14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Sri Mulyani: Keuangan Syariah Bisa Hindari RI dari Krisis

Sri Mulyani: Keuangan Syariah Bisa Hindari RI dari Krisis

Fiqhislam.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, sektor keuangan syariah dapat membantu Indonesia terhindar dari krisis ekonomi. Hubungan erat antara sektor keuangan dan sektor riil dalam keuangan syariah merupakan kunci penting dalam menciptakan stabilitas sektor keuangan.

Dalam hal ketahanan ekonomi, prinsip syariah dalam keuangan syariah juga menciptakan ketahanan di sektor keuangan selama krisis melanda. Seperti halnya di masa pandemi Covid-19, bank syariah di Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat di masa pandemi dibandingkan bank konvensional. Keuangan Syariah, lanjut Menkeu, juga mendukung inklusivitas keuangan dan keberlanjutan ekonomi.

“Data menunjukkan bahwa Indonesia memiliki jumlah Baitul Mal wat Tamwil (BMT) atau serikat Islam terbesar secara global. Mereka adalah sekitar 4.500 BMT yang membantu masyarakat, terutama di pedesaan dan juga mengakses pembiayaan mikro. Saya berharap peran ini dapat melengkapi apa yang dilakukan Pemerintah lewat Dana Desa," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Pemerintah juga terus berkomitmen untuk memperluas peran keuangan syariah dengan melanjutkan inovasi instrumen pembiayaan melalui blended Islamic finance, seperti Green Sukuk dan Cash Wakaf linked Sukuk (CWLS).

Sri Mulyani menjelaskan, sektor keuangan akan selalu mengikuti perkembangan sektor riil, sehingga dapat menghindari gelembung sektor keuangan yang mendorong krisis.

"Saat ini, porsi keuangan syariah (tidak termasuk keuangan sosial syariah) hanya sekitar 10% dari total pembiayaan nasional. Kami yakin porsi ini berpotensi untuk tumbuh kuat di masa mendatang," katanya. [yy/okezone]