22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

APBN Defisit, Sukuk Negara Ritel Jadi Alternatif Biayai Proyek Infrastruktur

APBN Defisit, Sukuk Negara Ritel Jadi Alternatif Biayai Proyek Infrastruktur

Fiqhislam.com - Pemerintah kembali menawarkan produk investasi, Sukuk Negara Ritel untuk menekan pembiayaan defisit APBN.

Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdiyah mengatakan, dana Sukuk Ritel akan dipergunakan untuk membantu pembiayaan APBN. Di mana saat ini keuangan negara terdampak pandemi virus corona.

"Untuk Sukuk Ritel sebenarnya diterbitkan oleh pemerintah mulai untuk pembiayaan defisi APBN, kita juga gunakan langsung untuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya pada Market Review IDXChanel, Kamis (26/8/2021).

Lebih lanjut Dwi Irianti Menjelaskan, sebagai langkah pengembangan inovasi, nantinya pemerintah juga akan menerbitkan Green Sukuk. Hal ini yang menrutnya sebagai salah satu support pemerintah untuk memberantas oknum perusak lingkungan untuk menanggulangi perubahan iklim.

"Dengan prinsip ini banyak membangun proyek-proyek yang ramah lingkungan," katanya.

Penggunaan dana Sukuk Ritel yang ditawarkan menurutnya berbasis sosial dengan mengutamakan manfaat yang lebih besar untuk masyarkat luas.

"Kalau semua diandalkan dari APBN tentunya akan menjadi berat, nah di sini kita lakukan blended financing yang sudah kita lakukan saat ini, mengurangi beban APBN dan mengajak masyarakat untuk secara bersama-sama membangun negeri ini" tuturnya.

Pemerintah menawarkan Surat Berharga Syariah Negera atau Sukuk Ritel seri SR015 dengan imbal hasil tetap 5,1% pertahun. Masa penawaran mulai 20 Agustus hingga 15 september 2021 dengan minimal pembelian 1 juta dan maksimal 3 miliar.

Sukuk Ritel sendiri merupakan produk investasi syariah yang ditawarkan oleh pemerintah kepada Warga Negara Indonesia, sebagai salah satu instrumen investasi. [yy/okezone]