15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Waralaba, Sistem Mapan Tanpa Harus Merintis Dari Awal

http://2.bp.blogspot.com/_rceoIMB7BQY/S61YkK5mZuI/AAAAAAAABLE/ilyqaIosYcQ/s1600/bisnis+waralaba.jpg

Jujur saja, tiap orang ingin kaya, ingin punya bisnis yang sudah terbukti menguntungkan, memiliki sistem yang baik, dan image yang kuat. Sayangnya, tidak semua orang memiliki ide brilliant, kreativitas tinggi, dan keuletan yang kuat untuk membangun bisnis dari nol sampai menjadi bisnis idaman seperti diatas. Namun Anda jangan berkecil hati dulu, karena setiap orang, termasuk Anda tentunya, pasti punya "bakat alam" untuk meniru, dan mencontek. Bahkan sejak sekolah dasar kita sudah memiliki kemampuan mencontek tanpa ada yang mengajari !!

Nah, dengan franchise/waralaba, maka Anda dapat memiliki bisnis dengan sistem yang mapan tanpa harus merintisnya dari awal. Anda cukup membeli bisnis dari franchisor (pemilik franchise). Perlu modal besar ? Tidak juga. Saat ini banyak pilihan bisnis franchise, mulai dari modal 2 juta sampai 2 milyar.

Untuk menjalankanya, tinggal ikuti aturan dan SOP (Standart Operational Procedure) dari franchisor. Tidak perlu kreativitas, semua sudah diatur oleh pemberi franchise. Bahkan peralatan dan material promosinya pun seperti spanduk, dan brosur, sudah disediakan. Anda tinggal menyediakan karyawan dan lokasi yang strategis. Namun, bukan berarti bisnis ini akan mudah. Tetap dituntut kerja keras dan ketekunan dalam menjalankannya.

Kelebihan yang lain dari franchise adalah sistemnya yang telah mapan, sehingga mudah untuk diduplikasi, apabila Anda ingin menambah outlet ke-2, ke-3 dst...

Berbeda dengan beberapa dasawarsa yang lalu, sangat sedikit orang yang memiliki bisnis dengan sistem yang mapan. Saat ini, dengan adanya sistem franchise, maka orang yang memiliki kreativitas, dan mampu membangun bisnis dengan sistem yang mapan, memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya lebih cepat. Dengan menfranchise-kan bisnisnya, seseorang bisa menambah puluhan outlet dalam waktu hanya beberapa bulan saja. Sesuatu yang nampak mustahil di masa lalu. Demikian pula dengan orang-orang yang tidak memiliki kreativitas, dan tidak punya "nyali" untuk merintis bisnis dari awal. Melalui sistem franchise, mereka dapat membeli bisnis yang sudah "mapan". Dengan demikian, semua orang punya kesempatan untuk memiliki bisnis, mengembangkan bisnis, dan membangun kekayaan...


Tentunya tidak sembarang waralaba yang bisa anda pilih. Menurut Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, ada kiat-kiat tertentu dalam memilih usaha waralaba yang baik.

Bisnis waralaba yang baik adalah usaha yang dibutuhkan sehari-hari yaitu makan, minuman, pendidikan, salon, bengkel, bidang ritel.

Selain itu, Anang mengatakan ada beberapa daerah yang berpotensi mengembangkan produknya untuk waralaba seperti di Jawa Tengah dan Jogja makanan dan batik, Bali dengan produk kerajinan kayu dan pakaian.

Anang juga mengingatkan agar para pemodal sebaiknya berhati-hati dalam menentukan mengambil peluang usaha melalui waralaba. Mengingat sekarang ini sering terjadi kerancuan antara waralaba (franchise) dengan business opportunity (BO).

Konsep waralaba yang secara legal dan dalam PP No 42 tahun 2007 dijabarkan bahwa waralaba harus terbukti benar-benar menguntungkan, selain itu proses aplikasi bisnisnya mudah diterapkan dan diajarkan kepada pengambil pewaralaba dan lain-lain.

"Franchise itu sudah pasti business opportunity (BO), tetapi BO belum tentu franchise," kata Anang di acara seminar franchise di JCC, Jakarta.

Ia juga mencatat ada dua hal yang penting dalam menentukan waralaba diantaranya masalah keteraturan zona wilayah persebaran unit waralaba di setiap daerah. Apakah pihak pemberi waralaba membatasi para pelaku yang bermain di wilayah tertentu atau tidak. Sehingga tidak terjadi persaingan antar sesama terwaralaba.

Selain itu, mengenai permodalan, ia menilai banyak pemilik waralaba yang terlalu mengabaikan modal karena memaksakan kondisi suatu usaha yang seharusnya modalnya lebih rendah namun ditawarkan dengan modal yang lebih besar.

"Tetapi kita juga tidak mau kita matikan BO, kita juga harus kembangkan. Departemen Perdagangan sebagai pemerintah juga menginginkan seperti itu," harapnya.

Menurutnya perkembangan franchise dan BO berkembang sangat pesat sejak tahun 2002 telah mencapai 259 unit dengan 212 asing, 47 lokal, tahun 2003 sempat mengalami penurunan dengan jumlah 239 unit diantaranya 190 asing, 49 lokal.

Tahun 2004 mencapai 285 unit dengan 200 asing, 85 lokal. Tahun 2005 sebanyak 366 unit sebanyak 237 asing lokal 129. Tahun 2006 sejumlah 450 sebanyak 220 asing 230 lokal dan tahun 2007 mencapai 700 unit dengan komposisi asing 250 lokal 450.

Hingga kini jumlah franchise dan BO mencapai 850 unit, dengan jumlah outlet mencapai 30.000 unit dengan lapangan pekerjaan langsung 520.000 lapangan pekerja tidak langsung mencapai 1,3 juta.

Ada beberapa produk franchise Indonesia yang sudah mencapai go international diantaranya the auto bridal, J.Co, Sari Bundo dan Natrabu, Daily Bread, Excelso.

Anang banyak menambahkan banyak usaha lokal yang berpeluang dikembangkan melalui pola franchise diantaranya rumah makan etnik, makanan siap saji, berbagai macam soto, macam-macam sate, rumah batik dan kerajinan

Di bidang pertanian diantaranya pembibitan anggrek atau buah, pemeliharaan belut dan kodok, budidaya ikan. (fn/id/dt)

suaramedia.com