22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Saran Ekonom Agar RI Terhindar dari Middle Income Trap

Saran Ekonom Agar RI Terhindar dari Middle Income Trap

Fiqhislam.com - Middle income trap alias perangkap pendapatan menengah, yakni suatu keadaan dimana suatu negara berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah, namun tidak mampu meningkat lagi untuk menjadi negara maju, menjadi kekhawatiran banyak negara berkembang, tak terkecuali Indonesia.

Saat ini, Indonesia termasuk ke dalam negara berpenghasilan menengah ke bawah atau lower middle-income country. Butuh strategi agar negara ini mampu menghindari kondisi middle income trap tersebut.

Pengamat Ekonomi Ryan Kiryanto menyebutkan, pengembangan sumber daya manusia menjadi poin penting agar Indonesia tidak berada pada zona middle income trap.

"Dengan sumber daya manusia yang cerdas serta didukung dengan ekonomi digital, saya yakin kita bisa menghindari kondisi middle income trap dan setelah kita terlepas kita akan bergerak naik, posisi kita tidak lagi seperti sekarang di lower middle-income country tapi kita justru akan menjadi negara yang berpendapatan menengah dan nanti akan masuk ke level ke negara maju," paparnya di Market Review IDX Channel, Senin (23/8/2021).

Untuk menjadi negara maju, kata dia, pengembangan ekonomi berbasis digital merupakan hal yang penting. Sebab, pandemi ini sudah mengubah perilaku masyarakat maupun lembaga untuk beralih ke digitalisasi sebagai gaya hidup sehari-hari.

Karena itu, kata Ryan, sembari menunggu Indonesia terlepas dari pandemi, perlindungan sosial penting terus digelontorkan agar pendidikan serta ekonomi masyarakat kalangan bawah tidak semakin tergerus.

"Kalaupun nanti kita naik kelas, mudah-mudahan itu juga akan menekan angka kemiskinan kita, mengurangi angka pengangguran, dan ketimpangan kita," sambungnya.

Terkait penyebab Indonesia turun kelas menjadi lower middle-income country, Ryan mengatakan bahwa itu adalah representasi hasil ekonomi Indonesia selama 2020 ketika pandemi mulai melanda Tanah Air. Otomatis semua kegiatan ekonomi serta mobilitas terganggu yang berakibat ekonomi menurun. "Itu tercermin dari angka PDB kita tahun lalu dimana kita mengalami kontraksi 2,07%," jelasnya.

Terlepas dari itu, Ryan meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan positif dan posisi Indonesia akan kembali naik dari lower middle-income country menjadi middle income country. [yy/sindonews]