25 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 04 Agustus 2021

basmalah.png

Gambar Sandal Dicat Karet Secara Manual

http://i731.photobucket.com/albums/ww311/javadesindo/SandalSDK.jpg

detik.com - Bandung - Sekilas, sandal unik buatan Agus Saepuloh (38), seperti dicetak massal menggunakan mesin otomatis. Namun, kenyataanya tak seperti itu. Rupanya setiap gambar serta warnanya dikerjakan secara manual. "Ini merupakan ciri khas sandal buatan kami. Semua dikerjakan manual," terang Agus saat ditemui detikbandung di rumahnya yang sekaligus tempat produksi, Jalan Dungus Cariang, RT 6 RW 4, Kota Bandung.

Walau berpengaruh pada kuantitas produksi, dirinya menganggap, langkah seperti itu dipertahankan agar tidak mudah ditiru. Saat ini, pengerjaan produksi sandal dibantu 10 pekerja yang memiliki tugas masing-masing. Lima orang membuat proses pewarnaan dan lima orang lagi bagian finishing.

Agus bercerita, proses pembuatan sandal jepit ini melalui sejumlah tahapan. Awalnya, disiapkan master cetakan gambar yang terbuat dari lempengan alumunium. Lalu, cetakan itu diberi cat karet berwarna yang nantinya disesuaikan dengan karakter gambar.

"Para pekerja tinggal membaluri gambar dengan cat karet. Prosesnya seperti mewarnai gambar pada kertas," jelas Agus.

Usai diwarnai, cetakan gambar yang didesain Agus ini dimasukkan ke dalam alat pemanas. Setelah didiamkan beberapa saat, cetakan awal dikeluarkan. Lalu, hasil cat gambar berwarna yang menjadi timbul ini dilapisi karet dan dimasak kembali ke alat pemanas.

"Karet bergambar ini dimasak ke mesin open dengan menggunakan bahan bakar LPG ukuran tiga kilogram selama lima menit per satu pasang. Setelah semua cat karet melekat dan kering, lalu dicabut dari cetakan gambar,'' tutur Agus.

Usai proses tersebut, hasil gambar ditempel pada karet yang sudah berbentuk sandal berbagai ukuran. Nantinya, pekerja memotong bagian pinggir sandal yang disesuaikan dengan lekuk gambar. Sementara bagian bawah atau dampal sandal diberi bahan spon.

"Sehari memproduksi 50 pasang sandal beragam gambar dan model. Maka itu, karena keterbatasan waktu pengerjaan dan jumlah pekerja, bila datang pesanan dari konsumen, kami hanya sanggupi 200 pasang saja," tuturnya.           

Warna gambar yang tertempel di sandal unik ini diklaim Agus anti luntur. Bahkan, tidak bakal hilang bila terkena air. "Dijamin warnanya terus melekat dan kuat," jelasnya.

"Sandal ini didesain seperti itu. Daripada warna gambar habis karena luntur, mending bagian bawahnya yang habis atau menipis akibat tergerus,'' tambah Agus lagi. (bbn/ema)