pustaka.png
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Erick Thohir Mantap Dorong BUMN Masuk Bursa

Erick Thohir Mantap Dorong BUMN Masuk Bursa

Fiqhislam.com - Kementerian BUMN membeberkan alasan mengapa sejumlah perusahaan pelat merah perlu masuk dalam pasar modal Indonesia melalui Initial Public Offering (IPO) . Setidaknya, hingga 2023 mendatang akan ada 14-15 BUMN dan anak usahanya yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, persaingan bisnis dengan basis digitalisasi yang kian terbuka menjadi kesempatan bagi BUMN untuk mengepakkan sayap bisnis di kancah internasional.

"Kita punya keinginan meng-go public-kan 10 sampai 15 BUMN yang supaya bisa fight di competition secara terbuka. Karena suka tidak suka, ini eranya semakin terbuka dengan adanya digitalisasi sudah tidak bisa dibendung," ujar Erick, dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat, Jumat (30/4/2021).

Dalam arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, Kementerian BUMN akan membawa 14 perusahaan pelat merah go public. Ke-14 perseroan tersebut terdiri dari BUMN dan anak usahanya dari sejumlah kluster.

Tercatat ada lima anak usaha PT Pertamina (Persero) yang akan melakukan Initial Public Offering. Sementara PT Telkom Indonesia (Persero) akan mencatatkan saham dua anak usahanya.

Di kluster kesehatan, ada Induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) juga akan melantai di pasar perdana Indonesia. Kemudian Indonesia Healthcare Corporation (IHC) atau PT Pertamina Bina Medika (Persero).

Tak hanya itu, ada BUMN sektor perbankan, pertanian, dan pertambangan. "Rencana IPO BUMN dan anak usaha," tulis dokumen Kementerian BUMN.

Adapun daftar BUMN dan anak Usaha yang melantai ke BEI di antaranya adalah:

Anak Usaha Pertamina:
PT Pertamina International Shipping (Persero)
PT Pertamina Geothermal Energi (Persero)
PT Pertamina Hulu Energi (Persero)
PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Persero)
PT Pertamina Hilir (Persero)

Sektor Kesehatan:
PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero)
PT Bio Farma (Persero)

Sektor Perbankan, Pertanian, Telekomunikasi, dan
Pertambangan:
PT EDC and Payment Gateway (Persero)
PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero)
PT PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel (Persero)
PT Telkom Data Center (Persero)
PT Inalum Operating (Persero)
PT MIND ID (Persero)
PT Logam Mulia (Persero)

Untuk tahun ini, Erick menargetkan Mitratel dan Pertamina Geothermal Energy bisa melakukan IPO. Secara agregat, aksi korporasi itu akan dilakukan hingga 2023 mendatang. [yy/sindonews]