22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Bisnis Memukau Terarium, Taman Cantik Dalam Kaca

http://images.marthastewart.com/images/content/tv/martha_stewart_show/show_photos/5001_5100//5083_012210_terrarium_l.jpg

Kreativitas memang tak boleh ditawar lagi apalagi jika menyangkut urusan penghijauan. Salah satu cara kreatif untuk menyiasati adalah membuat taman cantik di lahan sempit. Namanya terarium atau seni membuat taman di dalam kaca. Bahan untuk membuat tetarium gampang dibuat. Di antaranya kompos, moss, arang kayu, pasir dan batu warna, atau kerang.  Pada perkembangannya terarium bisa dijadikan hadiah, suvenir atau membuat penghijauan di ruang tidur, ruang makan, atau kamar mandi. Beragam pohon kecil ditanam di dalam kaca.

Agar lebih indah hiasi dengan pasir atau batu berwarna-warni. "Cara menanamnya memang harus dilakukan secara khusus," kata Ani Kristanti, pembuat tetarium.

Biasanya, kata Ani, tetarium dijadikan suvenir untuk ulang tahun atau pernikahan. Tapi, ada pula yang disewa oleh perkantoran atau instansi untuk penghias atau penghijau ruangan. "Tetarium kecil dijual seharga Rp 150 ribu," ujarnya. Ani mengakui usaha pembuatan tetarium yang semula hanya untuk hobi, kini sudah menjadi bisnis menguntungkan. Terarium adalah satu kreasi tanaman hias yang unik, indah, cantik, dan inovatif. Kehadiran terarium dalam ruangan atau taman, baik di rumah, perkantoran, maupun di galeri memberikan cita warna dan suasana yang sensasional. Seolah kita memandang bola dunia yang di dalamnya terdapat alam tumbuh-tumbuhan yang subur dan indah.

Karena keistimewaan yang terdapat pada terarium ini, Kerajaan Inggris pada dinasti Victoria pernah membuat rumah kaca mini. Di dalam rumah kaca ini ditanam sekitar 65 jenis tanaman pakis dan suplir. Terarium besar ini sangat terkenal ke seluruh Kerajaan Inggris hingga menjadi model bertanam yang populer di kalangan keluarga bangsawan. Kemudian, stimulasi keindahan terarium ini mampu menyihir para bangsawan Indonesia pada tahun 45-an sehingga terarium ikut berkembang di tanah air.

Selain hal di atas, terarium memiliki keunggulan tertentu, sehingga membuat pencinta tanaman hias ikut mengembangkan terarium. Yakni di antaranya, bisa ditanam di lahan atau tempat yang sempit sekalipun, bisa dijadikan bingkisan atau hadiah buat orang lain, sebagai alternatif kemudahan bagi media penelitian sekaligus pelestarian tanaman.


Selanjutnya, bagaimana prospek bisnis terarium? Terarium memiliki banyak pasar. Pasar ini yang akan menyerap pembeli dan menciptakan rantai peluang usaha yang lebar. Selain pasar umum, baik perorangan maupun pemasaran yang terprogram, seperti demo, York shop atau kursus, juga wilayah perkantoran atau show rol, kafe, restoran, hotel, pameran, bazar, pesanan suvenir, nurseri, toko bunga, gift shop, dan pasar swalayan.


Sementara itu, membuka usaha atau membuat terarium tidak membutuhkan modal yang sangat besar. Yang diperlukan hanya keterampilan dan kesungguhan menekuni jenis usaha ini. Hasilnya, rasio keuntungan bisa diperoleh lebih dari 60 %.


Namun, bagaimana membuat terarium yang baik dan benar agar dihasilkan terarium yang menawan sesuai dengan keinginan? AgroMedia Pustaka menerbitkan buku “Membuat Terarium – Taman Mungil dalam Wadah Kaca” yang disusun oleh Anie Kristiani. Melalui buku ini Anda bisa belajar bagaimana membuat terarium, baik untuk skala pribadi maupun usaha.


