fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

BSI Mau Buka Kantor Cabang di Dubai Tahun Ini

BSI Mau Buka Kantor Cabang di Dubai Tahun Ini

Fiqhislam.com - Manajemen Bank Syariah Indonesia (BSI) berencana membuka kantor cabang luar negeri di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada 2021. Ekspansi bisnis didasari pada potensi sukuk global di Timur Tengah yang dinilai besar.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengutarakan, pembukaan cabang di negara tersebut karena potensi pasar yang memungkinkan. Dubai sendiri menjadi negara dengan penduduk mayoritas muslim.

"Kita kejar Dubai dulu karena kita ingin lihat potensi sukuk global. Sukuk global itu cukup potensi, dan itu cukup banyak di sana di Timur Tengah," ujar Hery Kamis (28/1/2021).

Tak hanya itu, BSI juga memiliki rencana untuk berekspansi ke Malaysia. Meski begitu, saat ini fokusnya masih di daratan Timur Tengah. Hery mengutarakan, Malaysia menjadi opsi, namun masih pada tahap kajian.

Dia mengakui, potensi keuangan syariah di Malaysia secara penetrasi perbankan syariahnya cukup optimal dibanding Indonesia. Meski begitu, Mandiri International Remittance (MIR) di Malaysia memang hanya melayani pengiriman uang dari Malaysia ke Indonesia atau dari Indonesia ke Malaysia.

"Apakah kita akan memiliki kantor di Malaysia atau tidak, ini sangat tergantung pada kajian. Tapi paling tidak di tahun ini kami sudah punya rencana untuk memiliki red office di Dubai. Berbicara mengenai potensi syariah dan keuangan syariah di Malaysia, penetrasi perbankan syariahnya cukup optimal dibanding kita," katanya.

Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, namun penetrasi perbankan syariah di Indonesia 7% sedangkan Malaysia mencapai 25%.

"Jadi memang menarik. Pemerintah Malaysia banyak memberikan ruang dan dukungan yang cukup luas kepada perbankan syariah untuk tumbuh. Dalam pajak perbankan syariah memperoleh rate yang cukup murah dibanding bank konvensional. Ini yang membuat perbankan syariah di Malaysia lebih cepat majunya dibanding negara lain seperti di kita," tuturnya. [yy/sindonews]