fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Syawal 1442  |  Jumat 14 Mei 2021

Biaya Reksa Dana

Fiqhislam.com - Masyarakat mungkin sudah memahami apa yang dimaksud dengan reksa dana. Untuk sekadar mengingatkan, berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. IV.C.3 tahun 2012 tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih Reksa dana Terbuka.

Pada dasarnya ada empat jenis reksa dana di Indonesia, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana campuran. Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang hanya melakukan investasi pada instrumen pasar uang dalam negeri atau efek bersifat utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari satu tahun atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari satu tahun.

Sedangkan reksa dana pendapatan tetap adalah reksa dana yang melakukan investasinya paling kurang 80 persen dari nilai aktiva dalam bentuk efek bersifat utang. Reksa dana saham adalah reksa dana yang melakukan investasi paling kurang 80 persen dari nilai aktiva bersihnya dalam bentuk efek bersifat ekuitas.

Sedangkan reksa dana campuran adalah reksa dana yang melakukan investasi pada efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang, atau efek instrumen pasar uang dalam negeri yang masing-masing tidak lebih dari 79 persen dari nilai aktiva bersih reksa dana di mana dalam portofolio reksa dana tersebut wajib terdapat efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang.

Reksa dana tersebut dikelola oleh perusahaan Manajer Investasi. Namun, tentu saja tetap ada biaya yang harus dikeluarkan oleh investor maupun pelaku pasar modal lainnya. Dalam ilmu ekonomi, yang namanya biaya tidak ada yang bersifat abstrak. Biaya selalu terkait dengan materi atau uang.

Biaya juga banyak jenisnya, misalnya biaya administrasi, biaya persiapan, biaya operasional, biaya perjalanan, dan biaya produksi. Bahkan, untuk meraih sesuatu hal yang abstrak pun ada biaya yang harus dibayar, misalnya success fee.

Begitu pula dalam industri reksa dana, ternyata ada cukup banyak variasi biaya. Menurut Peraturan Bapepam-LK Nomor IV.B.1 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, pada dasarnya alokasi biaya di industri reksa dana dibedakan menjadi empat hal, yakni biaya yang menjadi beban Manajer Investasi, biaya yang menjadi beban reksa dana, biaya yang menjadi beban pemodal, dan biaya untuk profesi atau lembaga penunjang.

Biaya yang menjadi beban Manajer Investasi antara meliputi biaya persiapan, biaya administrasi, biaya pemasaran, biaya pencetakan prospektus, dan biaya distribusi prospektus pertama kali. Di sini tampak tanggung jawab Manajer Investasi.

Ia harus bersedia untuk mengeluarkan biaya terlebih dulu sebelum mengelola dana masyarakat yang terkumpul melalui penawaran unit reksa dana. Sedangkan biaya yang menjadi beban reksa dana meliputi biaya pengelolaan Manajer Investasi, biaya bank kustodian, biaya asuransi (jika ada), biaya transaksi, biaya pembaharuan Prospektus dan pendistribusiannya, biaya-biaya atas jasa auditor yang memeriksa Laporan Keuangan Tahunan Reksa Dana, serta biaya-biaya lain yang ditetapkan dalam kontrak.

Sementara, ada biaya yang menjadi beban investor atau pemodal seperti biaya penjualan (jika ada), biaya pembelian kembali atau biaya pelunasan (jika ada), biaya transfer pembelian kembali (pelunasan), jika ada, dan biaya pajak yang berkenaan dengan pemodal, jika ada.

Sedangkan biaya untuk profesi dan lembaga penunjang antara lain meliputi biaya Konsultan Hukum, biaya Notaris dan biaya Akuntan bagi Manajer Investasi, Bank Kustodian dan Reksa Dana sesuai dengan pihak yang memperoleh manfaat atau yang melakukan kesalahan sehingga diperlukan jasa profesi dimaksud. (Tim BEI/yy/okezone)