21 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 27 Oktober 2021

basmalah.png

Kenali Ciri-Ciri Tawaran Investasi yang Berpotensi Merugikan Masyarakat

Kenali Ciri-Ciri Tawaran Investasi yang Berpotensi Merugikan MasyarakatFiqhislam.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, tawaran investasi yang menggiurkan kepada masyarakat mulai marak. Bahkan, perusahaan investasi ilegal yang saat ini terdata di OJK mencapai 406 perusahaan dari 204 perusahaan di tahun lalu.

Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Departemen Penyidikan OJK, Tongam L. Tobing mengatakan, ada beberapa cara yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengenali investasi ilegal. Pertama adalah dengan memperhatikan imbal hasil yang di luar batas kewajaran dalam waktu singkat.

"Kedua, adanya penekanan utama pada perekrutan. Serta tidak dijelaskannya bagaimana cara mengelola investasinya," kata Tongam di Sentul, Bogor, Jawa Bawat, Sabtu (4/6/2016).

Selain itu, perhatikan ketidakjelasan underlying usaha yang memenuhi asas kewajaran dan kepatutan di sektor investasi keuangan. Ada pula struktur kepengurusan, struktur kepemilikan, struktur kegiatan usaha, dan alamat domisili usaha yang tidak jelas.

"Kegiatan yang dilakukan menyerupai money game dan skema ponzi yang dijalankan sangat berisiko menyebabkan terjadinya kegagalan untuk mengembalikan dana masyarakat yang diinvestasikan. Bila ada barang, kualitas barang tidak sebanding dengan harganya dan bonus dibayar hanya bila ada prekrutan," jelas dia.

Oleh karena itu, Tongam meminta agar masyarakat lebih waspada bila biaya pendaftaran untuk investasi tadi lebih mahal. Menurut dia, biaya pendaftaran seharusnya sesuai dengan nilai starter kit.

Kedua, waspadai bila tidak ada produk yang ditawarkan dalam investasi tersebut. Ketiga, waspadai bila bonus dibayar hanya dari proses perekrutan. Pasalnya, bonus biasanya dibayarkan dari pembelanjaan atau penjualan.

"Waspada juga bila hanya menguntungkan pendaftar kelompok pertama. Sebab peluang, harusnya menguntungkan semua anggota. Serta waspadai bila hanya ada Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) karena perusahaan investasi harusnya memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL)," pungkasnya. [yy/metrotvnews]

 

Tags: tawaran | investasi | emas | saham | sukuk