5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Penggabungan 4 Bank BUMN Syariah Harus Bertahap

Penggabungan 4 Bank BUMN Syariah Harus Bertahap

Fiqhislam.com - Penggabungan empat bank BUMN syariah yang terdiri dari Mandiri Syariah, BRI Syariah, BNI Syariah dan BTN Syariah, menjadi satu bank, dinilai harus dilalui secara bertahap dan butuh waktu.

"Kalau saya pribadi, kan empat Bank Syariah yang dimiliki BUMN itu berbeda-beda kelompok BUKU-nya, ada yang BUKU II, mungkin masih ada yang BUKU I, nah itu harus dilihat dahulu. Kalau saya sih secara bertahap barangkali, apakah dia melakukan sinergi dahulu misalnya," ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Mulya E Siregar, saat dijumpai dalam sebuah seminar di Jakarta, Selasa (21/04/2015).

Adapun sinergi yang dimaksudkan oleh Mulya yakni sebelum digabung, keempat Bank Syariah BUMN yang terdiri dari Mandiri Syariah, BRI Syariah, BNI Syariah dan BTN Syariah diharapkan memiliki level yang kurang lebih sama baik dalam bisnis strategis, IT maupun SDM-nya.

"Jika empat bank ini sudah saling bersinergi di tiga hal ini, sehingga ke empat bank ini sudah pada level yang sama, barulah setelah itu, itu akan baik untuk dimerger," kata Mulya.

Menurut Mulya, jika hal tersebut sudah dilakukan, maka ke depannya Bank Syariah nasional yang terbentuk nantinya akan lebih solid dan siap bersaing khususnya di Masyarakat Ekonomi ASEAN. "Tapi itu tergantung ownernya, ownernya mau gabungin ya monggo," ujar Mulya.

Dalam diskusi ekonomi syariah yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) beberapa waktu lalu, ada beberapa catatan hasil kajian soal merger bank-bank syariah.

Pertama, jika merger bank-bank syariah BUMN dilakukan saat itu dengan aset total masih Rp110 trilun, lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya. Setiap merger pun pasti diiringi masa konsolidasi tiga tahun yang membuat aset mengerut dan tidak ekspansi, serta adanya potensi resistensi internal bank-bank syariah.

Otoritas diharapkan membesarkan dulu anak bank syariahnya sampai asetnya 20 persen induk. Tahap ini direkomendasikan berjalan pada 2015-2018.

Saat aset masing-masing bank BUMN syariah sudah 20 persen dari induknya, total aset akan sudah melampaui Rp110 triliun, barulah merger dilakukan.  Selain itu, pemerintah juga harus menambahkan modal sehingga pemegang sahamnya empat bank induk plus pemerintah. Tahap ini direkomendasikan dilaksanakan pada 2018-2020. [yy/rimanews]