15 Syawal 1441  |  Minggu 07 Juni 2020

Neraca perdagangan pada 2019 tercatat defisit 3,2 miliar dolar AS. Angka tersebut mengecil dibandingkan defisit neraca perdagangan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 8 miliar dolar AS.

Deputi Gubernur Senior BI Dody Budi Waluyo mengatakan defisit neraca perdagangan yang menyempit pada akhir 2019 menandakan adanya perbaikan. Dia yakin tren ini bakal berlanjut seiring berkurangnya tekanan ekonomi global pada 2020.



"Karena berkurangnya defisit neraca perdagangan cukup besar dari 8,7 miliar dolar AS menjadi pada kisaran 3 miliar dolar AS," ujar Dody di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dody berharap kondisi global terus membaik dalam beberapa waktu ke depan. Dengan begitu, permintaan akan pulih dan mengerek harga-harga komoditas.

Dia menilai, penguatan neraca perdagangan akan membantu memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang saat ini berada di kisaran 2,5-3 persen terhadap PDB. Hal ini juga bakal membantu stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kami harap pada 2020 ini, angka defisit neraca perdagangan semakin mengecil dan akan memengaruhi transaksi berjalan," katanya. [yy/inews]

Neraca perdagangan pada 2019 tercatat defisit 3,2 miliar dolar AS. Angka tersebut mengecil dibandingkan defisit neraca perdagangan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 8 miliar dolar AS.

Deputi Gubernur Senior BI Dody Budi Waluyo mengatakan defisit neraca perdagangan yang menyempit pada akhir 2019 menandakan adanya perbaikan. Dia yakin tren ini bakal berlanjut seiring berkurangnya tekanan ekonomi global pada 2020.



"Karena berkurangnya defisit neraca perdagangan cukup besar dari 8,7 miliar dolar AS menjadi pada kisaran 3 miliar dolar AS," ujar Dody di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dody berharap kondisi global terus membaik dalam beberapa waktu ke depan. Dengan begitu, permintaan akan pulih dan mengerek harga-harga komoditas.

Dia menilai, penguatan neraca perdagangan akan membantu memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang saat ini berada di kisaran 2,5-3 persen terhadap PDB. Hal ini juga bakal membantu stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kami harap pada 2020 ini, angka defisit neraca perdagangan semakin mengecil dan akan memengaruhi transaksi berjalan," katanya. [yy/inews]

Sepanjang 2019, Neraca Perdagangan RI Defisit 3,20 Miliar Dolar AS

Sepanjang 2019, Neraca Perdagangan RI Defisit 3,20 Miliar Dolar AS


Fiqhislam.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2019 mengalami defisit 3,20 miliar dolar AS. Jumlah tersebut lebih baik bila dibandingkan defisit neraca perdagangan pada tahun 2018 yang mencapai 8,70 miliar dolar AS.

Ekspor Indonesia di sepanjang tahun 2019 sendiri tercatat 167,53 miliar dolar AS. Spesifiknya, untuk ekspor non-migas tercatat mencapai 154,98 miliar dolar AS dan ekspor migas tercatat mencapai 12,53 miliar dolar AS.

Meskipun demikian, pemerintah dalam perkembangannya masih memiliki ketergantungan impor. Impor sepanjang 2019 sendiri tercatat mencapai 170,72 miliar dolar AS. Hal ini dapat terlihat dari nilai impor migas Indonesia yang mencapai 21,88 miliar dolar AS. Sedangkan untuk impor non-migas sepanjang 2019 tercatat mencapai 148,83 miliar dolar AS.

Kepala Suhariyanto menuturkan, defisit neraca perdagangan yang terjadi sampai 2019 disebabkan oleh impor di sektor migas yang cukup tinggi.

"Defisit neraca perdagangan yang terjadi pada Desember 2019 terjadi karena impor migas," ujar Suhariyanto pada Rabu (15/01/2020).

Meskipun demikian, Suhariyanto mengungkapkan ekspor Indonesia di sektor non-minyak dan gas bumi (migas) menunjukkan angka surplus, sehingga dapat memperkecil defisit neraca perdagangan Indonesia untuk 2019.

"Sedangkan untuk ekspor non-migas sebenarnya (tercatat) masih surplus," ucap Suhariyanto. [yy/inews]

 

head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
2007 ~ 2020  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine