18 Rabiul-Awal 1443  |  Minggu 24 Oktober 2021

basmalah.png

Sri Mulyani: Indonesia Waspadai Dampak Pemakzulan Trump

Sri Mulyani: Indonesia Waspadai Dampak Pemakzulan TrumpFiqhislam.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, Indonesia harus mewaspadai dampak dari pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebab, AS merupakan negara ekonomi terbesar di dunia sehingga pasti berdampak terhadap perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia.

Sri mengatakan, pemakzulan terhadap Trump merupakan suatu proses politik di AS yang begitu terbelah antara Republik dengan Demokrat. Proses ini menimbulkan suatu ketegangan dan kondisi politik yang mengalami ekskalasi sangat tinggi, bahkan hingga pada tahap impeachment atau pemakzulan.

"Sebagai negara ekonomi terbesar, dinamika ini memberikan pengaruh confidence ekonomi AS ke depan," ujarnya ketika ditemui seusai konferensi pers pemaparan kinerja APBN di kantornya, Jakarta, Kamis (19/12).



Sri menambahkan, AS merupakan satu-satunya negara maju yang relatif memiliki pertumbuhan cukup kuat saat ini di tengah perlambatan ekonomi global. Apabila kepercayaan diri para pelaku usaha sudah melemah, dapat memengaruhi kesehatan ekonomi AS. Kondisi ini yang disebutkan Sri patut diwaspadai oleh Indonesia, terutama pada tahun depan.

Namun, Sri menilai, perekonomian Indonesia sudah mulai menunjukkan kinerja yang baik pada Oktober dan November. Ini akan menjadi modal positif bagi fundamental ekonomi dalam negeri untuk bertahan di tengah dampak dinamika politik dan ekonomi AS.

Sri berharap ekonomi Indonesia akan terus menunjukkan perbaikan sampai akhir tahun. Terlebih, pada Desember ada perayaan Natal dan Tahun Baru yang biasanya memberikan dampak positif melalui penerimaan pajak, terutama dari sektor perdagangan.

“Ini akan bagus untuk masuk ke 2020 secara lebih optimistis bagi kita, tapi kewaspadaan harus tetap kita tingkatkan,” katanya.

Sri mengakui, sepanjang 2019, perekonomian global terus menghadapi ketidakpastian. Kebijakan yang menciptakan pengaruh terhadap perlemahan ekonomi global kian kuat. Selain pemakzulan Trump, masih ada Brexit yang menegaskan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Di lingkup Asia, Sri menambahkan, terjadi peregangan hubungan antara Korea dan Jepang. Di sisi lain, perang dagang dua ekonomi terbesar dunia masih belum rampung. Kondisi ini berpengaruh terhadap keputusan para pelaku ekonomi di perusahaan maupun konsumen.

“Kalau konsumen, mereka akan menahan konsumsi dan mencadangkan lebih banyak uang. Dari sisi pengusaha, mereka menahan investasinya karena tidak yakin apakah ekonomi membaik,” ujarnya.

Keputusan menahan itulah yang akan memperlemah ekonomi. Pada 2019, Sri menilai, hampir setiap negara mengalami dampaknya, baik langsung berasal dari ekspor dan impor maupun merembes langsung ke dalam rumah tangga ataupun konsumen dari sisi investasi di perusahaan.

Dilansir di Reuters, Trump resmi menjadi presiden AS ketiga yang dimakzulkan. Dalam pemungutan suara pada Kamis (19/12) waktu setempat, House of Representatives (DPR) mengesahkan dakwaan penyalahgunaan kekuasaan terhadap Trump.

Pemakzulan ini akan membawa dakwaan ke pemerintah atas dugaan kejahatan. Proses selanjutnya berada di Senat AS yang saat ini dikuasai senator dari Partai Republik. Sepanjang sejarah 243 tahun berdirinya AS, tidak ada presiden yang diturunkan melalui proses pemakzulan. Setelah disahkan House, proses pemakzulan akan dibawa ke Senat dan diputuskan melalui sidang. [yy/republika]