fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

Dapat Fee dari Penjual

Semua kasus yang terkait dengan jual beli yang dilakukan oleh seorang pegawai untuk keperluan kantornya, akan bergantung hukumnya dengan aturan yang berlaku di kantor itu. Kalau tata aturan purchasing di kantor itu membenarkannya, tentu saja fee itu halal hukumnya. Sebaliknya kalau tidak dibenarkan dan merupakan pelanggaran, otomatis hukum fee itu haram.

Ada beberapa kantor atau instansi yang punya aturan ketat, sehingga karyawan dilarang untuk melakukan jual beli atas nama kantor dan mendapatkan imbalan tertentu. Biasanya hal-hal seperti itu akan tertuang dalam peraturan, atau tata tertib perusahaan. Bahkan terkadang juga tertuang di dalam SOP.

Maka jawabannya akan terpulang kepada tata aturan yang berlaku di kantor anda. Mungki anda bisa tanyakan kepada atasan langsung, atau boleh juga anda sampaikan ke pihak direksi. Biar nanti mereka yang menetapkan.

Sebab status anda kan pegawai di kantor itu. Sedangkan yang melakukan jual beli itu sebenarnya bukan anda, tetapi kantor anda. Sebagai pelaksana atau wakil, maka anda tidak dibenarkan mendapatkan sesuatu bila tanpa sepengetahuan kantor. Karena dalam hal ini anda adalah wakil yang ditunjuk oleh kantor.

Akan tetapi ceritanya akan lain bila kantor anda memberikan wewenang kepada anda untuk menjadi semacam penghubung. Di mana anda memang dibenarkan untuk mendapat fee. Istilah yang sering digunakan oleh para ulama dalam bahasa Arab adalah simsar. Kita sering menyebutnya sebagai broker, perantara atau makelar. Dan sebagai simsar, tentu praktek menerima keuntungan boleh saja terjadi, bahkan fee itu bolah saja diterima dari kedua belah pihak.

Syaratnya satu saja, ada izin dan wewenang dari kedua belah pihak.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

http://warnaislam.com/pic3.php?f=sarwat.jpg&s=80
Ahmad Sarwat Lc

warnaislam.com