12 Rabiul-Awal 1443  |  Senin 18 Oktober 2021

basmalah.png

Poin Penting Sebelum Memulai Usaha Jual Beli Rumah

http://www.suaramedia.com/images/resized/images/stories/2berita/1_3_ekonomi/usaha_rumah_google_200_200.jpg

Suaramedia.com - Memasuki tahun 2009, bukan berita baik yang menjelang. Berita negatif justru bermunculan di awal tahun. Misalnya, soal laporan buruk keuangan perusahaan besar dunia, penurunan harga properti yang terus mendera, serta pertemuan petinggi bank sentral di seluruh dunia yang akan terus memangkas suku bunga. Teliti sebelum beli. Prinsip itu rupanya cocok diterapkan dalam berinvestasi. Misalnya, investasi di sektor properti.

Maftuhah Nurbeti, seorang dosen dan dokter yang gemar membaca ini terinspirasi oleh buku berjudul "Profit Berlipat Investasi Tanah dan Rumah".  Tips menarik untuk investasi properti ini, plus pengalaman pribadinya saat berinvestasi properti.

Dalam ulasannya tentang buku tersebut, dia mengaku tertarik membeli buku ini lantaran akan berinvestasi di bidang usaha jual beli rumah bersama suami. Ia tak mau terjerumus memilih lokasi yang salah.

Namun, berkat tips-tips dalam buku tersebut, Maftuhah yang tengah menempuh pendidikan S2 ini sukses menangguk untung besar tanam duit di properti. Bayangkan, ketika membeli tanah, ia cuma keluar dana Rp 800 juta, namun ketika dijual ia untung besar. Dengan cara menjual tanah dikavling, ia sukses meraup hingga Rp 1,3 miliar.

Mengacu pada buku tersebut, menurut dia, setidaknya ada enam keuntungan berinvestasi properti. Keuntungan itu adalah peningkatan nilai tanah, nilai tambah pengembangannya, pendapatan kegiatan operasinya, agunan yang baik, proteksi dari inflasi, dan kebanggaan para pemiliknya.

Namun, investasi properti perlu mengacu pada siklus yang dikenal dengan jam properti, yakni kapan saat membeli dan kapan waktu yang tepat menjual. Saat yang pas untuk membeli properti adalah ketika si pemilik membutuhkan uang, ekonomi sedang lesu, dan pengembang sedang berpromosi.


Saat membeli tanah atau rumah, investor harus memperhitungkan faktor lokasi, peruntukkan, harga, legalitas dan keamanan, prospek dan sumber pendanaan, termasuk memilih kredit berbunga rendah jika akan mengandalkan pinjaman.


Yang tak kalah penting adalah melakukan sejumlah langkah sebelum membeli. Langkah-langkah itu adalah membandingkan, mengumpulkan informasi, mengamati kondisi rumah, mempelajari pasaran harga, meminta pendapat pihak ketiga, menghubungi notaris, dan mengatur sistem pembayaran.

Sedangkan sebelum menjual rumah, investor juga tak bisa asal-asalan. Namun, perlu lebih dulu melengkapi dokumen, memperindah kondisi rumah, memberikan fasilitas tambahan, merencanakan penjualan, serta berpromosi.

Saat yang tepat untuk menjual rumah adalah ketika ekonomi sedang booming, permintaan lokal meningkat dan saat diminati pembeli.

Agar peminat bertambah, penjual perlu berpromosi dengan sejumlah cara, misalnya memasang reklame depan rumah, meminta bantuan relasi, memasang iklan di media massa, atau memakai jasa agen properti. Agen properti yang dipilih, carilah yang profesional, punya kantor serta persyaratan yang tertulis jelas.

Lantas, bagaimana mencegah badai investasi menerpa anda?

Jerry Jeremias Sarmiento, seorang praktisi bankir investasi dari Commonwealth Bank Indonesia menyampaikan sejumlah saran.

Pertama, anda harus terus mengikuti perkembangan pasar. Jika merasa terlalu awam, pastikan ada orang yang anda yakini betul untuk memberikan nasihat tentang mengelola dana anda.

Kedua, mengenali produk anda yang masih berjalan hingga hari ini, evaluasi ulang komposisinya, siapa penjaminnya, kapan jatuh temponya, risiko dan manfaatnya. Hentikan jika ternyata produk anda tidak seperti yang dibayangkan semula, jika ada risiko yang ternyata tidak dibebankan ke anda pada awal pembelian. Seringkali anda kira anda tahu, tapi ternyata pengertian anda salah.

Ketiga, mengenali benar-benar tempat anda akan menanamkan modal selanjutnya. Jangan berpatokan pada seberapa sering iklannya muncul atau seberapa besar atau banyak kantornya. Jangan juga terlalu banyak dengar kata orang, kecuali anda yakin orang itu mengerti apa yang dia bicarakan.

Secara garis besar tiga hal diatas sudah cukup menjadi pengaman anda. Menggandeng orang yang tepat, melihat yang sudah ada (re-evaluasi) dan kehatian-hatian extra melangkah ke depan (check dan recheck)

Jerry Jeremias Sarmiento saat ini bekerja sebagai personal banker di Commonwealth Bank Indonesia. Sebelumnya, ia sempat bekerja di Standard Chartered Bank dan Citibank.

Kegemarannya pada personal investment bermula sejak 2001, saat masih mahasiswa di universitas Bina Nusantara yang senang membaca buku-buku pasar modal karangan antara lain Tedy Fardiansyah, Jaka Cahyono dan Sapto Rahardjo. Ia juga mengkoleksi buku karangan Robert T. Kiyosaki, Warren Buffet dan lainnya. (fn/v2v) www.suaramedia.com