fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Single Investor ID

Single Investor IDFiqhislam.com - Istilah single investor ID kini semakin melekat di kalangan investor.

Selain itu, investor pun semakin paham terhadap kegunaan dari single investor ID dan manfaat dari penerapannya dalam kegiatan perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Single investor ID adalah identitas tunggal bagi investor. Identitas ini merupakan trading ID  atau semacam kunci bagi investor untuk melakukan transaksi. Artinya, dalam setiap order transaksi -baik order beli mapun order jual- investor harus menggunakan nomor identitasnya, yaitu single investor ID tadi. Jika tidak, maka order transaksi itu tidak akan masuk dalam sistem perdagangan The Jakarta Automated Trading System (JATS) NextG.

Sejak Februari 2011 lalu, BEI sudah mulai melakukan uji coba penggunaan single investor ID. Saat itu, investor yang masih belum memiliki single investor ID dapat menggunakan trading ID milik broker-nya. Tapi, sejak Februari 2012 lalu investor sudah harus menggunakan single investor ID miliknya sendiri.

Penggunaan identitas ini telah mengalami kemajuan dari waktu ke waktu. Hal ini bisa disimak dari catatan tentang kesalahan dalam memasukkan data trading ID (invalid trading ID). Berdasarkan catatan BEI, per Maret 2012, tingkat kesalahan dalam memasukkan trading ID hanya mencapai 0,12 persen dari total order yang sebesar 5,74 juta order.

Adapun format single investor ID yang diberlakukan sejak awal Februari 2011 tersebut terdiri dari 15 digit. Digit 1-2 memuat keterangan tentang tipe investor, mulai dari kode ID untuk investor perorangan, SC untuk perusahaan, MF (Mutual Fund), PF (dana pensiun), CP (corporate), IB (institution bank), IS (Insurance), FD (foundation), dan OT untuk tipe investor lainnya.

Selanjutnya, digit 3 menjelaskan status investor, apakah domestik (D) atau asing (F). Digit 4-7 menjelaskan tanggal dan bulan lahir investor serta tanggal dan bulan pembukaan rekening efek. Digit 8-13 merupakan Trading ID investor yang terdiri dari 6 digit angka. Sedangkan dua digit terakhir -yaitu digit 14-15- merupakan digit pemeriksaan ID.

Selain untuk memasukkan data dalam transaksi saham di BEI, single investor ID juga membatasi ruang gerak investor yang gemar "memainkan" transaksi saham di bursa.  Seperti diketahui, dalam aktivitas saham di bursa sering dijumpai adanya saham yang "dimainkan" atau "digoreng", terutama saham-saham berkapitalisasi kecil dan tidak likuid. Seorang investor bisa mengajukan order jual pada suatu saham tertentu dari satu perusahaan broker dan pada saat yang sama melakukan pembelian melalui perusahaan broker lainnya.

Praktik seperti ini disebut praktik cornering, yaitu praktik yang terjadi ketika seorang investor membuka rekening efek di banyak perusahaan sekuritas dan bisa mengajukan order beli maupun jual tanpa takut diketahui jati dirinya.

Kini, dengan penerapan single investor ID, kemungkinan “goreng-menggoreng saham” atau transaksi semu diharapkan akan jauh berkurang. Jika investor melakukan transaksi sepihak dengan tujuan membentuk harga misalnya, maka BEI maupun Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) akan lebih mudah untuk mendeteksi dan menangkapnya. Investor tidak bisa lagi “bermain-main” karena di manapun ia membuka rekening efek, single investor ID yang digunakannya akan tetap sama. Investor akan mengalami banyak kesulitan dalam melakukan transaksi semu, kecuali jika investor menggunakan nama lain atau vehicle lain dalam jumlah banyak.

Di sinilah letak pentingnya penerapan single investor ID. Jika dilengkapi dengan kartu AkseS (Acuan Kepemilikan Sekuritas), maka sarana perlindungan terhadap investor semakin lengkap. Dengan single investor ID dan kartu AkseS, investor bisa mengawasi aset kekayaannya, baik yang tersimpan di broker maupun yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Data kekayaan investor di perusahaan broker harus sama persis dengan data aset investor yang tercatat di KSEI. Dengan begitu, investor tidak perlu khawatir asetnya berkurang, hilang, apalagi lenyap disalahgunakan oleh perusahaan broker-nya. (Tim BEI)

economy.okezone.com