8 Syawal 1441  |  Minggu 31 Mei 2020

Di depan pengusaha properti yang hadir dalam Rakornas Kadin Bidang Properti, Sri Mulyani menyampaikan, angka itu jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5%.

"Kinerjanya sektor ini lima tahun terakhir constantly di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Ini PR-nya, mereka cuma sekitar 3,5%," ucap Sri Mulyani di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Kondisi ini, lanjut Sri Mulyani bisa memberi dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional lantaran industri properti punya keterkaitan yang besar terhadap industri turunan lainnya.

Ia mencontohkan, pergerakan industri properti bisa ikut menggerakkan industri lain seperti material, industri logistik dan pengangkutan material hingga industri bidang jasa seperti arsitektur bahkan industri keuangan dan perbankan lewat kredit pemilikan rumah (KPR).

"Sektor konstruksi dan real estate properti punya karakter yang sangat baik, karena dia miliki linkage besar," sambung dia.

Dalam kesempatan itu ia berharap bisa dirumuskan masukan agar industri properti bisa tumbuh lebih cepat dan membantu upaya pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

"Ini multiplier effect-nya di atas satu, artinya kalau sektor ini naik pengaruhnya besar. Bila properti tumbuh Rp 1 triliun, dampaknya Rp 1,9 triliun untuk kosnturksi, dan Rp 1,2 triliun untuk real estate," simpul Sri Mulyani. [yy/finance.detik]

 

head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
2007 ~ 2020  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine