fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Ramadhan 1442  |  Rabu 12 Mei 2021

Pengusaha Akui Krisis Ekonomi akibat Covid-19 Lebih Berat dari 1998

Pengusaha Akui Krisis Ekonomi akibat Covid-19 Lebih Berat dari 1998

Fiqhislam.com - Keberhasilan program pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19 dinilai sangat tergantung pada stabilitas keamanan dan politik bangsa ini.

“Ada faktor-faktor terutama stabilitas keamanan termasuk politik, ekonomi, sosial, dan teknologi atau PEST yang akan menentukan berhasil tidaknya pemulihan ekonomi akibat pandemi,” kata Sekjen Asosiasi Roll Forming Indonesia (ARFI), Nicolas Kesuma, Rabu (9/12/2020).

Nico menjelaskan, faktor ini yang sangat krusial untuk dijaga bersama oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Insiden-insiden yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban, khususnya yang terjadi di ibu kota, yang bisa berdampak pada proses pemulihan ekonomi di tahun 2021 harus bisa dihindari.

Hal ini dinilai sangat penting guna membangun optimisme para pengusaha yang sangat mengharapkan adanya rebound pada 2021.

“Khususnya stabilitas politik sangat krusial dalam pertumbuhan ekonomi. Di samping kita tetap optimistis dalam bidang usaha, stabilitas negara pun wajib kita dukung penuh khususnya termasuk aparat TNI POLRI yang menjaga stabilitas NKRI dari ancaman pihak manapun. Ketika politik ini tidak stabil, ekonomi juga pasti akan tidak stabil. Efeknya kepada kehidupan sosial. Baru kemudian kita lihat faktor teknologi jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang negatif,” kata Nicolas.

Selama pandemi COVID-19, sektor roll forming, produsen logam dan baja, termasuk salah satu industri yang terdampak signifikan dimana pasokan dan permintaan dalam negeri saat pandemi terganggu akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Proyek-proyek infrastruktur sebagian besar terhenti bahkan banyak yang berhenti beroperasi.

Dia pun mengakui, tantangan pada 2020 sangat berat. Bahkan menurutnya, dampak perekonomian di tahun ini lebih berat dari dampak krisis ekonomi tahun 1998.

“Tantangan di tahun 2020 ini sangat berat. Bahkan beberapa pengusaha mengatakan bahwa 2020 ini efek pandemi lebih parah dari 1998 saat krisis ekonomi,” kata Nicolas seperti dilansir Antara.

Sejak pertengahan tahun, pemerintah memang sudah berupaya melakukan pemulihan ekonomi nasional. Semua sektor industri yang mampu membangkitkan perekonomian didorong untuk kembali berproduksi. Berbagai bantuan stimulan digelontorkan untuk menggerakkannya dengan harapan ekonomi bangsa bisa stabil kembali.

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo membentuk Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) yang dipimpin Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Tim khusus ini bertugas untuk memulihkan perekonomian bangsa. Jadi semua sektor industri itu dibangkitkan kembali untuk mendorong roda perekonomian,” kata Nicolas.

Para pelaku usaha sendiri tidak tinggal diam. Berbagai inovasi dilakukan untuk dapat meningkatkan utilitas produksi mereka.

Secara umum, Nicolas menjelaskan, ARFI selaku asosiasi manufaktur logam dan baja mendukung penuh upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas NKRI agar tetap aman dan kondusif karena hal inilah yang akan membantu mendongkrak perekonomian bangsa. [yy/okezone]