22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Jokowi Resah Pinjol Tipu Masyarakat, Ada yang Sampai Bunuh Diri

Jokowi Resah Pinjol Tipu Masyarakat, Ada yang Sampai Bunuh Diri

Fiqhislam.com - Kabar pinjol yang merugikan masyarakat telah sampai ke telinga Presiden Joko Widodo. Ia mendengar ada bunga pinjaman yang tinggi. Hal ini ia harap dapat segera dibenahi agar jasa keuangan digital dapat berkembang secara sehat.

Sejak pandemi, gelombang digitalisasi di Indonesia terjadi begitu cepat. Sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan edukasi finansial sehingga banyak masyarakat yang akhirnya dirugikan. Berikut fakta-fakta seputar masyarakat tertipu pinjol yang telah dirangkum Okezone, Senin (11/10/2021).

1. Bunuh Diri karena Terlilit Utang dengan 23 Pinjol

Seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ditemukan bunuh diri. Ia meninggalkan surat wasiat yang berisi rincian utangnya di 27 pinjol ilegal, lima di antaranya telah dicoret lunas. Pinjaman itu rata-rata sebesar Rp1,6 juta sampai Rp3 juta. Total keseluruhannya ialah Rp55,3 juta.

2. Ketua SWI OJK Sampaikan Rasa Prihatin

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L. Tobing ungkapkan rasa prihatinnya. Ia berharap masyarakat dapat belajar dari insiden ini agar tidak terulang kembali.

"Ini juga menjadi pelajaran yang berharga bagi kita bahwa meminjam dari pinjol ilegal sangat berbahaya. Pinjol ilegal adalah kejahatan, sehingga jangan sampai jadi korban," kata Tongam.

3. Butuh Peran Masyarakat

Menurut Tongam, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberantas pinjol ilegal. Masyarakat perlu membatasi ruang gerak pinjol ilegal bahkan melaporkannya. Pihaknya pun akan berusaha untuk memblokir aplikasi lalu mengumumkannya kepada masyarakat.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan ke satgas waspada investasi apabila ada penawaran pinjol ilegal. Kami juga mendorong masyarakat yang dirugikan pinjol ilegal dengan teror intimidasi agar lapor ke polisi," katanya.

4. Telah Sampai ke Telinga Presiden Jokowi

Kabar tentang insiden ini rupanya telah sampai ke telinga Presiden Jokowi. Ia mengetahui bahwa ada masyarakat yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya karena bunganya terlalu tinggi. Ia berharap hal ini dapat segera dibenahi.

"Tetapi pada saat yang sama saya juga memperoleh informasi banyak penipuan dan tindak pidana keuangan telah terjadi. Oleh karenanya perkembangan yang cepat ini harus dijaga, harus dikawal, dan sekaligus difasilitasi untuk tumbuh secara sehat untuk perekonomian masyarakat kita," katanya dalam acara OJK Virtual Innovation Day 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/10/2021).

5. Soroti Fenomena Sharing Economy

Jokowi juga menyoroti fenomena sharing economy yang tengah marak di kalangan masyarakat, mulai dari berbasis peer to peer hingga business to business. Ia memandang positif percepatan digitalisasi keuangan ini. Namun, ia ingin pelaksanaannya dapat disikapi dengan cepat dan tepat.

"Kita lihat bank berbasis digital bermunculan, juga asuransi berbasis digital bermunculan, dan berbagai macam e-payment harus didukung. Penyelenggara fintech terus bermunculan, termasuk fintech syariah," ujarnya.

6. Ingin Jasa Keuangan Dikawal agar Jadi Raksasa Digital

Selain memberi rasa aman kepada masyarakat, pengawalan itu juga berorientasi kepada masa depan perekonomian digital Indonesia. Ia meyakini Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital setelah China dan India.

"Dan bisa membawa kita menjadi ekonomi terbesar dunia ketujuh di 2030," tutupnya. [yy/okezone]