fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Haircut

HaircutFiqhislam.com - Haircut bukan berarti memotong rambut. Belakangan istilah ini semakin popular di pasar modal.

Mengapa? Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 31 Oktober 2011 lalu melakukan perubahan peraturan No. V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) bagi perusahaan efek. Peraturan itu baru berlaku 1 Februari 2012 kemarin. Dalam angka tuga peraturan itu terdapat tata cara perhitungan MKBD dimana berlaku ketentuan mengenai haircut.

Dalam konteks perhitungan MKBD untuk perusahaan efek, haircut berarti faktor pengurang nilai pasar wajar efek sesuai dengan risikonya sebesar persentase tertentu dari nilai pasar wajar dari efek yang dimaksud. Mungkin sebagian pelaku pasar masih bingung atau kurang paham dengan definisi di atas. Untuk itu akan lebih baik jika definisi itu dijelaskan dengan ilustrasi di bawah ini.

Jika kita bicara mengenai efek di pasar modal maka sebenarnya kita bicara tentang sebuah aset yang berbentuk surat berharga. Surat berharga itu bisa berupa saham dan turunannya atau obligasi dan turunannya. Bisa juga berbentuk unit penyertaan reksadana atau jenis lainnya. Nah, efek tadi bukanlah uang. Jika efek itu diuangkan atau ditukar menjadi uang maka nilainya bisa berubah-ubah, tergantung kapan efek itu diuangkan dan tergantung pada berapa nilai pasar wajar dari efek itu.

Harga sebuah saham hari ini misalnya, bisa berbeda dengan harga keesokannya atau harga sehari sebelumnya. Bahkan, efek yang berbentuk obligasi lebih rumit lagi. Obligasi yang sama harga wajarnya bisa dinilai berbeda di dua institusi yang berbeda tergantung metode penilaian yang dipergunakan.

Perubahan harga wajar efek di atas -yang bisa berlangsung setiap saat- menunjukkan bahwa sebenarnya aset berupa efek (tidak berupa uang tunai) mengandung risiko. Oleh karena itulah dalam perhitungan MKBD nilai aset berupa efek tadi di-haircut atau dikurangi sesuai dengan tingkat risiko yang melekat pada efek tersebut.

Dalam peraturan Bapepam-LK disebutkan bahwa nilai minimum MKBD perusahaan efek adalah sebesar Rp25 miliar. Jika dana sebesar Rp25 miliar tadi bentuknya adalah uang tunai maka modal tersebut tidak perlu di-haircut karena tidak memiliki risiko. Tapi jika tidak berupa uang tunai maka harus dikalkulasi dulu hingga dipastikan nilainya memang memenuhi ketentuan minimum yang disyaratkan, yaitu sebesar Rp25 miliar.

Misalnya, PT Bursa Sekuritas melaporkan sudah memiliki MKBD sebesar Rp25 miliar yang rinciannya terdiri dari uang tunai sebesar Rp10 miliar, deposito sebesar Rp5 miliar, saham sebesar Rp5 miliar, dan obligasi sebesar Rp5 miliar.

Untuk memastikan bahwa benar PT Bursa Sekuritas itu memenuhi nilai minimal MKBD yang disyaratkan, maka nilai MKBD tersebut perlu dikalkukasi terlebih dahulu dengan memasukkan unsur haircut sesuai dengan peraturan Bapepam-LK.

Untuk MKBD yang berupa uang sebesar Rp10 miliar, maka tidak perlu ada kalkulasi lagi karena berupa dana tunai (cash) sehingga tidak ada risiko yang bisa menjadi faktor pengurang. Tapi untuk MKBD yang masih berupa deposito, saham, dan obligasi perlu dikalkulasi karena ada ketentuan haircut-nya. Jika deposito itu dilakukan pada bank umum nasional dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, maka tidak perlu ada penyesuaian. Jika jangka waktu deposito itu lebih dari tiga bulan tapi dilakukan di bank umum yang dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), maka juga tidak perlu ada penyesuaian. Tapi jika jangka waktu deposito itu di atas tiga bulan dan dilakukan di bank umum yang tidak ikut dalam program LPS, maka ada penyesuaian sebesar lima persen. Jika depositonya dilakukan di bank asing, maka dianggap nol.

Untuk MKBD yang berupa obligasi sebesar Rp5 miliar maka haircut-nya tergantung pada peringkat obligasi tersebut. Jika peringkatnya adalah AAA, maka nilai haircut-nya adalah lima persen. Jika peringkatnya adalah AA hingga di bawah AAA maka haircut-nya adalah sebesar 15 persen, dan seterusnya.

Begitu juga dengan MKBD yang berupa saham, ada perhitungan haircut di sana. Besaran haircut untuk saham ditentukan sebulan sekali oleh Komite Khusus yang dibentuk oleh PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Besaran haircut untuk saham blue chips pasti berbeda dengan nilai haircut untuk saham second liner. Jika MKBD yang sebesar Rp5 miliar tadi berupa saham blue chips, maka nilainya pasti berbeda jika dibandingkan bila MKBD itu berupa saham non.

Kembali ke PT Bursa Sekuritas yang melaporkan sudah memiliki MKBD sebesar Rp25 miliar di atas. Dengan adanya formula haircut yang bermacam-macam sebagai faktor pengurang dalam perhitungan MKBD, maka bisa jadi nilai MKBD PT Bursa Sekuritas tadi adalah kurang dari Rp25 miliar. Karena itulah para pelaku pasar -terutama perusahaan efek- perlu  memahami betul formula perhitungan haircut yang telah ditetapkan. (Tim BEI)

economy.okezone.com