15 Syawal 1441  |  Minggu 07 Juni 2020

Sebelum berinvestasi dalam saham, kita harus memahami apa itu saham dan karakteristiknya. Saham adalah bentuk kepemilikan perusahaan. Misalnya ada sebuah perusahaan contoh Telkom, dan anda memiliki saham diperusahaan tersebut, maka itu berarti bahwa anda juga merupakan pemilik dari Telkom. Jika anda memiliki saham 1% Telkom dari seluruh saham Telkom yang ada dipasar berarti anda memiliki perusahaan Telkom sebesar 1%.

Keuntungan memiliki saham tersebut adalah, kita dapat memperoleh deviden (pembagian keuntungan, jika Telkom memperoleh laba) dan mendapatkan keuntungan dari penjualan saham Telkom kita yang telah naik atau yang disebut capital gain. Harga saham akan naik, karena dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Jika Telkom pada tahun ini memperoleh laba yang besar, maka kita berharap ada pembagian keuntungan (deviden) yang besar juga. Oleh karena itu, banyak permintaan terhadap saham Telkom, sehingga harganya pun akan naik.

Melihat karakteristik dari saham diatas, strategi paling mudah untuk mendapatkan keuntungan dari saham adalah dengan membeli saham-saham unggulan (blue chip). Saham-saham tersebut misalnya saham Telkom, dan Astra.

Untuk dapat berinvestasi saham, anda perlu menghubungi broker atau perusahaan sekuritas sebagai perantara. Untuk memilih perusahaan mana yang akan bertindak sebagai perantara anda, perlu diperhatikan apakah perusahaan tersebut terdaftar dalam BEJ dan atau BES, komisi jual/beli, dan layanan apa yang diberikan.

cahyana.net

head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
2007 ~ 2020  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine