untuk berekspansi? Buyback tidak secara otomatis menambah potensi pertumbuhan emiten.

Apakah dengan membeli kembali sahamnya lebih kecil risikonya daripada berekspansi? Kalau memang pasar tidak memungkinkan , adalah masuk akal bagi perusahaan yang kelebihan cash untuk melakukan buyback. Apalagi kalau kondisi di pasar uang tidak menguntungkan, misalnya bunga rendah. Inilah yang menjadi perhatian yang harus dipunyai investor jangka panjang dan calon investor.

Satu hal lain yang perlu ditanyakan oleh investor jangka panjang adalah apa yang terjadi dengan saham (yang dibeli kembali). Mungkin ada makna tersembunyi dari buyback. Misalnya saham yang dibeli kembali akan digunakan untuk pensiun karyawan dan stock option plans, yang diperbolehkan oleh peraturan. Jelas, buyback akan berdampak positif jika saham yang masuk kembali ke portable akan dijual dengan memperoleh capital gain. Tetapi dampaknya akan negatif kalau dijual dengan diskon. Misalnya emiten melakukan buyback dengan Rp 2.000 per lembar dan menjualnya ke karywan dengan Rp 1.000

(*)-CAVEAT EMPTOR
Pengumuman buyback saham mempunyai banyak implikasi. Buyback akan meningkatkan laba per-saham karena jumlah saham beredar lebih sedikit sehingga harga saham dapat naik sesudah pengumuman buyback, terutama dalam pasar yang meningkat. Tetapi investor hendaknya waspada kalau rencana buyback disertai dengan berita buruk. Pemahaamn tentang fundamental emiten dan nilai sejati dari saham tersebut dapat membantu investor memutuskan apakah akan membeli atau menjual sham tersebut.

 

***