25 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 04 Agustus 2021

basmalah.png

Efisiensi dalam Kegiatan Investasi

Efisiensi dalam Kegiatan InvestasiFiqhislam.com - Setiap bisnis atau usaha selalu mengalkulasi biaya. Maklum,besar kecilnya biaya sangat terkait dengan potensi keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha tersebut.

Dalam praktiknya, sesuai dengan ajaran ilmu ekonomi, unsur biaya ini selalu diminimalkan, yaitu ditekan serendah mungkin sehingga total biaya yang dikeluarkan juga sangat minimal.

Jika biaya bisa ditekan, maka keuntungan atau laba bisa dikayuh sampai titik optimal. Teknik menekan biaya untuk menaikkan nilai laba atau keuntungan, tanpa menurunkan kualitas, sering disebut sebagai upaya efisiensi. Upaya untuk mencapai efisiensi juga dilakukan dalam bentuk investasi portofolio saham di pasar modal. Investor di bursa digiring untuk bisa menghasilkan return yang optimal dari investasi yang dilakukannya.

Untuk mencapai tujuan itu, paling tidak ada tiga langkah yang perlu dilakukan. Pertama, mengurangi tingkat risiko melalui pemilihan maupun diversifikasi portofolio yang tepat. Investor perlu membatasi diri pada saham-saham yang dianggap sehat dan memiliki kinerja baik, sedangkan diversifikasi dilakukan dengan cara menyebar investasi di beberapa instrumen saham, tidak hanya pada satu saham semata.

Kedua, menekan biaya investasi atau transaksi. Dalam kaitan ini, investor cenderung mencari atau memilih perusahaan broker yang memungut biaya transaksi bertarif murah. Ketiga, meningkatkan potential return. Ini juga tidak mudah karena dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan untuk bisa memilih saham yang menjanjikan keuntungan.

Jika kemampuan menyeleksi saham itu terbatas, investor biasanya akan memilih perusahaan broker dengan pelayanan lebih baik dan memungkinkan untuk meraih keuntungan yang lebih besar. Dalam kaitan ini,investor tidak keberatan untuk mengeluarkan biaya yang lebih tinggi, asalkan biaya yang dikeluarkan itu memberikan probabilitas keuntungan yang lebih besar dibanding jika ia mengeluarkan biaya rendah tapi potential return-nya kecil.

Gambarannya begini. Ada dua investor A dan B. Investor A berinvestasi melalui perusahaan broker X Sekuritas, sedangkan investor B lewat Y Sekuritas. X Sekuritas memungut biaya transaksi sebesar 0,25 persen untuk transaksi beli, dan 0,35 persen untuk transaksi jual. Praktis, untuk transaksi beli dan jual, biaya transaksinya total sebesar 0,6 persen.

Sedangkan perusahaan broker Y Sekuritas memungut fee transaksi 0,35 persen untuk transaksi beli dan 0,45 persen untuk transaksi jual, sehingga untuk transaksi beli dan jual fee transaksinya total sebesar 0,8 persen. Asumsikan modal awal investor A dan B sama, misalnya Rp100 juta. Keterampilan atau pengetahuan tentang investasi portofolio dua investor itu juga sama. Setelah kegiatan investasi berlangsung selama satu tahun, ternyata pertumbuhan dana investor A dan B berbeda.

Pertumbuhan bersih (setelah dikurangi beban dan biaya transaksi) dana investor A mencapai 25 persen dan investor B mencapai 40 persen. Setelah masa satu tahun, jumlah uang investor A menjadi Rp125 juta dan uang investor B naik menjadi Rp140 juta.

Apa yang membuat return dua investor itu berbeda, padahal kemampuan mereka sama? Usut punya usut, ternyata dalam menjalankan kegiatan investasi, investor A melakukan sendiri tanpa bantuan pihak lain. Untuk membuat keputusan investasi, ia mencari informasi dan menganalisis sendiri.

Peran X Sekuritas sematamata hanya menerima dan mengeksekusi order transaksi dari investor A. Berbeda halnya dengan investor B. Dalam kegiatan investasi, mulai dari informasi tentang pasar, perkembangan fundamental emiten dan analisis tentang fundamental emiten dibantu oleh Y Sekuritas yang setiap hari merilis hasil riset yang dilakukannya.

Y Sekuritas tidak sematamata bertindak sebagai broker penerus dan eksekutor order, tetapi juga memberikan layanan data riset dan juga analisis pasar. Setiap keputusan investasi yang dibuat oleh investor B dilakukan berdasarkan data riset yang akuntabel. Dari sisi ini bisa dilihat bahwa meski sekilas tampak bahwa investor A membayar biaya lebih rendah dibandingkan investor B, tapi return yang diperoleh investor B justru lebih baik dibandingkan investor A.

Bisa dibilang, investasi yang dilakukan oleh investor B lebih optimal dibandingkan investor A. Dari sisi efisiensi, sebenarnya bisa dikatakan bahwa investor B lebih efisien dibandingkan dengan investor A. Namun, dengan biaya fee sebesar 0,8 persen untuk transaksi beli dan jual tadi, investor B bisa memperoleh layanan lebih lengkap. Ia mendapatkan informasi dan analisis untuk mendukung keputusan investasi yang dilakukannya.

Sedangkan investor A tidak mendapatkan fasilitas semacam itu. Meski begitu, untuk menentukan pilihan broker atau pialang, umumnya investor ritel lebih melihat pada besaran fee yang diterapkan. Saat ini, rata-rata fee transaksi di perusahaan sekuritas atau broker adalah sekira 0,25 persen untuk beli dan 0,35 persen untuk jual. Tapi banyak juga perusahaan broker yang melakukan banting harga dengan menerapkan biaya transaksi kecil (di bawah rata-rata) demi mendapatkan nasabah atau investor yang banyak. Dari sisi perusahaan sekuritas, persaingan adalah hal yang wajar.

Transaksi {Online} Lebih Murah

Sebenarnya jika investor lebih berorientasi untuk menekan biaya atau fee transaksi, maka ada area lain yang tersedia untuk itu, yakni dengan berinvestasi melalui online trading. Biaya transaksi melalui online trading lebih kecil dibandingkan transaksi konvensional.

Pada umumnya, biaya transaksi di online trading adalah sekira 0,19 persen untuk transaksi beli dan 0,29 persen untuk transaksi jual. Di sini investor dituntut untuk aktif, karena semua kegiatan, mulai dari monitoring pasar hingga order dan eksekusi, dilakukan sendiri oleh investor.

Perusahaan broker hanya menyediakan sistemnya dan melakukan administrasi terhadap kegiatan transaksi yang dilakukan investor. Kini, sebagian perusahaan sekuritas anggota bursa telah menyediakan fasilitas online trading untuk nasabahnya. Perusahaan broker juga menyediakan fasilitas berupa hasil riset yang didistribusikan melalui situsnya. Selanjutnya terserah investor untuk memanfaatkannya atau tidak. (Tim BEI/yy/okezone)