Di dalam buku ini di antaranya dibahas sejarah perkembangan terarium, peluang usaha terarium, keunggulan terarium, membidik pasar, analisis usaha, memilih jenis tanaman yang tepat, memilih media tanam, dekorasi, wadah, pemeliharaan, penambahan aksesori, dan berbagai pasar terarium. Ingin "berkebun" tapi tak punya halaman? Jangan bingung. Terarium jadi alternatif bagi yang tetap ingin melakukan penghijauan di mana saja.


Terarium adalah cara menanam tanaman di dalam wadah tembus pandang atau kaca. Seperti halnya akuarium yang berfungsi memamerkan keindahan beragam ikan, terarium juga memajang satu atau lebih tanaman cantik yang disusun indah di dalamnya.

Sebenarnya, terarium sudah lama dikenal. "Tapi belakangan ini bangkit kembali karena global warming sehingga banyak orang terpicu untuk melakukan penghijauan di mana-mana," kata Evelina, Ketua Ikatan Alumni Pelatihan Pertamanan (IAPP).

"Mereka yang tinggal di apartemen dan tidak punya lahan besar, atau terlalu sibuk dan enggak sempat berkebun tapi tetap ingin melakukan penghijauan dan memiliki taman, bisa memilih terarium. Terarium pun bisa mempercantik rumah yang besar, misalnya diletakkan di atas meja ruang keluarga," kata Evelina, yang ditemani beberapa pengurus IAPP lainnya.

Namun, tak bisa sembarang tanaman dapat ditanam dalam wadah kaca. Menurut Evelina, yang cocok untuk terarium adalah jenis tanaman yang pertumbuhannya lamban dan sangat mudah dirawat. "Seperti kaktus dan sukulen yang tumbuhnya tidak terlalu besar dan tahan lama," ujarnya.

Selain sukulen dan kaktus, tanaman lain seperti Sansivieria dan Bromelia pun bisa menjadi pilihan alternatif lainnya. Jenis tanaman seperti tadi, mudah dirawat dan tidak harus disiram setiap hari.

Ketika disiram, Evelina menerangkan, airnya tak perlu langsung ke tanaman, tapi cukup ke pinggiran kacanya saja agar tanaman tak cepat membusuk. Selain itu, Evelina juga menyarankan agar terarium dikeluarkan dari dalam rumah atau ruangan seminggu sekali, agar tak cepat membusuk dan pertumbuhannya tidak terlampau cepat.

"Tapi sebaiknya jangan langsung terkena hujan atau sinar matahari. Pertama-tama, letakkan di teras saja dulu agar bisa beradaptasi dengan suasana luar ruang dan menghirup udara bebas. Setelah itu, perlahan-lahan boleh tertimpa sinar matahari."

PUNYA PENGGEMAR SENDIRI

Melihat proses perawatannya yang tak terlalu sulit, terarium pun cukup mudah dibuat sendiri. Kendati demikian, Eveline menambahkan, biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu terarium sangat tergantung pada pemilihan jenis tanaman dan wadah kacanya.

Modal membuat terarium, ungkapnya, bisa dimulai dari Rp 50 ribu hingga jutaan rupiah. Semakin eksklusif bentuk wadah kacanya, tentu biaya membuat terarium akan semakin mahal.

Uniknya lagi, meski hanya ditempatkan di dalam wadah terbatas, terarium juga tetap menggunakan media tanam seperti arang, kompos, dan zeloit. "Ketiga media tanam ini sebaiknya jangan dicampurkan, tapi letakkan secara terpisah-pisah agar makin terlihat gradasi warnanya. Media arang harus diletakkan di bagian paling bawah agar bisa meresap air siraman," saran Evelina.

Meski mudah, menurut Evelina, proses yang paling sulit dalam membuat terarium adalah ketika harus menempatkan komposisi tanaman di dalam wadah. Sebab, akan dibutuhkan kesabaran yang cukup tinggi.

Sebagai langkah awal, tanaman ditata sesuai dengan wadahnya. Usahakan agar tanaman tidak diletakkan berdesakan. Perbedaan tinggi tanaman pun sebaiknya proporsional. Sesuaikan antara tanaman yang tinggi dengan yang lebih rendah.

