14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

4 Fakta Menarik Pertemuan Sri Mulyani dengan Bos Media Berharta Rp843 Triliun

4 Fakta Menarik Pertemuan Sri Mulyani dengan Bos Media Berharta Rp843 Triliun

Fiqhislam.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani bertemu dengan Michael Bloomberg. Pertemuan Sri Mulyani dengan Michael Bloomberg dilakukan di kantor pusat Bloomberg di New York, Amerika Serikat.

Berikut empat fakta pertemuan Sri Mulyani dengan bos media berharta Rp843 triliun, yang telah dirangkum Okezone, di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

1. Pemilik Media Terkaya di Dunia

Diketahui Michael Bloomberg merupakan bos pemilik media terkaya di dunia. Di mana Michael Bloomberg sebagai pendiri perusahaan finansial dan media Bloomberg LP.

Melansir dari Forbes, Michael Bloomberg menduduki peringkat 10 orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai sebesar USD59 miliar atau setara Rp843,7 triliun (kurs Rp14.300 per USD).

2. Tantangan Climate Change dan COP26

Pertemuan Sri Mulyani dan Michael Bloomberg membahas terkait tantangan perubahan iklim dan persiapan pertemuan COP26 di Glasgow. Selain itu, mereka berdiskusi tentang bagaimana menangani perubahan iklim dengan meningkatkan pendanaan.

"Tantangan climate change dan persiapan pertemuan COP26 di Glasgow. Bagaimana upaya dunia menangani ancaman perubahan iklim terutama dari segi pendanaan, dan kerjasama public private serta filantropis dalam pendanaan untuk dapat ditingkatkan," kata Sri Mulyani dalam akun Instagramnya dikutip, Selasa (12/10/2021).

3. SDG Indonesia one

Dalam pertemuan tersebut Sri Mulyani pun menjelaskan, Indonesia telah menciptakan platform blended finance SDG Indonesia One yang dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur dengan Bloomberg Filantropis yang turut berkontribusi dalam penanaman Mangrove.

SDG Indonesia one adalah wadah kerjasama pendanaan baik pendanaan ekuitas maupun pinjaman dan hibah serta penurunan resiko (de-risking) bagi program SDG dan climate change proyek.

4. Pandemi Covid-19

Lebih lanjut, mereka membahas mengenai masalah pandemi Covid-19 serta cara penyesuaian kerja dengan kondisi seperti saat ini.

"Kami juga berdiskusi mengenai masalah kesehatan. Bagaimana penyesuaian kerja di Amerika Serikat dengan adanya Pandemi Covid-19," ujarnya.

Jika sebagian orang kembali bekerja di kantor, namun ada yang tetap ingin bekerja dari rumah. Wajib memakai masker dan harus vaksin atau tidak? Menurut Sri Mulyani adalah pilihan dan debat seperti ini menjadi isu utama di Amerika Serikat baik di pemerintah, dunia usaha, dan di sekolah/kampus.

"Semua negara terus menyesuaikan kebiasaan akibat Pandemi. Semua negara masih bergulat mengatasi pandemi dan mengatasi dampak ekonomi sosial dan keuangan yang sangat besar," katanya. [yy/okezone]