4 Jumadil-Awal 1443  |  Rabu 08 Desember 2021

basmalah.png

Peluang Karier di Usia 40-an

http://lawrenceyong.files.wordpress.com/2008/08/self-discipline.jpg

KOMPAS.com - Banyak orang yang sebelumnya bekerja kantoran, lalu berhenti karena beberapa alasan. Alasan yang paling sering adalah karena anak. Mereka cuti untuk mempersiapkan persalinan, lalu berkonsentrasi mengurus buah hati. Beberapa tahun kemudian, ketika anak sudah mulai mandiri, Anda mulai berpikir lagi untuk melanjutkan karier.

Namun saat itu mungkin usia sudah memasuki 40 tahun. Apakah masih ada perusahaan yang menerima Anda sebagai karyawan? Sedangkan pada umumnya perusahaan merekrut pegawai baru maksimal berusia 30-35 tahun.

Pada situs resmi Experd, direktur lembaga konsultasi karier tersebut, Eileen Rachman, mengatakan dalam kegiatan rekrutmen, banyak sekali perusahaan yang menetapkan persyaratan usia tidak lebih dari 35 tahun. Lebih lanjut, Eileen menjelaskan ada perusahaan yang lebih suka mempekerjakan generasi muda. Jenis perusahaan ini menganggap usia di atas 35 tahun sebagai usia yang mulai mengalami penurunan kinerja. Karyawan di usia tersebut dianggap akan sulit mempelajari hal baru, serta mengikuti norma dan budaya perusahaan baru.

Kematangan emosi
Pandangan mengenai karyawan usia kepala empat, tidak sepenuhnya benar. Orang-orang di usia tersebut justru memiliki kematangan emosi dan kearifan yang bermanfaat bagi perusahaan. Eileen menyebut peribahasa "tua tua kelapa, makin tua makin bersantan" sebagai gambaran banyaknya pengalaman dan kematangan pribadi kelompok usia di atas 40 tahun.

"Setiap orang yang memiliki kompetensi berhak mendapat kesempatan untuk bekerja," kata Eileen. Itulah aturan yang adil dan sudah diterapkan di negara maju seperti Amerika Serikat. Di Indonesia tidak ada aturan jelas yang melindungi hak seperti itu. Proses seleksi karyawan mutlak diatur kebijakan internal perusahaan.

Namun jika Anda berniat untuk bekerja lagi, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami. Sebelum melamar pekerjaan baru, Anda harus menurunkan harapan atau standar Anda sebelumnya. Standar itu tidak bisa diberlakukan sama saat ini. Apalagi bila Anda telah lama absen dari dunia kerja. Menurut Eileen, salah satu keraguan perusahaan merekrut pelamar berusia matang adalah menentukan jumlah gaji.

Bersiaplah menghadapi kemungkinan mendapatkan upah yang lebih sedikit. Ukur keahlian Anda agar dapat menentukan berapa jumlah gaji yang pantas diterima dari perusahaan.

Peluang kerja
Berikut ini beberapa pilihan peluang kerja yang dapat dilirik oleh Anda yang telah berusia di atas 40 tahun.

Penulis. Menjadi penulis tidak memiliki batas usia. Siapa pun bisa menjadi penulis, termasuk anak kecil dan orang yang sudah tua.

Pengajar. Umumnya, tidak ada batasan usia untuk menjadi pengajar. Lagipula, Anda relatif bisa mengatur waktu Anda dan keluarga karena waktu mengajar yang terjadwal. Profesi mengajar bisa berupa guru, dosen, atau pun guru les keterampilan, musik, dan sebagainya.

Penerjemah. Anda harus memiliki kemampuan bahasa yang andal. Pekerjaan ini bisa Anda lakukan di kantor maupun di rumah.

Pemandu wisata. Kemampuan utama yang harus dimiliki seorang pemandu wisata adalah wawasan luas dan kemampuan berbahasa. Anda berkesempatan besar mencoba pekerjaan ini.

Agen asuransi. Syarat utama untuk menjadi seorang agen asuransi adalah kemauan dan jejaring yang luas. Tentu dalam hal ini usia tidak memengaruhi. Di lapangan, banyak agen asuransi yang usianya di atas 40 tahun.

Staf pemasaran. Profesi ini membutuhkan kemampuan berkomunikasi dan persuasi yang baik. Hanya orang yang memiliki kepribadian matanglah yang bisa melakukan hal demikian.

Selain profesi di atas, pilihan pekerjaan yang dapat Anda ambil adalah membuka usaha sendiri. Meski tujuannya sama, yaitu untuk memperoleh pemasukan, wiraswasta jelas berbeda dari kerja kantoran. Tidak ada jenjang karier seperti di perusahaan. Namun percayalah, peluang pasti terbuka selama Anda mau berusaha keras.

(Emy Agustia/Majalah Sekar)