Bagi Evelina, disitulah seninya membuat terarium, bagaimana memposisikan tanaman dan menyesuaikan tinggi rendahnya. Yang patut diperhatikan, tanaman jangan sampai melewati mulut wadah. Jika wadahnya cukup besar, bisa letakkan pot kecil di dalamnya. "Variasinya, sangat tergantung pada yang membuatnya."

Jika semuanya tampak mudah dilakukan, lalu adakah kendala dalam membuat terarium? Menurut Evelina, kendalanya hanya satu, yaitu sulitnya mencari tanaman yang cocok dan pas untuk terrarium. "Biasanya, kendala muncul ketika harus pemilihan warna tanaman," sambung Tri, salah satu anggota IAPP, yang juga ahli kompos.

Terarium, lanjut Tri, memiliki kelas tersendiri dan tidak semua orang bisa menyukainya. "Jujur saja, lebih banyak mereka yang secara ekonomi berada di kelas atas yang mengerti tanaman dan seni. Jadi, mereka bisa lebih tahu keindahan terarium itu ada di mana," tukasnya.

MEMBUAT TERARIUM SENDIRI

Bahan:
1. Kayu untuk mengorek tanah
2. Sumpit untuk menjepit tanaman
3. Tisu yang sudah dililit pada sebatang kayu kecil, dan diberi alkohol 70%
4. Sedotan untuk meniup kotoran di dinding wadah
5. Corong untuk memasukkan media tanam
6. Sendok plastik untuk meratakan media tanam
7. Kuas untuk membersihkan tanaman yang terkena media tanam
8. Sekop kecil untuk menuang media tanam dan batu hias
9. Gunting
10. Semprotan air berujung lancip (jangan pilih yang spray, karena akan merusak tanaman)
11. Media tanam: arang (potong kecil-kecil), moss (disemprot air dulu), kompos (yang sudah steril), zeolit
12. Batu hias warna warni

Cara Membuat

1. Siapkan wadah kaca, bersihkan dengan alkohol2. Masukkan arang ke bagian dasar wadah, lalu moss, kemudian kompos.

3. Masukkan tanaman yang diinginkan satu persatu. Jika akarnya panjang, potong sedikit, lalu cuci bersih.

4. Jika ada kotoran yang melekat di pinggir kaca, bersihkan dengan kuas.

5. Masukkan zeolit untuk menutupi media tanam, dengan menggunakan corong. Fungsi zeloit ini agar terarium terlihat lebih artistik.

6. Tambahkan batu hias beragam warna dan bentuk.

7. Jika ada kotoran menempel pada tanaman, tiup dengan sedotan atau bersihkan dengan kuas.

8. Semprot kaca dengan air hingga zeolit basah dan berubah warna. Cara ini sekaligus untuk menyiram tanaman.

9. Terarium siap diletakkan di tempat yang diinginkan.

MODAL YANG DIBUTUHKAN

Booming terarium yang kini tengah terjadi, sangat mungkin akan menjadi lahan bisnis yang menghasilkan. Tertarik melirik bisnis terarium? Berikut kisaran modal yang harus dikeluarkan untuk membuat terarium di wadah kecil:

Media tanam (arang, moss, kompos, zeolit) Rp 10.000
Wadah Rp 20.000
Tiga buah tanaman sukulen Rp 50.000
Batu hias Rp 10.000
Batu putih Rp 5.000
---------------- +
Jumlah Rp 95.000
Catatan:
· Batu hias dan putih biasanya sudah dijual per kantong plastik. Begitu juga dengan media tanam. Jadi, materi tadi bisa dipakai untuk membuat beberapa terarium sekaligus.
· Harga wadah sangat tergantung pada ukurannya (besar atau kecil), juga pemilihan tanaman. Makin besar ukuran wadahnya, makin besar pula biayanya. Makin banyak tanamannya, makin mahal juga biayanya.
· Modal di atas belum termasuk biaya transportasi pembelian bahan-bahan. (fn/id/tn/klik pada liputan 6)

Sumber: Suaramedia.com