pustaka.png
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Bertransaksi di Pasar Negosiasi

Bertransaksi di Pasar NegosiasiFiqhislam.com - Di Bursa Efek Indonesia (BEI) selain ada pasar reguler -tempat di mana transaksi atau jual beli saham pada umumnya berlangsung- juga ada pasar negosiasi.

Hanya saja pasar negosiasi sering luput dari perhatian publik -bahkan juga investor- karena memang kurang populer. Padahal, dalam kondisi tertentu ada saja investor atau pelaku pasar yang memanfaatkan pasar negosiasi untuk menjual atau membeli saham.

Dalam Peraturan Perdagangan BEI No. II.A, pasal 8.1 disebutkan bahwa perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar negosiasi dilakukan melalui proses tawar-menawar secara individual (negosiasi secara langsung) antar Anggota Bursa (AB) atau antar nasabah melalui satu AB atau antara nasabah dengan AB atau antara AB dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), di mana hasil kesepakatan dari tawar-menawar tersebut diproses melalui Jakarta Automatic Trading System (JATS).

Dari sisi peraturan, siapapun boleh dan sah-sah saja memanfaatkan pasar negosiasi. Sesuai dengan bunyi peraturan di atas, di pasar negosiasi ini investor bisa melakukan transaksi saham pada harga berapapun sesuai kesepakatan antara investor jual dan investor beli. Ini jelas tidak sama dengan pola perdagangan yang berlangsung di pasar reguler, di mana harga penawaran dan permintaan harus tunduk pada ketentuan fraksi harga yang berlaku di BEI.

Seperti diketahui, BEI menetapkan lima fraksi dalam sistem perdagangan saham. Untuk saham yang harganya di bawah Rp200, berlaku fraksi Rp1. Artinya, setiap kenaikan atau penurunan satu poin sama dengan kenaikan atau penurunan sebesar Rp1. Untuk saham yang harganya antara Rp200 hingga Rp500, berlaku fraksi harga sebesar Rp5. Untuk saham yang harganya antara Rp500 hingga Rp2.000, berlaku fraksi harga sebesar Rp10. Untuk saham yang harganya berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000, berlaku fraksi harga sebesar Rp25. Sedangkan untuk saham yang harganya di atas Rp5.000, berlaku fraksi harga sebesar Rp50. Pola tawar-menawar di pasar reguler harus mengikuti ketentuan fraksi harga tersebut.

Nah, di pasar negosiasi ketentuan fraksi harga tersebut tidak berlaku. Sebagai gambaran, misalnya investor X memiliki saham ABCD sebanyak 20 lot yang dibelinya dengan harga Rp5.000. Untuk mendapatkan gain di pasar reguler, investor X harus menjualnya minimal pada harga Rp5.050, atau Rp5.100, atau kelipatan Rp50 sesuai fraksi harga yang berlaku. Namun di pasar negosiasi investor X bisa saja menjualnya dengan harga Rp5.075, atau Rp5.080, atau Rp 5.090, dan seterusnya.

Investor X tidak perlu mengikuti fraksi harga seperti di pasar reguler. Pendek kata, pasar negosiasi membuka peluang bagi investor untuk membeli atau menjual saham di harga berapapun. Namun begitu, ada satu ketentuan yang berkaitan dengan batasan auto rejection. Dalam Peraturan Perdagangan BEI No. II.A pasal 8.2 disebutkan bahwa apabila harga hasil kesepakatan tawar-menawar di pasar negosiasi berada di luar batasan auto rejection yang ditetapkan di pasar reguler, maka AB yang bersangkutan harus melaporkan kepada BEI alasan dan tujuan dilakukannya transaksi tersebut dalam jangka waktu selambat-lambatnya pada hari bursa berikutnya, terhitung sejak dilakukannya transaksi.

Gambarannya begini. Harga saham ABCD saat pembukaan perdagangan adalah sebesar Rp6.000. Itu berarti batas atas auto rejection saham ABCD adalah sebesar Rp7.500 dan batas bawahnya adalah sebesar Rp4.500. Jika ada investor yang melakukan transaksi atas saham tersebut di harga Rp7.600 atau di Rp4.450 misalnya, maka AB yang melakukan transaksi tersebut -baik AB beli maupun AB jual- wajib melakukan pelaporan ke BEI serta menjelaskan alasan dan tujuan dari transaksi tersebut.

Penyelesaian transaksi di pasar negosiasi juga ditetapkan berdasarkan kesepakatan penjual dan pembeli, tidak harus T+3 seperti penyelesaian transaksi di pasar reguler. Penyelesaiannya pun dilakukan per transaksi (bukan netting). Tapi, bila waktu penyelesaian tidak ditetapkan, maka penyelesaian transaksi dilakukan selambat-lambatnya pada hari bursa ke-3  atau T+3. Penyelesaian transaksi di pasar negosiasi dilakukan dengan pemindahbukuan secara langsung oleh AB jual dan AB beli serta tidak dijamin oleh KPEI. (Tim BEI)

economy.okezone.com