pustaka.png.orig
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Matematika Sederhana Bagi Investor Yang Tidak Boleh Dilupakan

Matematika Sederhana Bagi Investor Yang Tidak Boleh DilupakanFiqhislam.com - Sejauh ini kita telah berdiskusi tentang berbagai hal mengenai investasi saham. Seperti halnya sebuah perjalanan yang panjang, terkadang kita harus berhenti sejenak untuk memastikan kita masih berada di jalan yang benar.

Matematika adalah ilmu yang bersifat universal. Matematika adalah alat bantu yang sangat berguna untuk menjelaskan berbagai hal, tidak luput juga investasi. Seringkali justru penjelasan matematis sederhana yang akan dapat membantu kita dengan baik. Hal-hal yang akan saya ingatkan kembali berguna untuk menyegarkan kembali ingatan kita mengenai dasar-dasar investasi yang tidak boleh kita lupakan.

  1. Keuntungan sebesar 100% akan terhapus oleh kerugian sebesar 50%. Fakta ini memang pahit. Jika kita berhasil melipatduakan investasi kita, keuntungan yang didapatkan akan hilang total dengan kerugian hanya 50%. Fakta ini akan membawa kita kepada logika kedua.
  2. Untuk mengembalikan kerugian sebesar 50%, diperlukan keuntungan sebesar 100%. Sepertinya sudah jelas ya.
  3. Aturan 72. Walaupun sudah umum, saya mengingatkan kembali pentingnya aturan ini. Bagilah angka 72 dengan imbal hasil periodik (dalam persen), maka kita akan mengetahui berapa lama dana kita akan berubah menjadi dua kali lipat. Jika imbal hasil tahunan portfolio kita adalah 10%, maka diperlukan 72/10 = 7,2 tahun untuk melipatduakan dana investasi kita.
  4. Rata-rata geometris lebih baik daripada aritmetik untuk menghitung kinerja investasi. Rata-rata aritmetik didapatkan dengan menjumlahkan persentase keuntungan per tahun selama x tahun dan kemudian dibagi dengan x (jumlah tahun). Hal ini akan menimbulkan masalah karena tahun-tahun yang luar biasa (rendah atau tinggi) akan mempengaruhi hasil perhitungan rata-rata secara keseluruhan. Rata-rata geometris menangani  hal tersebut dengan lebih baik karena sejalan dengan konsep compounding. Penjelasan lebih lanjut mengenai geometric mean dapatr dibaca di sini.
  5. Jangan lupakan nilai nominal, terkadang persentase bisa menyesatkan. Sebagai contoh, jika dana investasi kita tidak terlampau besar, fee yang dibebankan pada kita untuk membeli suatu produk reksadana mungkin tidak terasa. Katakanlah biaya pembelian (subscription) suatu reksadana adalah 2%. Sepertinya terlihat kecil namun carilah nilai nominal dari fee itu. Apabila nilai investasi kita adalah 300 juta rupiah. Fee 2% mungkin tidak kita anggap besar namun nilai nominal 6 juta rupiah mungkin akan sedikit menyadarkan kita J
  6. Pada kondisi tertentu, imbal hasil 0% mungkin adalah alternatif terbaik. Apabila setelah melakukan analisis ternyata tidak ada saham yang prospektif dan dijual dengan harga murah, ada baiknya kita menyimpan dana kita dalam bentuk tunai. Kita tidak akan mendapatkan imbal hasil namun paling tidak kita tidak akan terjerumus untuk mengambil risiko yang tidak perlu.

Matematika investasi itu sederhana. Yang dalam adalah konsep di baliknya

Oleh Parahita Irawan, Penulis Buku 'Investing Ideas'
parahita.wordpress.com