fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


11 Ramadhan 1442  |  Jumat 23 April 2021

Yang Harus Disiapkan Ketika Krisis Keuangan Melanda

Yang Harus Disiapkan Ketika Krisis Keuangan Melanda  Fiqhislam.com - Kita sudah pernah membahas tentang bagaimana sebaiknya kita bereaksi ketika bursa turun ditulisan dibulan Agustus 2011 kemarin. Kita juga sudah membahas strategi diversifikasi untuk mengurangi resiko penurunan investasi kita dibulan September 2011.

Sekarang masuk ke bulan Oktober dan tekanan penurunan dibursa semakin besar. Apabila kita sempat keluar (untuk yang trading) sebelum market drop berarti posisinya sudah lebih aman. Lalu bagaimana dengan investasi kita yang untuk jangka panjang? Apa yang harus dilakukan dan diperhatikan oleh kita dalam kondisi seperti saat-saat ini sambil menunggu dan berharap bursa naik kembali?

Dalam proses menunggu bursa ini ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dengan keuangan dan portfolio kita agar kita tidak membuat kondisi keuangan keluarga menjadi semakin parah. Pertama yang harus selalu diperhatikan dan dijaga adalah jumlah Dana Darurat atau Emergency Fund yang kita miliki. Apakah jumlahnya masih sesuai dengan kebutuhan kita? Apakah kita pernah menggunakan sebagaian dari Dana Darurat sebelumnya dan belum mencicil lagi?

Kembali ke rumus Dana Darurat, bagi yang masih single dan tidak mempunyai tanggungan maka hanya membutuhkan sebesar 3 bulan kebutuhan bulanan, atau untuk lebih mudahnya dihitung dari penghasilan. Untuk yang mempunyai 2 orang tanggungan harus menyediakan dana sebesar 6 bulan penghasilan. Sedangkan apabila kita mempunyai lebih dari 2 orang tanggungan, Dana Darurat yang harus dipersiapkan sebesar 12 bulan.

Pastikan jumlah Dana Darurat kita tetap tercukupi dan sesuai dengan kebutuhan kita serta ditempatkan pada produk keuangan yang aman dan dapat dicairkan kapan saja. Hal terakhir yang kita inginkan terjadi adalah, ketika bursa sedang turun tiba-tiba kita terjebak dalam kondisi darurat, sementara Dana Darurat kita jumlahnya kurang alias tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Akibatnya kita harus mencairkan investasi kita di produk pasar modal yang saat ini jumlah sudah pasti menurun.
Hal kedua yang harus kita perhatikan dalam kondisi seperti saat ini adalah memastikan apakah polis asuransi kita tetap berjalan dan siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Bagi sebagian dari kita yang mempunyai perlindungan asuransi kesehatan terbatas (ada batas nominal per tahunnya), cek ke bagian personalia (HRD) apakah limit kita dan keluarga masih ada dan jumlahnya cukup apabila terjadi kondisi dimana kita harus dirawat. Apabila kita membeli asuransi sendiri (khususnya asuransi kesehatan rawat inap), Pastikan kita telah membayar premi asuransi dan pastikan polisnya masih berjalan (tidak lapse). Perhatikan juga jenis polis dan proteksi yang kita miliki, jangan sampai kita salah beli jenis asuransi. Kalau masih kurang paham tentang asuransi bisa dibaca dibuku yang baru saya luncurkan berjudul Shocking Unitlink. Jangan sampai kita lupa membayar polis asuransi yang sudah jatuh tempo, disaat yang bersamaan ada anggota keluarga yang tiba-tiba sakit dan harus dirawat inap di rumah sakit atau musibah lain. Akibatnya bisa ditebak, apabila polis kita lapse, dalam kondisi darurat kita tidak bisa menggunakan asuransi tersebut untuk membayar klaim rumah sakit kita.

Dalam kondisi bursa yang sedang gonjang-ganjing seperti saat ini dan mungkin saja berdampak pada krisis ekonomi, kondisi ekonomi menjadi tidak stabil. Apabila hal ini berlaku dalam waktu panjang, maka tidak menutup kemungkinan pada performance perusahaan. Disaat kondisi memburuk bisa saja terjadi perusahaan tempat kita bekerja mengalami kesulitan keuangan atau bahkan kerugian. Waspadalah. Oleh sebab itu dalam kondisi yang tidak stabil seperti sekarang sangat tidak disarankan untuk membuat utang baru terutama utang konsumtif. Tahan dahulu diri kita untuk tidak membeli barang-barang yang belum dibutuhkan sampai kondisi berangur-angsur pulih.

Terakhir, dalam kondisi seperti saat ini Cash is the King. Dengan memegang uang cash lebih banyak kita bisa menggunakannya apabila dibutuhkan dalam kondisi emergency. Selain itu, cash dapat digunakan untuk mengambil kesempatan berinvestasi disaat harga-harga sudah mentok turun dan mulai naik kembali sehingga kita bisa berinvestasi diharga yang murah. Yang harus selalu diingat adalah, setiap terjadi krisis atau penurunan harga dibursa dan intrumen investasi lain, selalu ada kesempatan untuk mendapatkan keuntungan.

Oleh Aidil Akbar Madjid
finance.detik.com