4 Syawal 1441  |  Rabu 27 Mei 2020

Tercabutnya Roh ke Langit

Fiqhislam.com - Dari Abu Hurairah dalam riwayat Muslim, ia berkata, “Jika roh seorang mukmin keluar (dari jasadnya), dua malaikat menerima dan menaikkannya.” Hammad berkata, “Disebutkan bau wangi rohnya, dikatakan seperti kasturi.” Abu Hurairah berkata, “Penghuni langit berseru, ‘Roh baik datang dari bumi. Semoga Allah bersalawat atasmu dan atas jasad yang sebelumnya kau aktifkan,’ lalu ia pergi menghadap Tuhannya, kemudian Dia berkata, ‘Pergilah kalian bersamanya sampai ke ajal terakhir.’ Jika roh orang kafir keluar dari jasadnya-Hammad berkata, “Disebutkan baunya busuk seperti kotoran” para penghuni langit berseru, ‘Roh jahat dari bumi,’ lalu ada dikatakan, ‘Pergilah bersamanya sampai ajal terakhir.’”

Dalam hadis riwayat al-Barra, Rasulullah saw. menyebutkan penghormatan yang diberikan kepada roh seorang hamba yang saleh setelah keluar dari jasadnya, yaitu para malaikat Allah bersalawat kepada roh yang baik itu, dibukakan baginya pintu langit, diberikan kafan dan wewangian dari surga, rohnya mengeluarkan bau-bau wewangian yang melebihi wanginya kasturi, kemudian para malaikat membawanya dalam sebuah perjalanan mulia dan terhormat. Sedangkan roh yang jahat dilaknat oleh malaikat langit saat ia keluar dari jasad, lalu pintu langit tertutup baginya. Setiap regu malaikat berseru di pintu langit agar tidak naik dihadapan mereka. Selain itu, roh tersebut diberi kain kafan dan berbauan dari neraka. Darinya keluar bau busuk yang membuat malaikat menderita, lalu ia dinaikkan ke langit, tapi pintu-pintu langit tidak terbuka baginya, maka roh itu dicampakkan dengan penuh kemurkaan.

Dalam hadis al-Barra’ ibn ‘Azib, Rasulullah saw. melukiskan perjalanan roh manusia dari kematian sampai ke barzakh:

Ketika rohnya keluar dari jasadnya, semua malaikat di antara langit dan bumi dan semua malaikat di langit bersalawat kepadanya, dan dibukakan baginya pintu-pintu langit. Para penghuni pintu langit memohon kepada Allah agar bisa naik menyertainya. Begitu malaikat maut mengambilnya, mereka tidak membiarkannya sekejap mata pun. Mereka segera mengambil dan meletakkannya di kafan dan wewangian. Itulah makna ayat, “Ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” Darinya keluar  bau wangi kasturi terwangi yang ada di bumi. Mereka lalu naik bersama roh tersebut. Mereka tidak melewati sekumpulan malaikat kecuali yang dilewati berseru, “Siapakah roh yang baik ini?” Mereka menjawab, “Fulan bin Fulan,” ddengan nama terbaik yang disebutkan kepadanya yang diberikan di dunia. Ketika berhenti di langit dunia, mereka meminta dibukakan pintu baginya, lalu dibukalah. Disambutlah ia oleh para malaikat muqarrabin di tiap langit sampai ke langit berikutnya, terus ke langit ke tujuh. Allah berfirman, “Tulislah kitab catatan hamba-Ku di ‘Illiyyin. Tahukah kamu apa ‘Illiyyin itu? (Yaitu) kitab yang tertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).” Kitab catatannya lalu di tulis di ‘Illiyyin, kemudian ada seruan, “Kembalikan dia ke bumi, karena sesungguhnya dari bumi Aku menciptakan mereka, ke bumi Aku mengembalikan mereka, dan dari bumi Kukeluarkan mereka pada kali lainnya.”

Rasulullah saw. menceritakan roh jahat yang dicabut dari seorang hamba kafir atau orang jahat. Beliau bersabda bahwa setelah rohnya dicabut:

Ia dilaknat oleh setiap malaikat [yang menghuni ruang] antara langit dan bumi serta semua malaikat di langit. Pintu-pintu langit ditutup. Tiap penghuni langit berdo’a kepada Allah agar rohnya tidak melewati mereka. Rohnya lalu diambil, dan ketika diambil, mereka tidak membiarkan roh itu di tangan malaikat maut barang sekejap pun da segera memasukkannya ke tempat basuhan. Lalu dari roh tersebut keluar bau bangkai yang paling busuk di bumi. Setelah itu, para malaikat membawanya naik [ke langit]. Setiap kali mereka melewati sekumpulan malaikat, yang dilewati berseru, “Siapakah roh busuk ini?” Yang ditanya menjawab, “Fulan bin Fulan,”-dengan menyebut nama terburuk yang biasa dipanggilkan kepadanya di dunia. Ketika akhirnya berhenti di langit dunia, ia minta dibukakan pintu langit, tapi tidak dikabulkan. (Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat, “Tidaklah mereka dibukakan pintu-pintu langit dan tidak masuk surge sampai unta dapat masuk ke luang jarum.”) Lalu Allah berfirman, “Catatlah kitabnya di Sijjin, di bumi yang rendah!” Kemudian Ia berfirman, “Kembalikan hambaku ke bumi, karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka dari tanah, ke tanah Kukembalikan mereka, dan dari tanah Kukeluarkan mereka pada kali lan.” Rohnya lalu dilemparkan dari langit sampai mengenai jasadnya. (Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat, “Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”) Lalu rohnya dikembalikan ke jasadnya.

Ibnu Majah meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Orang mati itu sungguh didatangi malaikat maut. Jika ia orang saleh, malakat berkata, “Keluarlah, waha jiwa yang baik yang bersemayam di jasad yang baik! Keluarlah dalam keadaan terpuji! Bergembiralah dengan ketentraman dan karunia, dan Tuhan tidak murka padamu!” Kata-kata it uterus diucapkan sampai rohnya keluar, kemudian malaikat itu membawanya naik ke langit. Ia minta dibukakan [pintu langit] baginya. Dintanya, “Siapa ini?” Malaikat menjawab, “Fulan.” Dijawab, “Selamat datang, wahai jiwa yang baik yang dulu bersemayam di jasad yang baik! Masuklah dalam keadaan terpuji, dan bergembiralah dengan ketentraman dan karunia, dan Tuhan tidak murka kepadamu.” Kata-kata itu di ucapkan kepadanya sampai ia berhenti di langit tempat Allah Yang Maha luhur dan Maha mulia.

Jika ia orang yang jahat, sang malaikat berkata, “Keluarlah, wahai jiwa yang jahat yang bersemayam di jasad yang busuk! Keluarlah dalam keadaan tercela! Bergembiralah dengan air (di neraka) yang sangat panas dan sangat dingin!” Kata-kata it uterus diucapkan sampai rohnya keluar, kemudian malaikat itu membawanya naik ke langit. Ia minta dibukakan [pintu langit] baginya. Ditanya, “Siapa ini?” Malaikat menjawab, “Fulan.” Dikatakan, “Tidak ada penyambutan untuk jiwa yang busuk yang dulu bersemayam di jasad yang busuk. Pulanglah dalam keadaan tercela! Kau tidak dibukakan pintu!” Lalu dilepas dari langit, dan kemudian sampai di kubur.”

yy/islampos.com

head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
head.jpg
2007 ~ 2020  |  Copyright  Fiqhislam.com  |  Design by JoomlaShine