fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


26 Ramadhan 1442  |  Sabtu 08 Mei 2021

Sri Mulyani: Kata Investor, Indonesia is So Mumet Bikin Pusing

Sri Mulyani: Kata Investor, Indonesia is So Mumet Bikin Pusing

Fiqhislam.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah harus melakukan kerja ekstra untuk menarik investor ke Indonesia. Tidak cukup hanya pemerintah gencar melakukan promosi, dari sisi regulasi dalam negeri juga perlu diperbaiki.

"Pak Menko Marinves (Luhut Binsar Pandjaitan) terus kemana-mana mempromosikan Indonesia, kalau di Indonesia tidak dibenahi ya (sama saja). Investor senang 'whoa the story of Indonesia is look so good, it’s shawn so excellence, I want to come', tapi begitu datang ke Indonesia, is so mumet atau pusing. Nggak kelihatan bagus dan tidak terdengar bagus waktu mereka datang karena begitu rumitnya," kata Sri Mulyani saat launching BLE yang dilihat virtual, Kamis (18/3/2021).

Sri Mulyani menyebut saat ini biaya logistik di Indonesia masih terlalu tinggi, bahkan lebih mahal 10% dibandingkan negara tetangga. Hal itu membuatnya terkadang harus mengeluarkan lebih banyak dana agar bisa mendatangkan investasi.

"Sehingga aku harus menggunakan lebih banyak dana untuk sebuah investasi yang tadinya bisa diperkirakan akan kompetitif karena size ekonomi Indonesia besar, growing middle class, dan juga kita dekat dengan hub Internasional," bebernya.

"Jadi buat kita tidak hanya melakukan apa yang disebut promosi investasi, namun kita juga harus bekerja, pekerjaan rumah kita adalah membereskan rumah kita sehingga pada saat investor datang, dia melihat Indonesia is really open for business, tidak hanya lip service," tambahnya.

Untuk itu, ke depannya pemerintah akan semakin memperbaiki daya kompetisi di bidang logistik agar bisa mendatangkan investasi lebih banyak. Sebab, kata Sri Mulyani, dengan investasi lapangan pekerjaan akan datang.

"Performance logistic index kita stagnan of doing business. Ini berarti kita perlu melakukan berbagai langkah dalam rangka untuk memperbaiki apa yang kita sebut sebagai daya kompetisi di bidang logistik," tandasnya. [yy/okezone]

 

Tags: Investor | Investasi | BKPM