5 Syawal 1441  |  Kamis 28 Mei 2020

Mengenal Pintu-Pintu Surga Yang Dijanjikan Allah

 

Fiqhislam.com - Salah satu  diantara pokok ajaran Islam adalah  mengimani keberadaan Surga [Al Jannah) dan Neraka [An Naar) sebagai bagian dari keimanan akan datangnya hari akhir.

Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala [yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..” [QS. Al-Baqarah : 24-25).

Mengimani surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan meyakini bahwa keduanya merupakan makhluk yang dikekalkan oleh Allah, tidak akan punah dan tidak akan binasa, dimasukkan ke dalam surga segala bentuk kenikmatan dan ke dalam neraka segala bentuk siksa.

Surga disediakan Allah Subhanahu Wata’ala bagi  yang bertakwa.  “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” [QS. Ali Imran : 133). Sedang neraka, disediakan bagi mereka yang inkar dan kufur. “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir.”[QS. Ali Imran : 131).

Selama ini, pengetahuan kita tentang surga yang kita baca di Al-Quran  sebatas  nikmat dan indah dipandang. Kenikmatan surga digambarkan Allah Ta’ala  di mana digambarkan mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya.

Tapi tahukan Anda, bahwa sesungguhnya surga itu memiliki pintu-pintu.

Dalam sebuah hadits dari shahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallaahu anhu dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, “Di dalam surga terdapat delapan pintu, di antaranya adalah Ar Rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa.” [HR Bukhari Muslim]

Dari Utbah bin Ghazawan radhiyallaahu anhu, beliau berkata mengenai lebar tiap pintu surga, “Rasulullah bersabda kepada kami bahwasanya jarak antara daun pintu ke daun pintu surga lainnya sepanjang perjalanan empat puluh tahun, dan akan datang suatu hari ketika orang yang memasukinya harus berdesakan.”[HR Muslim]

Dalam hadits lain juga disebutkan, “Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua pintu [yang ada daun pintunya) dari pintu-pintu surga seperti antara Makkah dengan Hajar, atau seperti antara Makkah dengan Bushra.” [HR. Muslim no. 287]

Dalam surat di Al-Quran, Allah subhanahu wata’ala berfirman;

Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Robbnya dibawa ke surga berombong-rombongan [pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, “Kesejahteraan [dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” [QS: Az-Zumar: 73]

Sebagaimana neraka,  surga memiliki pintu-pintu.Pintu-pintu surga apabila nanti telah terbuka, maka akan terus dibiarkan terbuka tidak sebagaimana pintu neraka, akan langsung ditutup rapat bagi yang memasukinya.

Ini adalah kehormatan [bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar [disediakan) tempat kembali yang baik, [yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka.” [QS. Shad: 49-50)

Adapun neraka, maka tidak demikian, sebagaimana firman Alloh subhanahu wata’ala; “[Yaitu) api [disediakan) Alloh yang dinyalakan, yang [naik) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka.” [QS. Al-Humazah: 6-8]

Rahasia kenikmatan para penghuni surga adalah, pintunya selalu terbuka bagi siapa saja, mereka bisa mondar-mandir, datang dan pergi sesuka hati.

Selain itu, malaikat penjaga yang masuk ke dalam surga setiap waktu ditunjukkan dengan wajah penuh kelembutan dan sikap ramahnya.

Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

Di dalam surga terdapat delapan pintu, salah satunya sebuah pintu yang disebut dengan “ar-Royyan”. Tidak memasuki pintu tersebut kecuali orang-orang yang berpuasa.

Kekhususan Pintu Surga

Masing-masing surga punya pintu dan kekhususan untuk para penghuninya, atas amal-amalnya di dunia;

Bertauhid yang Lurus

“مَنْ عَبَدَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، فَأَقَامَ الصَّلَاةَ، وَآتَى الزَّكَاةَ، وَسَمِعَ وَأَطَاعَ؛ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُدْخِلُهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَ، وَلَهَا ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ. وَمَنْ عَبَدَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَأَقَامَ الصَّلَاةَ، وَآتَى الزَّكَاةَ، وَسَمِعَ وَعَصَى؛ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ أَمْرِهِ بِالْخِيَارِ؛ إِنْ شَاءَ رَحِمَهُ، وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ”.

Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar dan taat [kepada pemerintah); niscaya Allah akan memasukkannya lewat pintu surga manapun yang ia maui. Dan pintu surga itu ada delapan. Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar namun tidak taat pada ulil Amri; maka nasibnya terserah Allah. Jika Dia berkehendak maka akan merahmatinya, sebaliknya jika Dia berkehendak, maka akan menyiksanya”. [HR. Ahmad dari Ubadah bin ash-Shamit ra]

Barangsiapa mengucapkan ”Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Serta Isa adalah hamba Allah dan anak salah satu hamba-Nya. Kalimat-Nya disampaikan kepada Maryam dan ruhnya berasal dari Allah. [Ia juga bersaksi) bahwa surga adalah benar adanya, neraka juga benar adanya; niscaya Allah akan memasukkannya ke surga dari delapan pintunya manapun yang ia kehendaki”. [HR. Muslim)

Bertakwa & Beramal Shalih

Untuk memasuki pintu surga itu kita harus melakukan amal shaleh:

لِكُلِّ عَامِل بَاب مِنْ أَبْوَاب الْجَنَّة يُدْعَى مِنْهُ بِذَلِكَ الْعَمَل

Bagi setiap orang yang beramal terdapat sebuah pintu khusus di surga yang dia akan dipanggil melalui pintu tersebut karena amal yang telah dilakukannya.” [HR. Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah]

Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.

Ketika mendengar hadits ini Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”.

Maka beliau pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” [HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya [kepada para sahabat), “Siapakah di antara kalian yang pada hari ini berpuasa?”. Abu Bakar berkata, “Saya.” Beliau bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengiringi jenazah?”. Maka Abu Bakar berkata, “Saya.” Beliau kembali bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?”. Maka Abu Bakar mengatakan, “Saya.” Lalu beliau bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengunjungi orang sakit.” Abu Bakar kembali mengatakan, “Saya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Tidaklah ciri-ciri itu terkumpul pada diri seseorang melainkan dia pasti akan masuk surga.” [HR. Muslim)

Berinfak di Jalan Allah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda;

Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” [HR. Bukhari)

Al-Qadhi menukil ucapan Al-Harawi ketika menerangkan makna  berinfak di jalan Allah dalam hadits ini mencakup berinfak untuk segala bentuk amal kebaikan, bukan khusus untuk jihad saja [Al-Minhaj, 4/352).

Abu Hurairah mengatakan, Rasulullah bersabda,

لِكُلِّ عَامِل بَاب مِنْ أَبْوَاب الْجَنَّة يُدْعَى مِنْهُ بِذَلِكَ الْعَمَل

Bagi setiap orang yang beramal terdapat sebuah pintu khusus di surga yang dia akan dipanggil melalui pintu tersebut karena amal yang telah dilakukannya.” [HR. Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah)

Menjaga Wudhu

Dari Uqbah Bin Amir, ia mendapati Rosululloh berkhutbah di hadapan orang-orang. Yang ia dapatkan dari ucapan Rosul adalah sabda beliau:

Tidaklah seorang Muslim berwudhu, lalu memperbagus wudhunya, lalu ia melakukan sholat dua rokaat dengan sepenuh hati dalam dua rakaat tersebut menghadapkan hati dan wajahnya, melainkan surga pasti berhak is dapatkan.” Akupun berkata: “Betapa bagusnya hal ini.” Tiba-tiba ada seseorang yang berbicara di hadapanku. la mengatakan bahwa sabda beliau yang sebelum itu lebih menarik lagi. Akupun melihatnya, ternyata ia adalah Umar. la berkata: “Sungguh, aku lihat engkau ini baru saja datang. Rosul telah bersabda: “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian ia berdoa: `asyhadu anla ilaha illalloh wa anna Muhammadan ‘abdullohu wa rosuluh’, melainkan akan dibukakan untuknya pintu surga yang delapan. la bisa masuk dari pintu manapun yang ia suka.” [HR. Muslim]

Wanita Shalihah, yang menjaga shalat

Adalah penggalan dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya bersabda: “Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya maka dikatakan kepada wanita tersebut : “Masuklah ke surga dari pintu mana saja  sesuai yang engkau kehendaki.

Yang Berpuasa

Diriwayatkan dari Sahl bin Saad r.a katanya; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam; “Sesungguhnya di dalam Surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk seorangpun kecuali mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya.” [HR: Bukhari-Muslim]

Hanya yang perlu diingat, masuknya seseorang ke dalam surga hanya karena amalnya.  Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Baari’  mengatakan,  seseorang itu tidak masuk surga karena amalnya, akan tetapi karena rahmat Allah kepadanya.

Semoga Allah Subhanahu Wata’ala merahmati kita semua sehingga terus memberi taufiq untuk beriman dan bisa beramal shalaih hingga menjadi sebab kita semua masuk surga. Amin. [yy/hidayatullah]

head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
2007 ~ 2020  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine