21 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 27 Oktober 2021

basmalah.png

Peternak Itik Kewalahan Layani Order

http://embun777.files.wordpress.com/2009/12/bebek-jantan-muda.jpg

Mediaindonesia.com - SANGATA, Tingginya permintaan pasar membuat peternak itik di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, kewalahan memenuhi order dari pembelinya. "Permintaan setiap hari terbilang tinggi, terutama dari rumah makan, warung-warung dan pasar tradisional. Tetapi kami kesulitan memenuhi permintaan, karena kami sering kekurangan itik," kata Sanusi, peternak itik di Sangata, Kutim, Kamis (15/4).

Sanusi mengaku sudah menggeluti usaha ternak itik selama sembilan tahun.

"Setiap hari saya harus menyiapkan itik sedikitnya 300 ekor. Itu belum termasuk itik teman-teman peternak yang jumlahnya juga lumayan, tetapi itu juga masih kurang. Kebutuhan akan itik di Kutim dalam sehari di atas seribu ekor," kata Sanusi


Mantan karyawan sebuah perusahaan swasta ini menjelaskan, itik sudah menjadi makanan favorit warga Sangata. Ini terlihat dari tingginya permintaan dari pengusaha rumah makan, baik dalam skala besar maupun sedang, termasuk warung khusus sate itik.


"Untuk memenuhi permintaan pasar, Sanusi terkadang harus mendatangkan itik dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, setiap 10 hari sebanyak 1.500 ekor.


Bisnis itik di Kutai Timur ini sangat menjanjikan, harganya juga terbilang lumayan, yakni yang betina berkisar antara Rp30 ribu sampai Rp35 ribu, sedangkan yang jantan harganya Rp40 ribu sampai Rp50 ribu/ekor.


Puncak permintaan akan itik biasanya terjadi menjelang Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru, yakni rata-rata 1.500 ekor per hari. (Ant/OL-7)