pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


12 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 22 Juni 2021

6 Fakta Ekonomi RI Kuartal I-2021 Minus 0,74%, Kapan Positifnya?

6 Fakta Ekonomi RI Kuartal I-2021 Minus 0,74%, Kapan Positifnya?

Fiqhislam.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2021 masih resesi pada Rabu, 5 April 2021 lalu. Secara year on year, ekonomi Indonesia kuartal I-2021 terkontraksi 0,74%. Sementara secara quartal to quartal ekonomi Indonesia masih terkontraksi 0,96%.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terkontraksi 0,74%," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Terkait isu pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Sabtu (8/5/2021).

1. Indonesia Masih Resesi, Kemenkeu: Ada Tren Pemulihan yang Solid

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2021 yang realisasinya minus 0,74 persen (yoy) mengindikasikan ada tren pemulihan yang solid.

“Kinerja ekonomi pada triwulan I 2021 mengindikasikan tren pemulihan yang solid dan optimisme ekonomi pascapandemi,” katanya di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Febrio menuturkan angka penambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia harus terus dijaga dalam kondisi menurun agar pemulihan ekonomi dapat semakin terakselerasi dengan baik. Selain itu, pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan anggaran Rp699,43 triliun juga harus terus diperkuat dan semakin terarah untuk mendukung dunia usaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

2. Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Kuartal II Optimis Bisa Tumbuh

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan meskipun ekonomi Indonesia minus tapi menuju tren positif.

"Pemulihan ekonomi sudah terlihat dan confirmed kita pada tren menuju positif," kata Airlangga dalam video virtual, Rabu (5/5/2021).

Dia menekankan pertumbuhan ekonomi sudah mulai konstan. Adapun, pemerintah yakin bahwa ekonomi bisa tumbuh di kuartal kedua. "Ini lebih baik tentu kita lihat berdasarkan chart. Kita bisa tumbuh di kuartal kedua," katanya.

3. Strategi Istana Kejar Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II-2021

Adanya tren positif dibanding kuartal sebelumnya, hal ini menimbulkan optimisme bahwa pada kuartal selanjutnya akan ada di zona positif. Untuk menggenjot target itu tercapai maka penanganan pandemi covid-19 harus dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“3M tidak boleh diabaikan, jangan mudik, belanja lebih baik secara online, selain vaksinasi akan terus digenjot pemerintah,” katanya dalam pers rilisnya, Rabu (5/5/2021).

Selain itu, daerah perlu mempercepat serapan anggarannya masing-masing. Menurutnya dengan kerjasama yang solid dari banyak pihak tersebut akan membuat konsumsi masyarakat dapat tumbuh tinggi tanpa kembali terganggu dengan pengetatan pembatasan sosial. Selain itu pembangunan terus berjalan dan mendatang investasi.

4. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kalah dengan Vietnam

Menurut Kepala Center Macroeconomics and Finance IInstitute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2021 minus 0,74% tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain salah satunya Vietnam. Walaupun negara lain mengalami kontraksi cukup dalam pada kuartal IV 2020.

Dia menuturkan bahwa, pertumbuhan ekonomi ini tak lain dipengaruhi oleh percepatan program vaksinasi. Di mana berbagai negara terus menerus mempercepat program vaksinasi sementara di Indonesia baru mencapai 4,92% dari total jumlah penduduk atau sekitar 10 juta jiwa.

5. Rekomendasi Agar Ekonomi Tumbuh di Kuartal II-2021

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memberikan tiga rekomendasi agar pertumbuhan ekonomi bisa bergerak positif di kuartal II 2021.

"Pertama, perlu pemerataan program vaksinasi. Dibandingkan dengan negara-negara mitra dagang yang tumbuh positif, Indonesia sebagai negara yang masih tertinggal, terkontraksi," ujar Kepala Center Macroeconomics and Finance IInstitute for Development of Economics and Finance (INDEF) M. Rizal Taufikurahman.

Perlunya percepatan dan pemerataan program vaksinasi, efektifitas serta akselerasi distribusi kebijakan Program Ekonomi Nasional (PEN) menjadi kunci strategisnya.

Kemudian, lanjut dia dalam menjaga optimisme pertumbuhan ekonomi tahun 2021 terutama di kuartal II, maka perlu didongkrak perbaikan konsumsi rumah tangga. Di antaranya perbaikan pendapatan agar daya beli semakin membaik.

6. Ini Perjalanan Resesi Ekonomi Indonesia Sejak Pandemi

Indonesia masuk ke jurang resesi karena pada kuartal II 2020 perekonomiannya terkontraksi sebesar minus 5,32%. Negara dinyatakan resesi bila perekonomiannya dua kuartal berturut-turut nilainya minus

Angka minus 3,49% pada 2020 merupakan titik sejarah baru dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, saat itu merupakan fase perekonomian Tanah Air resmi dinyatakan tercebur ke jurang resesi.

Selanjutnya, pada kuartal terakhir 2020, perekonomian Indonesia masih berada di angka minus 2,19%. Lalu, pada kuartal III di tahun yang sama, yaitu di angka minus 3-49%. Dengan begitu, bila ditilik mendalam, kontraksi pada kuartal I-2021 sudah lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya. [yy/okezone]

 

 

Tags: Ekonomi | Minus | Kuartal