fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Analisa Penilaian Saham

Dalam menentukan suatu saham yang akan dibeli pada dasarnya harus dinilai terlebih agar terhindar dari kaidah spekulasi dan menghindari kerugian yang tidak diharapkan. Harga saham di pasar modal berfluktuasi dari waktu ke waktu. Dari fluktuasi harga itu terdapat peluang untuk memperoleh keuntungan (capital gain) dan peluang menderita kerugian. Pada dasarnya terdapat beberapa teknika analisa diantara analisa fundamental, analisa teknikal dan analisa psikologi pasar.

Analisa Fundamental.

Analisa fundamental pada dasarnya fokus pada analisa kondisi makro, kondisi industri dan kondisi fundamental perusahaan.

  • Analisa Makro adalah analisa terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang berlaku maupun kondisi perekonomian secara makro. Hal-hal yang dianalisa antara lain pendapatan perkapita (GDP), money supply, tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan kondisi geopolitik.

  • Analisa Industrial adalah analisa untuk mengetahui kondisi dari suatu industri apakah berada pada tahap awal, pertumbuhan, maturity atau decline (penurunan) dan bagaimana dampaknya bagi keuntungan perusahaan. Analisa industri dilakukan melalui dua tahap pendekatan : (1).Industrial Life Cycle Model terdiri dari tahap pertumbuhan, ekpansi, maturity dan decline (penurunan). (2). Profit Life Cycle Model terdiri dari perumbuhan pendapatan, profit margin negative (ekpansi), profit margin dan total earning meningkat (maturity) terakhir penjualan dan prifit margin cenderung datar sehingga earning menurun (decline).

  • Analisa Fundamental, Perusahaan (Micro) adalah analisa untuk mengetahui kondisi perusahaan secara keseluruhan, baik analisis produk perusahaan dan pemasarannya, analisis pertumbuhan earning dan kinerja manajemen.

Analisa Teknikal.

Analisa tehnical dalam menilai harga saham lebih menitik beratkan pembentukkan harga saham oleh perubahan penawaran dan permintaan tanpa melihat sebabnya. Asal-usul analisa yang dipergunakan saat ini berawal dari Dow Theory yang disusun medio 1900 oleh Charles Dow.

Kelebihan analisa tehnikal adalah analisa ini relative cepat dan mudah, tidak perlu terlibat dalam angka-angka keuangan yang rumit dan memberikan sinyal kapan saat yang tepat untuk melakukan investasi. Strategi dalam bertransaksi saham dengan menggunakan analisa tehnical antara lain :

Contrary-Opinion adalah dengan melakukan transaksi berlawanan dengan investor lain karena menggangap investor lain kurang cakap.

Smart Money adalah melakukan transakasi sejalan dengan investor lain karena menggangap investor lain lebih cakap.

Tehnik Analisa Harga dan Volume :

  1. Perhatikan volume transaksi karena sangat penting artinya dalam transaksi.
  2. Adanya harga pembuka (open), tertinggi (high), terendah (low) dan penutupan (close).
  3. Adanya level dukungan yang disebut support level dan resistance level. Support level adalah level dukungan bawah dimana investor mengharapkan adanya kenaikkan permintaan yang besar dengan kenaikkan harga yang signifikan. Resistan level adalah level dukungan atas dimana investor mengharapkan adanya kenaikkkan penawaran yang besar dengan kenaikkan harga yang signifikan.
  4. Dow Theory dimana harga bergerak dengan arah tertentu (trend) dimana terdapat 3 arah trend, yaitu trend jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
  5. Grafik atau chart adalah bentuk diagram dari open, high, low dan close prices yang bertujuan untuk mengindentifikasi pola-pola yang terjadi dan kemungkinan akan berulang di masa depan. Chart terdiri dari beberapa bentuk, antara lain candle chart, bar chart dan Point-and-figure chart.
  6. Adanya indicator-indikator tehnical yang merupakan perhitungan matematis yang diterapkan pada harga saham atau volume perdagangan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pergerakkan harga ke depan. Indikator-indikator tehnical antara lain : MA (Moving Avarage), MACD (Moving Average Convergen Divergen),  Parabolic SAR,  Relative Strengh Index (RSI),  Stochastic Oscalator, dll.
  7. Psikologi Pasar.

Pendekatan Dalam Memilih Saham

Ada dua jenis pendekatan yang paling sering digunakan dalam memilih saham oleh para analis :

  1. Top Down Approach dimana pendekatan ini menitik beratkan pada kondisi ekonomi makro dan menganalisa sector-sektro industri mana saja yang terpengaruh atau tidak oleh kondisi makro ekonomi. Langkah selanjutnya melakukan analisa lanjutan terhadap sector-sektor industri mana yang memiliki kinerja yang baik dan baru kemudian memilih saham perusahaan mana yang memiliki kinerja terbaik dalam sector tersebut.
  2. Bottom Up Approach dimana pendekatan ini memulai analisa dari saham-saham perusahaan mana yang memiliki kinerja yang baik, kemudian mengelompokkan menurut sektor industrinya lalu dianalisa sector industri mana yang berkinerja paling baik dan kemudian memperbandingkan pengaruh kondisi makro terhadap sector industri tersebut sehingga sector industri yang dipilih akan benar-benar mewakili saham mana yang pantas untuk diinvestasikan.

cahyana.net