15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Banyak Sarjana Ekonomi Syariah, Tapi Bank Syariah Kekurangan SDM

Banyak Sarjana Ekonomi Syariah, Tapi Bank Syariah Kekurangan SDM

Fiqhislam.com - Salah satu kendala pengembangan perbankan syariah terletak pada masih kurangnya jumlah dan kualitas tenaga berkompeten, untuk menjalankan industri perbankan di sektor syariah ini.‎

Padahal, saat ini banyak perguruan tinggi-perguruan tinggi yang membuka Program Studi (prodi) ekonomi syariah.

"Catatan kami ada 72 perguruan tinggi yang punya Prodi Ekonomi Syariah. Bahkan ada satu perguran tinggi yang bisa menerima 1.000 mahasiswa untuk priode ini," ujar Direktur Perbankan Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dhani Gunawan Idhat, dalam diskusi di Rancamaya Hotel, Bogor, Sabtu (21/11/2015).

Sayangnya, jumlah ini tak seluruhnya bisa diserap lantaran kompetensi yang diperlukan oleh Bank Syariah ternyata tidak dipenuhi oleh para lulusan dari sejumlah perguruan tinggi tersebut.

Masalahnya, kata dia, ada pada kurikulum yang diajarkan pada prodi ekonomi syariah tersebut. Menurutnya, saat ini belum ada standarisasi kurikulum di ekonomi syariah yang hasilnya sesuai dengan kebutuhan perbankan.

"Banyak yang kampus hanya mengajarkan mazhab ini, mazhab itu. Ini halal, ini haram. Itu penting, tapi itu saja tidak cukup. Mereka harus diperkenalkan dengan sistem bisnisnya. Karena banyak kasus, ketika ditanya bank syariah, para lulusan ini tidak tahu apa itu bank syariah sehingga mereka tidak lulus ketika seleksi masuk," ujar Dhani.

Untuk itu, ia menyarankan agar dibuat standarisasi kurikulum bank syariah dan setiap universitas yang membuka prodi ekonomi syariah wajib menerapkan standarisasi tersebut. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lulusan ekonomi yang terstandar dan siap diserap di dunia kerja.

"Sayang kan kalau ada kampus terima 1.000 mahasiswa, kemudian lulus dan menyandang gelar Sarjana Ekonomi Syariah, tapi nggak bisa terserap di dunia kerja. Mau diapakan 1.000 orang ini?" pungkas dia. [yy/detik.com]